Masih Uptrend, IHSG Naik Untuk Pekan Ke-4 Berturut-turut

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, karena sinyal inflasi mungkin telah mencapai puncaknya pada bulan Juli 2022, sehingga meningkatkan kepercayaan investor. Pasar mendapatkan dorongan setelah data yang menunjukkan sentimen konsumen AS meningkat lebih lanjut pada Agustus dari rekor terendah musim panas ini, serta prospek inflasi jangka pendek rumah tangga AS mereda lagi karena melemahnya harga bensin. Optimisme pasar bertambah karena kemungkinan The Fed bakal menaikkan suku sebesar 50 bps ketika mereka bertemu pada bulan September, bukan lagi sebesar 75 bps, telah meningkat peluangnya menjadi sekitar 55,5%. Dow Jones ditutup naik 424,38 poin (+1,27%) menjadi 33.761,05, S&P 500 menguat 72,88 poin (+1,73%) ke level 4.280,15 dan Nasdaq melesat 267,27 poin (+2,09%) ke posisi 13.047,19. Sepanjang pekan lalu, ketiga bursa saham utama AS berhasil ditutup menguat dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq membukukan keuntungan untuk minggu keempat berturut-turut. Sepanjang minggu, Dow Jones naik +2,92%, S&P 500 melesat +3,25% dan Nasdaq meningkat +3,08%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 31,108 poin (-0,43%) ke level 7.129,277 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp. 761 miliar di pasar reguler. Meski melemah di akhir pekan, namun IHSG berhasil membukukan kenaikan sebesar +0,63% secara mingguan, dengan diikuti oleh masuknya aliran dana asing senilai Rp 2,92 triliun di pasar reguler.

Pasar saham Indonesia kembali ditutup menguat dan berhasil melanjutkan reli penguatannya pekan ke-4 berturut-turut, didorong oleh inflow investor asing yang cukup deras serta menguatnya nilai tukar rupiah. Masih baiknya kinerja perekonomian domestik  dan solidnya laporan keuangan emiten menjadi penopang kinerja IHSG sepanjang pekan lalu. Retail sales yang tumbuh dan consumer confident masih mengalami ekspansi, serta rilis data inflasi AS yang melandai dan lebih baik dari ekspektasi, serta menguatnya harga beberapa komoditas menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG. Namun, pelaku pasar kembali waspada pasca gubernur The Fed dari berbagai negara bagian mengisyaratkan bahwa bank sentral AS tersebut masih akan melanjutkan kenaikan suku bunganya, karena mengingat meski inflasi AS mulai melandai namun masih jauh dari target The Fed.

Secara teknikal IHSG terlihat masih melanjutkan tren naik setelah berhasil break dari downtrend resist line jangka menengahnya. Struktur uptrend pola higher high dan higher low yang masih terus berlangsung dan belum patah, membentuk pola Rising Wedge pattern mengkonfirmasi penguatan IHSG. Apabila mampu bertahan diatas support gap 7.086-7.113, IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya menuju resistance last high di level 7.258. Namun apabila turun menembus ke bawah gap 7.086-7.113, maka IHSG berpeluang menguji area support last low di 7.021. Indikator teknikal MACD yang terlihat masih bergerak naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG cenderung bergerak menguat dalam momentum positif.

Untuk minggu ini, di awal pekan pelaku pasar akan mencermati rilis data ekspor-impor dan data perdagangan bulan Juli yang diperkirakan tetap surplus. Sedangkan pada hari jum’at pasar akan mencermati rilis data neraca transaksi berjalan kwartal kedua. Sementara dari luar negeri, cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 15 Agustus 2022 : Rilis data GDP Jepang, Rilis data produksi industri China
  • Selasa 16 Agustus 2022 : Meeting bank sentral Australia (RBA), Rilis data tenaga kerja Inggris, Rilis data perumahan AS
  • Rabu 17 Agustus 2022 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data penjualan ritel AS, Meeting The Fed
  • Kamis 18 Agustus 2022 : Rilis data pekerjaan Australia
  • Jum’at 19 Agustus 2022 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih berada dalam fase uptrend membentuk pola Rising Wedge pattern. Meskipun terlihat bahwa tren kenaikan masih berlangsung, namun penguatan IHSG sudah mendekati titik jenuh sehingga rawan terjadi profit taking dalam jangka pendek. Tetap waspada akan potensi terjadinya koreksi, mengingat selama empat minggu berturut-turut reli penguatan IHSG belum mengalami koreksi berarti. Perhatikan area support gap 7.086-7.113, karena selama IHSG masih berada di atas gap tersebut kemungkinan masih akan melanjutkan reli penguatannya. Namun jika tembus ke bawah gap tersebut, maka ada peluang IHSG bergerak turun menuju area support 7.021 hingga 6.902.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/