IHSG Masih Lanjut Konsolidasi Dalam Pola Ascending Broadening Wedge Pattern

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup beragam pada perdagangan akhir pekan. Indeks saham Dow Jones naik ke rekor tertinggi terdorong oleh optimisme pembukaan aktivitas dunia usaha yang meningkat, setelah Presiden AS Joe Biden menandatangani undang-undang stimulus fiskal terbesar dalam sejarah AS senilai US$ 1,9 miliar, mendorong rotasi ke saham-saham siklikal. Sementara itu kenaikan yield obligasi tenor 10 tahun yang mencapai level 1,642%, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi dan valuasi saham-saham teknologi. Dow Jones ditutup naik 293,05 poin (+0,9%) ke level 32.778,64, S&P 500 menguat tipis 4 poin (+0,10%) menjadi 3.943,34, sedangkan Nasdaq turun 78,81 poin (-0,59%) ke posisi 13.319,87. Dalam sepekan, ketiga indeks bursa saham utama AS berhasil ditutup menguat dengan Dow Jones mengalami kenaikan sebesar +4,07%, S&P 500 menguat +2,64% dan Nasdaq meningkat +3,09%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 93,53 poin (+1,49%) ke level 6.358,209 pada akhir pekan. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp. 330 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG masih mampu ditutup menguat +1,07%, meski investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp. 1,59 triliun.

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang pekan lalu, namun akhirnya mampu ditutup menguat melanjutkan reli kenaikannya menjadi pekan keenam berturut-turut. Di awal pekan, IHSG sempat terkoreksi setelah pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM skala mikro hingga 22 Maret 2021. Selain itu, IHSG juga sempat tertekan oleh kenaikan yield Treasury AS tenor 10 tahun yang dikhawatirkan dapat memicu kecemasan terjadinya taper tantrum. Tapi akhirnya IHSG berhasil rebound di akhir pekan mengikuti euforia bursa saham global setelah Presiden Joe Biden menandatangani paket stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun. Penguatan IHSG juga didorong oleh kenaikan harga komoditas, terutama CPO yang mempengaruhi pergerakan harga saham emiten-emiten berbasis CPO.

Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam pola konsolidasi yang lebar seperti ulasan pekan sebelumnya, yaitu melanjutkan pola ascending broadening wedge pattern. Diperkirakan IHSG akan bergerak dikisaran area support 6167 dan resistance di level 6447. Apabila IHSG mampu melewati resistance 6447, maka indeks berpeluang melanjutkan reli kenaikannya menuju target dikisaran 6600. Namun jika turun ke bawah support 6167, maka IHSG berpeluang turun menuju target dikisaran 5975-6000.

Untuk pekan ini pelaku pasar akan mencermati rilis data ekspor-impor dan neraca perdagangan pada hari senin awal pekan besok. Sedangkan pada hari kamis investor akan mencermati kebijakan dan pernyataan BI dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 16 Maret 2021 : Rilis data penjualan ritel AS
  • Rabu 17 Maret 2021 : Rilis data perdagangan Jepang, FOMC meeting, kebijakan moneter dan pernyataan The Fed
  • Kamis 18 Maret 2021 : Rilis data ketenagakerjaan Australia, Kebijakan moneter dan meeting BOE
  • Jum’at 19 Maret 2021 : Rilis data inflasi Jepang dan kebijakan suku bunga BOJ

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pergerakan pasar saham global pada pekan ini masih akan dibayangi oleh kekhawatiran kenaikan imbal hasil US treasury 10 tahun. Selain itu investor juga akan mencermati pertemuan dari bank-bank sentral dunia yang akan menggelar pertemuannya di pekan ini, seperti RBA Australia, BOJ Jepang, Bank Indoensia, BOE Inggris dan Federal Reserves AS. Pernyataan dan respon dari para pimpinan bank-bank sentral tersebut dalam menanggapi fenomena kenaikan imbal hasil obligasi global serta arah kebijakannya kedepan, akan menentukan pergerakan pasar di pekan ini. Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah dan harga-harga komoditas juga turut akan mempengaruhi laju pergerakan IHSG.

Untuk itu ditengah ketidakpastian kondisi pasar saat ini, tetap disarankan safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/