IHSG Masih Dalam Tren Bullish Yang Cukup Kuat, Tetap Waspadai Potensi Koreksi Jangka Pendek

Bursa Wall Street di tutup menguat dengan indeks Nasdaq berhasil mencetak rekor tertinggi pada akhir perdagangan jelang Black Friday. Nasdaq unggul karena investor menyukai saham-saham terkait teknologi yang menjadi pemimpin pasar dan bernasib baik selama pandemi. Black Friday merupakan sebuah perayaan yang dilakukan pada hari jum’at terakhir di bulan November, atau sehari setelah memperingati Thanksiving day di AS. Biasanya Black Friday identik dengan sejumlah promo dan diskon yang diselenggarakan oleh para peritel dan toko-toko di AS yang juga dianggap sebagai awal dari musim belanja Natal. Black Friday tahun ini agak ternoda karena lalu lintas turun akibat pandemi, meski kabar baiknya adalah penjualan e-commerce berhasil mencapai rekor baru. Dow Jones ditutup naik 37,90 poin (+0,13%) ke level 29.910,37, S&P 500 menguat 8,70 poin (+0,24%) ke posisi 3.638,35 dan Nasdaq melonjak 111,44 poin (+0,92%) menjadi 12.205,85. Dalam sepekan, ketiga indeks bursa saham AS berhasil mengalami kenaikan dengan Dow Jones menguat +2,21%, S&P 500 meningkat +2,27%, dan Nasdaq melonjak +2,96%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat +23,418 poin (+0.41%) ke level 5.783,335 pada akhir pekan, meski  investor asing membukukan penjualan bersih atau net foreign sell sebesar Rp 494 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil mengalami kenaikan sebesar +3,8%, dengan ditopang oleh masuknya aliran dana asing atau net buy senilai Rp 530 miliar di pasar reguler.

Unstoppable, IHSG terus melaju dan mencatatkan kenaikannya memasuki pekan ke-8 secara berturut-turut. Optimisme investor terhadap proses pemulihan ekonomi seiring dengan kemajuan usaha penemuan vaksin Covid-19 terus memicu penguatan IHSG. Pasar juga merespon positif membaiknya kondisi politik di AS setelah Presiden Donald Trump mulai mengijinkan proses transisi terhadap Presiden terpilih, Joe Biden. Selain itu investor juga mengapresiasi kabar pencalonan mantan Ketua The Fed Janet Yellen sebagai mentri keuangan dalam pemerintahan Joe Biden mendatang. Di sisi lain, IHSG juga tersokong oleh sentimen kenaikan harga komoditas dunia akibat faktor meningkatnya permintaan yang memberikan sinyal kuat bahwa perekonomian dunia sedang mengalami masa pemulihan.

Rally kenakan IHSG masih terus berlanjut. Secara teknikal IHSG telah berhasil menembus ke atas resistance dari uptrend channelnya. Kondisi ini mengambarkan bahwa pergerakan IHSG masih dalam tren bullish yang cukup kuat. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan mencoba bertahan di area support gap 5.652-5.666. Apabila mampu bertahan dan melanjutkan penguatannya, maka IHSG akan menguji area resistance di level 5.960. Meski ada potensi IHSG melanjutkan penguatannya, namun perlu diwaspadai akan adanya koreksi jangka pendek setelah penguatan signifikan di bulan November ini.

Untuk pekan ini seperti biasa memasuki awal bulan, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan November pada hari selasa. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Senin 30 November 2020 : Rilis data manufaktur PMI China, Meeting OPEC.
  • Selasa 1 Desember 2020 : Rilis data Caixin Manufaktur China, Kebijakan suku bunga Australia, Pernyataan Ketua The Fed Powell, Rilis data manufaktur AS.
  • Rabu 2 Desember 2020 : Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data GDP Australia, Pernyataan Ketua The Fed Powell.
  • Kamis 3 Desember 2020 : Rilis data perdagangan Australia.
  • Jum’at 4 Desember 2020 : Rilis data perdagangan dan data pekerjaan AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meski IHSG masih dalam trend naik yang cukup kuat, tetap disarankan untuk safe trading. Para pelaku pasar sebaiknya mewaspadai akan adanya koreksi dalam jangka pendek, akibat reli penguatan yang cukup signifikan selama bulan November ini. Untuk itu perlu diperhatikan money management dan pemilihan sahamnya.

Tetap waspada dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/