Analisa Saham TLKM : The Next Big Thing Dari Kementerian BUMN

Langkah kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir selalu ditunggu oleh pelaku pasar. Sebab sentuhan tangan midas dari Pak Mentri yang satu ini sanggup membuat harga saham-saham BUMN melambung tinggi. Untuk tahun ini ada tiga agenda besar BUMN. Dua diantaranya telah membuat harga sahamnya melesat tinggi yaitu BRIS dan AGRO. Tinggal satu yang belum naik tinggi dan masih diingatkan oleh Pak Erick ialah aksi korporasi Telkom yang akan digelar secepatnya tahun ini, seperti yang dimuat dalam berita : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210107112910-17-214206/ingat-ya-erick-sebut-3-aksi-korporasi-bumn-2021-ada-telkom

Tiga agenda besar BUMN tahun ini :

Pertama, pembiayaan ultramikro di bawah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang akan melibatkan dua BUMN yang juga fokus bisnisnya di UMKM yakni PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero) —-> AGRO

Kedua, integrasi tiga bank syariah BUMN yaitu PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT BNI Syariah —-> BRIS

Ketiga yakni berkaitan dengan Telkom yaitu penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) —-> TLKM

Selain penawaran IPO Mitratel, Pak Erick juga memberikan pekerjaan rumah kepada TLKM yaitu untuk bisa meningkatkan kembali market capitalization hingga di atas Rp 450 triliun pada tahun ini. Dengan total jumlah saham sebanyak 99,06 lembar, apabila target market cap TLKM sebesar 450 triliun, maka akan didapatkan target price saham ini sebesar 4542/lembar, yang di peroleh dari 450 Triliun dibagi 99,06 miliar lembar.

Sepertinya TLKM tidak akan kesulitan mencapai target pekerjaan rumah tersebut, jika melihat dana asing yang mulai masuk kembali ke saham ini. Akhir pekan kemaren, tercatat investor asing membukukan net buy saham TLKM di pasar reguler sebesar Rp 500 miliar. Ini merupakan net buy terbesar dalam 1 hari sejak akhir November tahun lalu. Apa yang menjadi penyebab investor asing mulai memburu saham TLKM?

Kemungkinannya datang dari sentimen positif berita bahwa Morgan Stanley Capital International akan menghapus tiga perusahaan telekomunikasi asal China dari indeks MSCI, seiring dengan perintah Trump yang melarang investasi AS di perusahaan China terkait keamanan militer. Bisa lihat beritanya disini : https://internasional.kontan.co.id/news/morgan-stanley-capital-international-depak-tiga-perusahaan-telko-china-dari-indeks

Seperti kita tahu bahwa indeks MSCI biasa digunakan untuk memandu institusi internasional, reksadana dan pengelola dana lainnya dalam berinvestasi di suatu negara. Dengan didepaknya tiga perusahaan telekomunikasi asal China dari indeks MSCI, akan memberi peluang bagi TLKM untuk mendapatkan berkah aliran dana dari fund-fund asing yang mengalihkan investasinya ke perusahaan telekomunikasi di negara emerging market lainnya. Dan hal ini mulai terlihat dari masuknya net buy asing pada akhir pekan kemaren. Apabila aliran dana asing ini terus masuk, maka tidak akan sulit bagi TLKM untuk bergerak menuju target market cap yang telah dicanangkan oleh Mentri BUMN.

Secara teknikal, TLKM telah breakout dari area konsolidasi jangka pendeknya dengan keluar dari pola symmetrical triangle. Selain itu keberhasilan TLKM menembus dan bertahan diatas level 3500, telah mengkonfirmasi terbentuknya pola bullish rectangle pattern.

Apabila mampu bertahan diatas 3500 dan melanjutkan penguatannya, maka TLKM berpeluang menuju target terdekat dikisaran gap 3620-3710. Jika nantinya kenaikan saham ini berlanjut, maka TLKM akan menuju target teoritis pola bullish rectangle patternnya di level 4450, dengan minor target di 4050.

Rekomemdasi : Buy. Batasi resiko jika turun dan close di bawah 3350.

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihat infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our Channel telegram at:https://telegram.me/steptrader