Rupiah Tembus Level 16.100/US$, IHSG Diprediksi Melemah Saat Membuka Kembali Perdagangan Setelah Libur Panjang Lebaran

Bursa Wall Street melemah tajam di perdagangan akhir pekan, karena kinerja bank besar AS yang kurang menggembirakan. Semetara itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Iran mengancam akan membalas dendam kepada Israel atas serangan udara tanggal 1 April terhadap kedutaan besarnya di Damaskus, juga turut membebani pasar dan menambah momentum aksi jual tersebut. Dow Jones ditutup turun 475,84 poin (-1,24%) ke level 37.983,24, S&P 500 melemah 75,65 poin (-1,46%) ke posisi 5,123.41 dan Nasdaq anjlok 267,10 poin (-1,62%) menjadi 16,175.09. Dalam sepekan, ketiga indeks saham utama AS berakhir dengan pelemahan setelah data ekonomi minggu ini, khususnya laporan inflasi harga konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan pada hari Rabu, menunjukkan bahwa inflasi bisa lebih kaku dari perkiraan sebelumnya, telah mendorong investor untuk mengatur ulang ekspektasi mengenai waktu dan tingkat penurunan suku bunga Federal Reserve AS tahun ini. Sepanjang pekan lalu, Dow Jones ambles -2,27%, S&P 500 melemah -1,56% dan Nasdaq tergelincir -0,45%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 32,483 poin (+0,45%) ke posisi 7.286,88 pada hari jum’at tanggal 5 April 2024 sebelum libur panjang Idul Fitri. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 19 milyar di pasar regular, dan nilai tukar rupiah ditutup dikisaran level Rp. 15.873/USD di minggu terakhir sebelum libur panjang. Selama pekan pertama kuartal kedua 2024 tersebut IHSG bergerak melemah tipis -0,03%, dengan diikuti oleh net sell investor asing di pasar regular senilai Rp. 4,98 triliun selama seminggu.

Ketidakpastian pasar terkait waktu pemangkasan suku bunga The Fed yang disebabkan oleh kuatnya data ekonomi AS dan kenaikan harga komoditas, membuat inflasi AS sulit untuk turun. Sementara itu melemahnya  nilai tukar rupiah yang hampir menembus level krusial Rp 16.000 per dolar AS sebelum libur dan derasnya capital outflow, menjadi katalis pemberat laju IHSG. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dan melakukan antisipasi terhadap libur panjang Idul Fitri, dengan memegang uang tunai serta mencairkan dana investasinya untuk merayakan Lebaran. Hal tersebut membuat IHSG sempat ambles ke bawah level 7.200, sebelum akhirnya rebound dan kembali menguat jelang akhir pekan sebelum libur panjang lebaran.

Secara teknikal IHSG terlihat bergerak mixed dan ditutup cenderung flat pada pekan terakhir sebelum libur panjang lebaran. IHSG terlihat bergerak turun dan setelah hampir mencapai target dari pola inverted cup with handle dikisaran 7.135, indeks mulai rebound. Apabila rebound IHSG berlanjut dan mampu melewati 7.300, maka indeks berpeluang menuju resistance 7.377-7.400. Namun sebaliknya jika IHSG kembali bergerak turun dan menembus ke bawah support terdekat di 7.238, maka indeks akan kembali menuju level 7.135, dengan support selanjutnya dikisaran 7.045. Indikator teknikal MACD yang terlihat melandai di bawah centraline dan volume transaksi yang tipis di bawah rata-rata 20 harian, mengindikasikan IHSG sedang bergerak mixed to down.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati indeks keyakinan konsumen (IKK) serta neraca perdagangan bulan maret pada hari selasa, dan data penjualan ritel bulan februari pada hari rabu. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 15 April 2024 : Rilis data penjualan ritel AS
  • Selasa 16 April 2024 : Rilis data GDP, produktivitas industri dan penjualan ritel China, Rilis data pekerjaan Inggris
  • Rabu 17 April 2024 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data inflasi zona eropa
  • Kamis 18 April 2024 : Rilis data pekerjaan Australia
  • Jum’at 19 April 2024 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor untuk mencari perlindungan pada aset-aset safe haven, membuat dolar AS dan harga emas bergerak menguat dan memukul nilai tukar rupiah di atas level 16.100/US$ pada akhir pekan, sehingga dapat menjadi katalis negatif bagi IHSG nanti saat kembali membuka perdagangan pada hari selasa tanggal 16 April ini. Di sisi lain, data ekonomi AS yang kuat baru-baru ini pada pasar tenaga kerja dan inflasi, telah menyebabkan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed kembali tertahan. IHSG diperkirakan akan kembali bergerak melemah mengikuti penurunan bursa saham global dan regional saat libur panjang lebaran. Meski cenderung turun, beberapa saham emiten yang terkait oil dan gold related seperti MEDC, MDKA, dll diperkirakan dapat kembali melanjutkan penguatannya.

Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*