Masih Terhalang Oleh Resistance Dan Garis MA 200, IHSG Cenderung Berkonsolidasi

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan akhir pekan. Dow Jones dan S&P 500 ditutup pada wilayah positif ditopang oleh kejelasan kelanjutan timeline pengembangan vaksin Covid-19 dan penjualan ritel AS yang jauh lebih baik dari perkiraan, serta sentimen konsumen untuk bulan ini secara mengejutkan meningkat. Pfizer Inc mengumumkan dapat mengajukan otorisasi AS untuk vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dengan mitra Jerman BioNTech pada November. Sejumlah perusahaan yang sudah melaporkan laporan keuangan kuartal III 2020 juga mencatat keuntungan. Dow Jones ditutup naik 112,11 poin (+0,39%) menjadi 28.606,31 dan S&P 500 bertambah 0,47 poin (+0,01%) menjadi 3.483,81, sedangkan Nasdaq turun 42,32 poin (-0,36%) menjadi 11.671,56. Dalam sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS berhasil menguat, dengan Dow Jones naik tipis +0,07%, S&P 500 bertambah +0,19% dan Nasdaq meningkat +0,79%.

Sementara itu dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah tipis 1,74 poin (-0,03%) ke level 5.103,414 pada akhir pekan.  Investor asing membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 506 miliar. Walau ditutup melemah di akhir pekan, namun selama semingu terakhir IHSG mampu menguat  +0,98%, meski investor asing kembali mencatatkan net sell senilai Rp 587 miliar di pasar regular dalam sepekan.

Pasar saham Indonesia kembali menguat untuk pekan kedua secara beruntun. Penguatan IHSG masih dipengaruhi sentimen RUU Cipta Kerja yang dipandang pasar cenderung menguntungkan investor. Selain itu IHSG juga terkerek oleh euforia pasar atas rencana merger bank-bank BUMN syariah dan rencana pembuatan pabrik baterai nasional di Indonesia. Di sisi lain, keputusan BI mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level 4% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan rilis data neraca dagang RI yang kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 2,44 miliar di bulan September, direspon positif oleh investor. Pasar juga menyambut positif kabar yang menyebutkan bahwa RI siap melaksanakan vaksinasi Covid-19 lebih awal di bulan November, setelah mengantongi komitmen dari pengembang vaksin China.

Secara teknikal, IHSG masih bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Namun tren naik IHSG untuk sementara masih tertahan oleh garis MA 200 dan area resistance 5.187. Apabila mampu melewati resistance tersebut, maka IHSG akan terkonfirmasi penguatan selanjutnya menuju area kisaran gap di 5.216-5.232. Sementara untuk level support IHSG pada pekan ini diperkirakan akan berada dikisaran 4.991.  

Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini antara lain :

  • Senin 19 Oktober 2020 : Rilis data perdagangan Jepang, rilis data GDP China, Pernyataan para petinggi The Fed
  • Selasa 20 Oktober 2020 : Kebijakan moneter Australia
  • Rabu 21 Oktober 2020 : Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 22 Oktober 2020 : Pernyataan Gubernur BOE Bailey, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Jumat 23 Oktober 2020 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data sektor jasa Perancis, Rilis data sektor manufaktur dan jasa Jerman

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih bergerak cenderung menguat, namun masih terhalang oleh garis MA 200 hariannya, sehingga ada kecenderungan akan bergerak sideways dalam jangka pendek dikisaran 4.991 hingga 5.187. Pelaku pasar masih menunggu program stimulus fiskal AS yang saat ini masih terhenti pembahasannya, serta proses kelanjutan dari UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Tetap disarankan untuk safe trading. Hati-hati dan selalu waspada apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan dipenuhi ketdakpastian lagi. Tetap kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/