Sempat Breakdown Ke Bawah Support, IHSG Kembali Rebound.. What Next?

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, karena investor mulai menyeimbangkan kembali portofolionya jelang akhir kuartal pertama tahun ini. Para pelaku pasar terus membeli saham yang akan mendapatkan keuntungan dari pemulihan dan pertumbuhan ekonomi seiring manfaat pembukaan kembali aktivitas bisnis dan program vaksinasi yang sukses, di samping menambahkan beberapa saham teknologi yang sudah sempat terkoreksi dalam. Indeks Dow Jones dan S&P 500 melesat dalam setengah jam sebelum perdagangan berakhir dan membawanya ke rekor penutupan tertinggi. Dow Jones ditutup naik 453,4 poin (+1,39%) menjadi 33.072,88, S&P 500 menguat 65,02 poin (+1,66%) ke level 3.974,54 dan Nasdaq bertambah 161,05 poin (+1,24%) ke posisi 13.138,73. Sepanjang pekan lalu Wall Street berakhir beragam dengan Dow Jones berhasil naik +1,36%, S&P 500 menguat +1,57%, sedangkan Nasdaq turun -0,58%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil rebound dan ditutup menguat 72,687 poin (+1,19%) ke level 6.195,563 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net buy sebesar 93 miliar di pasar reguler. Meski berhasil rebound di akhir pekan, namun untuk sepanjang pekan lalu IHSG masih tercatat melemah -2,53% dengan diikuti oleh aksi jual investor asing senilai Rp 791 miliar di pasar regular.

Pasar saham Indonesia kembali bergerak melemah pada pekan lalu, dipimpin oleh indeks sektor keuangan yang menjadi pemberat langkah IHSG. Investor merespon negatif proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama tahun ini, serta pertumbuhan kredit di bulan Februari 2021 yang masih mengalami kontraksi -2,15% secara tahunan (YoY). Menteri Keuangan Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan GDP pada kuartal I-2021 masih akan mengalami kontraksi di kisaran -1% hingga -0,1%. Pelemahan IHSG pekan lalu juga mengikuti pergerakan mayoritas bursa saham utama regional Asia yang mengalami koreksi, karena investor masih fokus ke pasar obligasi pemerintah AS dimana yield obligasinya masih relatif tinggi karena menawarkan imbal hasil yang bersaing dengan aset berisiko. 

Secara teknikal IHSG mengalami whipsaw ketika indeks saham sempat turun di bawah garis uptrend (garis naik warna merah) dan support area konsolidasinya di level 6157, lalu langsung kembali bergerak ke atas support tersebut di akhir pekan kemaren. Kondisi ini membuat IHSG masih bergerak dalam pola konsolidasinya. Untuk pekan ini area support IHSG diperkirakan akan berada dikisaran 6058-6157. Apabila mampu bergerak naik melewati gap dikisaran 6239-6245, maka IHSG berpeluang menuju resistance level dikisaran 6330-6387 lagi.

Untuk minggu ini seperti biasa di awal pekan, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan maret pada hari kamis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Rabu 31 Maret 2021 : Rilis data NBS manufaktur China, Rilis data GDP Inggris
  • Kamis 1 April 2021 : Rilis data perdagangan Australia, Rilis data Caixin Manufaktur China, Meeting OPEC
  • Jum’at 2 April 2021 : Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pergerakan IHSG pekan ini akan dipengaruhi oleh rilis kinerja keuangan emiten FY 2020 yang biasanya akan banyak keluar di akhir bulan Maret. Gerak pasar modal global kemungkinan juga akan dipengaruhi oleh imbal hasil Treasury AS yang masih cenderung naik. Selain itu pergerakan harga komoditas dan nilai tukar rupiah akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG sepekan kedepan.

Tetap disarankan untuk safe trading dan waspada, karena mengingat kondisi IHSG yang masih berkonsolidasi cenderung bergerak melemah. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/