Masih Dalam Fase Konsolidasi Jangka Pendek, IHSG Berada Dipersimpangan

Bursa Wall Street di tutup menguat pada perdagangan akhir pekan, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan harga tertinggi setelah investor memborong saham energi, keuangan dan material di tengah ekspektasi pasar bahwa sektor tersebut akan mendapatkan manfaat dari ekonomi yang dibuka kembali. Selain itu, pasar juga mengantisipasi stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun untuk membantu pemulihan ekonomi AS, ditengah rilis data ekonomi terbaru yang menunjukkan sentimen konsumen AS secara tak terduga turun pada awal Februari karena belanja rumah tangga yang lemah. Dow Jones ditutup naik tipis 27,70 poin (+0,09%) ke level 31.458,40, S&P 500 menguat 18,45 poin (+0,47%) ke posisi 3.934,83 dan Nasdaq bertambah 69,70 poin (+0,50%) menjadi 14.095,47. Dalam sepekan terakhir, ketiga indeks saham utama AS berhasil menguat dengan Dow Jones mengalami kenaikan sebesar +1%, S&P 500 bertambah +1,23% dan Nasdaq meningkat +1,73%.  

Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 20,693 poin (+0,33%) ke level 6.222,521 pada hari kamis sebelum libur imlek. Investor asing membukukan net sell sebesar 50 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu IHSG tercatat naik +1,15% meski investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 573 milyar di pasar reguler.

IHSG melanjutkan penguatan menjadi pekan kedua berturut-turut. Meski berhasil menguat, namun IHSG terlihat berkonsolidasi sesuai analisa kami pada pekan sebelumnya. Kondisi ini terjadi karena sentimen positif dari dalam negeri masih minim, sehingga IHSG cenderung bergerak terbatas pada pekan lalu. Sementara sentimen eksternal masih cukup positif sehingga berhasil mendongkrak kinerja IHSG, terutama dari penguatan harga komoditas utama dunia dan naiknya mayoritas indeks pasar saham global yang didorong oleh ekspektasi kian dekatnya stimulus fiskal AS senilai US$ 1,9 triliun dan melandainya kasus baru COVID-19 secara global.

Untuk pekan ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak mixed cenderung menguat, setelah berhasil ditutup diatas garis rata-rata MA 20 hariannya dan didukung dengan indikator teknikal MACD yang mulai golden cross. Namun pola candle doji yang terbentuk dalam 2 hari perdagangan terakhir mengindikasikan bahwa IHSG masih terkonsolidasi. Hal ini terjadi karena adanya tarik menarik antara pihak buyer dan seller yang cukup berimbang sehingga indeks cenderung ditutup dikisaran harga opennya. 

Secara teknikal IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang terbatas kisaran area trading 6.157 hingga 6.288 pada pekan ini. Apabila mampu melewati resistance terdekat di 6.288, maka IHSG berpeluang menuju target dikisaran 6.465-6.500 lagi. Sebaliknya jika turun di bawah level support gap 6.151-6.157, maka IHSG berpeluang bergerak melemah menuju area support psikologis 6.000.

Untuk pekan ini pelaku pasar akan mencermati rilis data perdangangan bulan Januari yang diperkirakan akan kembali membukukan surplus neraca perdagangan pada hari senin. Dan pada hari kamis investor akan mencermati Rapat Dewan Gubernur BI yang diperkirakan masih akan menahan suku bunga acuannya tetap di level 3,75%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah : 

  • Senin 15 Februari 2021 : Rilis data GDP Jepang
  • Rabu 17 Februari 2021 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data penjualan ritel AS
  • Kamis 18 Februari 2021 : Meeting The Fed, Rilis data tenaga kerja Australia
  • Jum’at 19 Februari 2021 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data manufaktur dan jasa zona eropa

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi jangka pendek dan berada di area persimpangan, apakah akan melanjutkan kenaikannya atau kembali turun. Pelaku pasar masih menunggu realisasi dari stimulus fiskal AS dan perkembangan terkait COVID-19 serta distribusi dan percepatan program vaksinasinya.

Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/