Still Uptrend, IHSG Stay Bullish?

Bursa Wall Street berhasil mencapai level tertinggi baru pada perdagangan akhir pekan, seiring harapan pasar atas gelontoran stimulus fiskal yang lebih besar akan diberikan oleh Presiden terpilih AS Joe Biden setelah resmi menjabat pada 20 Januari 2021 mendatang. Biden mengatakan paket ekonomi pemerintahannya juga akan mencakup asuransi pengangguran dan penahanan sewa, yang rencananya akan diumumkan Kamis depan. Harapan akan paket ekonomi Joe Biden kedepan yang akan mencapai triliunan dolar berhasil mengatasi data pasar tenaga kerja yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada bulan Desember akibat pandemi Covid-19. Dow Jones ditutup naik 56,84 poin (+0,18%) menjadi 31.097,97, S&P 500 menguat 20,89 poin (+0,55%) menjadi 3.824,68 dan Nasdaq meningkat 134,50 poin (+1,03%) menjadi 13.201,98. Dalam sepekan, ketiga indeks bursa saham  utama AS berhasil menguat dengan Dow Jones naik +1,61%, S&P 500 melonjak +1,83% dan Nasdaq melesat +2,43.%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 104,202 poin (+1,69%) ke level 6.257,835 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan  net buy sebesar Rp 1,38 triliun di pasar reguler. Untuk sepanjang pekan kemaren IHSG mengalami kenaikan sebesar +4,66%, dengan diikuti oleh pembelian bersih yang dilakukan oleh investor asing di pasar reguler senilai Rp. 3,14 triliun dalam sepekan.

IHSG langsung tancap gas di perdagangan pekan pertama tahun 2021, terdorong oleh kabar positif dari politik AS setelah Partai Demokrat memenangkan pemilihan Senat di Georgia, membuat kemungkinan kebijakan fiskal yang ekspansif dari Presiden AS terpilih Joe Biden akan lebih mudah terlaksana. Pengesahan kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih oleh Kongres AS dan pernyataan Presiden Donald Trump akan adanya transisi kekuasaan yang tertib pada 20 Januari 2021 mendatang setelah terjadinya keurusuhan di Capitol Hill, Washington berhasil memacu sentimen pelaku pasar. Sementara itu optimisme vaksinasi Covid-19 yang semakin jelas dalam hal pengadaan vaksin maupun jadwal vaksinasi di dalam negeri, serta kenaikan harga komoditas menjadi katalis positif bagi IHSG pada pekan lalu, meski sempat diwarnai dengan sentimen negatif pengumuman adanya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021.

Pasar saham Indonesia masih terus melanjutkan uptrend-nya setelah berhasil membentuk pola higher high dengan menembus keatas level 6195. Secara teknikal, IHSG masih terlihat bergerak naik di dalam uptrend channelnya seperti gambar chart di bawah ini.

Untuk minggu ini, area gap di 6158-6190 akan menjadi support terdekat bagi IHSG, dengan support selanjutnya dikisaran 6055 yang merupakan support dari uptrend channelnya. Sementara untuk resistance terdekat IHSG pekan ini berada di level 6348, dengan resistance selanjutnya dikisaran 6.581. Indikator teknikal MACD mulai bergerak mendatar dan berpotensi terjadi golden cross lagi, sehingga mengindikasikan bahwa IHSG masih berada dalam tren positif.

Pekan ini pelaku pasar akan mencermati rilis data keyakinan konsumen dan data perdagangan serta ekspor-impor bulan desember pada hari jum’at. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Senin 11 Januari 2021 : Rilis data inflasi China
  • Rabu 13 Januari 2021 : Rilis data inflasi AS
  • Kamis 14 Januari 2021 : Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Jum’at 15 Januari 2021 : Rilis data perdagangan Inggris, Rilis data penjualan ritel AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih berpotensi untuk terus melanjutkan reli penguatannya. Namun kenaikannya tidak akan berjalan mulus, karena akan ada gejolak-gejolak kecil di market siiring terus melonjaknya kasus positif Covid-19. Rencana PSBB ketat yang akan mulai diberlakukan di Jakarta mulai 11-25 Januari mendatang diperkirakan hanya akan berpengaruh negatif untuk sementara saja. Apabila turun, koreksi ini diprediksikan hanya akan menutup gap di area kisaran 6158-6190 yang terbentuk saat IHSG breakout pada akhir pekan kemaren. Selama uptrend channel tidak patah (bertahan diatas 6055), maka IHSG masih relatif aman.

Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/