Pasca Rebound Tajam, IHSG Berpotensi Terkonsolidasi

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, didorong oleh optimisme kinerja laba emiten, negosiasi stimulus fiskal serta kemajuan program vaksinasi. Dow Jones dan S&P 500 naik untuk hari ke-5 berturut-turut dan merupakan kenaikan terpanjang sejak Agustus. Sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi untuk hari ke-2 beruntun. Dow Jones ditutup naik 92,38 poin (+0,3%) menjadi 31.148,24, S&P 500 menguat 15,09 poin (+0,39%) ke level 3.886,83 dan Nasdaq bertambah 78,55 poin (+0,57%) menjadi 13.856,30. Dalam sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS ditutup menguat tajam dengan kenaikan persentase mingguan terbesar sejak pemilihan AS pada awal November 2020. Sepanjang pekan lalu Dow Jones berhasil naik +3,89%, S&P 500 melonjak +4,65%, dan Nasdaq melesat +6,01%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 44,513 poin (+0,73%) ke level 6.151,729 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp. 71 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan IHSG berhasil rebound menguat +4,94%, meski investor asing membukukan penjualan bersih di pasar reguler senilai Rp 447 milyar.

IHSG berhasil mengalami reversal pembalikan arah pada minggu lalu setelah pada pekan sebelumnya terus mengalami tekanan jual. Kenaikan IHSG terjadi setelah koreksi tajam di akhir Januari dimana indeks turun hampir -10% jika ditarik dari level tertingginya di level 6504 pada bulan Januari lalu. Rebound IHSG ditopang oleh rilis data ekonomi dalam negeri yang cukup positif. Data PMI manufaktur pada bulan Januari 2021 berada di level 52,2,naik dari periode sebelumnya sebesar 51,3. Sedangkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV meski terkontraksi sebesar -2,19% (YoY), masih lebih baik dari konsensus -2,30%. Demikian juga pertumbuhan ekonomi full year 2020 sebesar -2,07% (YoY), juga lebih baik dari konsensus sebesar -2,10%. Penguatan IHSG pekan lalu juga ditopang oleh pergerakan bursa saham global yang cenderung bergerak menguat, didorong oleh ekspektasi pemulihan ekonomi seiring percepatan program vaksinasi di banyak negara yang semakin meningkat. Pelaku pasar juga masih menunggu hasil negosiasi paket stimulus fiskal di AS.

Setelah anjlok tajam, IHSG berhasil rebound pada pekan lalu. Secara teknikal koreksi IHSG masih tertahan di area kisaran support yang dulunya merupakan area resistance sebelum di break out (garis uptrend warna hitam).

Melihat penurunan indikator teknikal MACD yang mulai tertahan diatas centreline dan berpotensi terjadi golden cross, maka terdapat potensi bagi IHSG untuk melanjutkan reboundnya menuju area garis MA 20 hariannya yang saat ini berada dikisaran level 6.231. Apabila mampu lanjut, resistance selanjutnya untuk IHSG ada di level 6.288 yang dulunya merupakan area support neckline dari pola double top sebelum di breakdown. Sementara untuk support psikologis 6.000 akan menjadi tahanan terdekat bagi IHSG. Apabila gagal bertahan, maka IHSG berpeluang turun menguji support selanjutnya di level 5.853 kembali.

Minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :  

  • Rabu 10 Februari 2021 : Rilis data inflasi China, Rilis data inflasi AS, Pernyataan Gubernur BOE Bailey, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Jum’at 12 Februari 2021 : Rilis data perdagangan dan GDP Inggris

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Setelah berhasil rebound cukup kencang, kemungkinan IHSG pekan ini berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi kembali. IHSG masih dibayangi oleh kondisi perekonomian saat ini, terutama dari penanganan pandemi Covid-19. Ada kemungkinan PPKM masih akan diperpanjang lagi setelah 8 Februari, jika melihat masih tingginya kasus aktif dan kematian akibat virus korona di Indonesia. Jika hal tersebut terjadi maka ini akan menjadi sentimen yang membatasi laju penguatan IHSG di pekan ini. Pelaku pasar juga masih menunggu negosiasi stimulus fiskal di AS yang saat ini masih dibicarakan oleh Presiden Joe Biden dan anggota kongres AS dari Partai Republik.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi terus-menerus dan massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah setelah pandemi COVID-19 nanti berakhir. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/