Alami Konsolidasi, IHSG Cenderung Melemah Terbatas

Akhir pekan kemaren, IHSG bergerak volatile dan cenderung flat. IHSG akhirnya gagal bertahan di zona hijau, dan di tutup turun tipis 1,386 poin (-0,03%), berakhir di level 4.838,76. Walaupun turun, investor asing masih melakukan akumulasi di market reguler dengan mencatatkan net buy sekitar Rp. 250 milyar. Dan sepanjang pekan kemaren IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 58,88 poin (-1,2%) dengan investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp. 750 milyar.

Sementara itu bursa AS berakhir negatif, karena tensi konflik di Ukraina yang kembali memanas. Meskipun sempat menguat di awal pedagangan, setelah data tenaga kerja AS yang dirilis positif, namun Wall Street akhirnya dilanda aksi jual. Para investor saham khawatir krisis di Ukraina bakal meluas dan dapat menjadi sentimen negatif di pasar saham. Dow Jones mengalami penurunan 45,98 poin (-0,28%) ke level 16.512,89, Nadaq melemah 3,55 poin (-0,09%) ke level 4.123,9 dan S&P 500 berkurang 2,54 poin (-0,13%) ke level 1.881,14. Sepanjang pekan lalu, Dow Jones mampu menguat +0,93%, S&P 500 naik +0,95% dan Nasdaq dan menguat +1,18% dalam sepekan.

Seiring minimnya sentimen positif dari dalam negeri, setelah rilis data-data ekonomi, berupa deflasi dan neraca perdagangan yang sesuai estimasi pada jum’at lalu dan sebagian besar emiten telah merilis laporan kinerja Q1-2014 serta lewatnya cum deviden beberapa emiten besar, maka IHSG diperkirakan akan melanjutkan konsolidasinya dengan kecenderungan melemah terbatas. Technically, untuk senin besok IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 4800-4860 sebagai level support dan resistennya. Indikator teknikal yang bergerak mixed, dimana Stochastic kembali golden cross, namun MACD masih bergerak turun, mengindikasikan bahwa market masih berkonsolidasi. Untuk jangka menengah market masih cenderung bergerak sideways, dengan kisaran support di 4660-4720, sedangkan untuk level resistennya berada dikisaran 4900-4933.

05Mei14-IHSG

Satu-satunya sentimen positif yang saya perkirakan dapat mengangkat IHSG untuk melanjutkan rally-nya berasal dari sentimen pemilu. Terbentuknya koalisi dan kepastian siapa capres-cawapres yang akan maju di pemilu tahap II pada Juli nanti, khususnya siapa yang bakal mendampingi Jokowi sebagai cawapresnya dapat membuat IHSG kembali bergerak naik. Namun selama belum ada kepastian, maka IHSG diperkirakan akan berkonsolidasi cenderung tertekan.

Save Trading, Good Luck & GBU Always..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*