IHSG Butuh Rehat Sejenak Setelah Menyentuh Resistance Uptrend Channel

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan seiring meningkatnya kasus korona di AS dan langkah mengejutkan pemerintah Presiden Donald Trump yang mengakhiri sejumlah program pinjaman darurat. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengumumkan penghentian program The Fed untuk mendukung pasar kredit perusahaan, pinjaman kota dan UKM. Pelaku pasar khawatir dengan perkembangan kelanjutan stimulus fiskal AS yang tak jelas, ditengah semakin banyaknya penutupan negara bagian AS untuk memerangi pandemi korona yang terus meningkat. Dow Jones ditutup turun 219,75 poin (-0,75%) menjadi 29.263,48, S&P 500 melorot 24,33 poin (-0,68%) menjadi 3.557,54 dan Nasdaq melemah 49,74 poin (-0,42%) ke level 11.854,97. Dalam sepekan, ketiga indeks bursa saham utama AS ditutup bervariatif dengan Dow Jones mengalami penurunan sebesar -0,73% dan S&P 500 melemah -0,77%, sedangkan Nasdaq berhasil menguat sebesar +0,22%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 22,403 poin (-0,40%) ke level 5.571,656 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell di pasar reguler sebesar Rp 548 miliar. Meski turun di akhir pekan, namun sepanjang minggu lalu kinerja IHSG masih mampu membukukan kenaikan sebesar +2,03%. Sementara itu, investor asing juga masih tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 435 miliar di pasar reguler dalam sepekan. 

Laju penguatan IHSG masih terus berlanjut meski sudah memasuki pekan ke-7 secara berturut-turut. Penguatan IHSG pada pekan lalu didorong oleh keputusan Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps ke level 3,75%, guna menggenjot pemulihan ekonomi yang saat ini masih tertekan dan masuk ke dalam resesi sebagai imbas dari pandemi korona. Penguatan IHSG juga ditopang oleh surplus data neraca perdagangan bulan Oktober sebesar US$ 3,61 miliar, serta menguatnya beberapa harga komoditas utama unggulan Indonesia. Disisi lain kabar baik dari sejumlah kandidat vaksin virus korona yang di-claim efektif dalam mencegah infeksi virus Covid-19, turut membangkitkan ekspektasi investor akan pemulihan ekonomi dunia.

Secara teknikal, pergerakan IHSG masih berada dalam trend bullish yang cukup kuat. Namun demikian perlu diwaspadai akan adanya aksi profit taking dalam jangka pendek, mengingat IHSG telah menutup gap dikisaran 5577-5613 dan berhasil menyentuh resistance dari uptrend channelnya. Meski tanda-tanda pembalikan arah belum terlihat, namun IHSG butuh rehat sejenak agar reli penguatannya sehat. Untuk minggu ini IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi dengan bergerak di area kisaran support 5520 hingga 5427. Sedangkan untuk resistance IHSG pekan ini diperkirakan akan berada dikisaran 5628 hingga 5690.

Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang sedang ditunggu oleh para pelaku pasar. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Senin 23 November 2020 : Rilis data manufaktur dan sektor jasa zona eropa
  • Selasa 24 November 2020 : Laporan kebijakan moneter Inggris
  • Rabu 25 November 2020 : Rilis data durable goods orders AS
  • Kamis 26 November 2020 : Meeting The Fed

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meski IHSG masih dalam trend naik yang cukup kuat, namun perlu diwaspadai akan adanya aksi profit taking dalam jangka pendek. Investor perlu bersikap hati-hati mencermati dampak ekonomi jangka pendek yang disebabkan oleh lonjakan kasus Covid-19 di dunia yang terus meningkat, yang menyebabkan diterapkannya lockdown di beberapa wilayah negara di Eropa dan AS. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membuat proses pemulihan ekonomi global berjalan lambat.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu waspada. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19 nanti berakhir. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/