Digempur Sentimen Negatif Ketidakpastian Geopolitik Dunia dan Pelemahan Rupiah, Bagaiamana Pergerakan IHSG Selanjutnya?

Bursa Wall Street ditutup bervariatif pada perdagangan akhir pekan dengan dua indeks utama melemah, yaitu Nasdaq dan S&P 500, setelah terseret pelemahan saham Netflix. Di sisi lain Dow Jones berhasil menguat terkatrol oleh penguatan American Express. Harapan The Fed segera melonggarkan moneter yang menyusut ikut memberatkan sentimen. Netflix merosot sebagai salah satu hambatan terbesar pada indeks acuan S&P 500 dan Nasdaq setelah pendapatan perusahaan streaming video tersebut pada kuartal kedua tidak sesuai ekspektasi para analis. Saham-saham yang terkait dengan chip, salah satu yang berkinerja terbaik tahun ini berkat hubungannya dengan kecerdasan buatan, juga anjlok. Indeks Semikonduktor Philadelphia melorot 4,12% dan mencatat persentase penurunan mingguan terbesar dalam hampir dua tahun dengan penurunan sebesar 9,23%. Dow Jones ditutup naik 211,02 poin (+0,56%) menjadi 37.986, sedangkan S&P 500 kehilangan 43,89 poin (-0,88%) ke posisi 4.967 dan Indeks Nasdaq merosot 319,49 poin (-2,05%) menjadi 15.282. Sementara untuk sepanjang pekan, Dow Jones naik tipis +0,01%, sedangkan S&P 500 melorot -3,05% dan Nasdaq anjlok -5,52%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 79,497 poin (-1,11%) ke level 7.087,317 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 904 milyar di pasar regular, dan nilai tukar rupiah ditutup dikisaran level Rp. 16.216/USD di akhir pekan. Sepanjang pekan lalu IHSG melemah sebesar -2,3%, dengan disertai net sell investor asing di pasar regular senilai Rp. 3,93 triliun selama seminggu.

Pasar saham Indonesia kembali bergerak melemah setelah kembali dari libur panjang Idul Fitri pada pekan lalu, seiring dengan terpuruknya nilai tukar rupiah yang sempat anjlok ke level 16.300 per dolar AS. Rupiah mendekati rekor terparah kurs rupiah sepanjang sejarah saat terjadi krisis moneter di pemerintahan Presiden Soeharto, tepatnya 17 Juni 1998 yang saat itu sempat tembus Rp16.800 per dolar AS. Serangkaian data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan baru-baru ini, serta data pasar tenaga kerja AS yang kuat, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang telah memicu kenaikan harga minyak, dan komentar dari pejabat Federal Reserve termasuk Ketua Jerome Powell telah menyebabkan pelaku pasar mundur dari perkiraan waktu penurunan suku bunga The Fed membuat dolar AS dan US Treasury menguat, dan menjadi sentimen negatif bagi IHSG.

Secara teknikal IHSG terlihat bergerak turun dan menembus ke bawah support last low di 7.099, serta garis EMA 200 day di level 7.095. Gagal segera kembali ke atas kedua level tersebut maka IHSG akan mengkonfirmasi terbentuknya pola double top dan berpeluang melemah menuju target dikisaran 6.761, dengan minor target di 6.950. Namun jika mampu kembali bergerak menguat dan bertahan diatas 7.100, maka akan membuka potensi IHSG untuk rebound menuju resistance dikisaran 7.239 hingga resistance last high di 7.298. Indikator teknikal MACD yang bergerak turun di bawah centreline mengindikasikan bahwa IHSG cenderung bergerak melemah dalam momentum negatif.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data ekspor-impor dan neraca perdagangan bulan Maret pada hari senin. Pada hari rabu pelaku pasar akan mencermati rapat dewan gubernur BI dengan konsensus akan tetap mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di level 6%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 22 April 2024 : Pidato Presiden ECB Lagarde
  • Selasa 23 April 2024 : Rilis data manufaktur dan jasa zona euro dan Inggris, Rilis data manufaktur dan jasa AS
  • Rabu 24 April 2024 : Rilis data inflasi Australia, Rilis data durable goods orders AS
  • Kamis 25 April 2024 : Rilis data GDP dan klaim pengangguran AS
  • Jum’at 26 April 2024 : Kebijakan suku bunga BOJ Jepang, Rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Israel dan Iran, serta derasnya capital outflow investor asing yang menyebabkan nilai tukar rupiah terpuruk menjadi katalis negatif bagi IHSG. Perhatian pelaku pasar akan tertuju pada RDG BI pada hari rabu. Meski konsensus anailis memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan, namun bisa saja BI mengambil langkah ekstrim dengan menaikan suku bunga sebesar 25 bps apabila nilai tukar rupiah terus tertekan. Di sisi lain investor juga akan mencermati indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS di akhir pekan, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed. Apabila PCE AS naik diatas ekspektasi maka akan membuat The Fed semakin hawkish dan menjadi katalis negatif bagi pasar saham global, ditengah meningkatnya ketidakpastian akibat kondisi geopolitik dunia yang memanas akibat perang.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*