IHSG Berkonsolidasi Seperti Perkiraan Kami Pekan Sebelumnya, Selanjutnya Bagaimana?

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup bervariasi dan cenderung berakhir flat pada perdagangan akhir pekan. Investor mulai menjual saham-saham teknologi yang telah mengalami reli penguatan saat terjadi pandemi, dan beralih membeli saham-saham yang akan mendapat keuntungan begitu pandemi virus Corona mereda. Saham unggulan teknologi seperti Facebook, Amazon, Netflix serta Microsoft turun. Sedangkan saham sektor keuangan, material dan energi, bersama dengan industri, naik lebih dari +1%. Penguatan saham-saham yang sensitif terhadap perekonomian terjadi setelah Menkeu AS Janet Yellen mengatakan bahwa stimulus fiskal dalam jumlah besar diperlukan untuk membantu ekonomi AS kembali secara penuh di tahun ini. Dow Jones berakhir flat, atau hanya naik tipis 0,98 poin (+0%) menjadi 31.494,32. Sementara Nasdaq menguat 9,11 poin (+0,07%) menjadi 13.874,46, sedangkan S&P 500 turun tipis 7,26 poin (-0,19%) menjadi 3.906,71. Secara mingguan ketiga indeks bursa saham utama AS berakhir bervariasi dengan Dow Jones berhasil naik +0,11%, sedangkan S&P 500 turun -0,71% dan Nasdaq melemah -1,57%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 31,624 poin (+0.51%) ke level 6.231,932 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp 87 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG masih tetap naik +0,15% meski investor asing membukukan penjualan bersih di pasar reguler senilai Rp 556 miliar.

IHSG kembali melanjutkan rebound-nya pada pekan lalu menjadi 3 minggu beruntun, sejak turun tajam pada pekan terakhir bulan januari lalu. Meski berhasil menguat sepanjang pekan lalu, namun kenaikan IHSG cuma tipis +0,15% dan cenderung mengalami konsolidasi seperti perkiraan kami pada pekan sebelumnya. Kenaikan IHSG yang tipis disebabkan oleh berbagai sentimen positif maupun negatif yang mewarnai pasar saham. Surplus neraca perdagangan dan penurunan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps dari 3,75% menjadi, 3,5% beserta stimulus pelonggaran kredit yaitu relaksasi PPnBM sektor otomotif dan kebijakan DP 0% bagi KPR untuk property menjadi sentimen positif bagi IHSG. Namun revisi turun BI terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 dari 4,8%-5,8% menjadi 4,3%-5,3% dan rilis beberapa laporan keuangan emiten yang kurang bagus menjadi katalis negatif bagi IHSG.

Secara teknikal IHSG pada pekan ini diperkirakan masih akan bergerak sideways melanjutkan konsolidasinya. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak positif. IHSG diperkirakan akan bergerak di rentang terbatas dengan level support dikisaran gap 6151-6157 dan garis MA 20 nya. Apabila support tersebut gagal dipertahankan, maka IHSG berpeluang turun menuju support psikologis 6000. Sementara untuk resistance IHSG pekan ini berada di level 6314. Jika nantinya mampu dilewati, maka IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya menuju kisaran 6465-6504 sebagai level resistance selanjutnya. 

Untuk pekan ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 23 Februari 2021 : Rilis data tenaga kerja Inggris, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Rabu 24 Februari 2021 : Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Kamis 25 Februari 2021 : Rilis data GDP dan durable goods orders AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pelaku pasar masih menunggu realisasi dari program stimulus fiskal AS. Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis kinerja laporan keuangan emiten dan rebalancing MSCI Indeks pada akhir bulan. IHSG akan mencoba bertahan di area support garis MA 20 hariannya yang akan menjadi penentu trend naik barunya apabila mampu melewati resistance 6314. Namun jika IHSG tidak mampu bertahan di area supportnya, maka kemungkinan IHSG akan memulai fase  bearish menuju 6000 dan seterusnya yang nanti akan kami bahas di grup WA premium.

Oleh karena itu tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/