Just Relax & Enjoy The Game Dalam Pesta Dunia

Bursa saham AS menutup perdagangan akhir pekan dengan bertahan di zona hijau, meski investor mengalami kekhawatiran akan krisis geopolitik di Irak yang memicu harga minyak ke level tertingginya dalam 9 bulan terakhir. Dow Jones tercatat menguat 41,55 poin (+0,25%) ke level 16.775,74, S&P 500 naik 6,05 poin (+0,31%) ke level 1.936,16, dan Nasdaq bertambah 13,02 poin (+0,30%) ke level 4.310,65. Meski positif, sepanjang pekan kemaren Wall Street mencatat penurunan terbesar dalam 2 bulan terakhir, dimana Dow Jones turun -0,88%, S&P 500 turun -0,7%, dan Nasdaq melorot -0,3% selama sepekan. Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8% oleh World Bank dan ketegangan di Iraq yang mengkhawatirkan Baghdad dapat jatuh ke tangan pemberontak Alqaeda, mengingat posisi strategisnya karena produksi plus cadangan minyaknya adalah vital bagi perekonomian dunia, menjadi faktor negatif penekan Bursa Global sepanjang pekan lalu.

Sentimen negatif bursa global ini juga menjadi pemicu turunnya IHSG sebesar 7,744 poin (-0,16%) ke level 4.926,663 pada jum’at kemaren. Investor asing tercatat melakukan net sell tipis sebesar Rp. 87 miliar di market reguler. Sepinya transaksi perdagangan sepanjang pekan kemaren, ditengah proyeksi perkiraan perlambatan ekonomi Indonesia di tahun ini turun menjadi sekitar 5,3-5,4%, menjadi faktor turunnya IHSG selama 1 minggu sebesar -0,21%.

IHSG saat ini memasuki fase konsolidasi minor. Dalam seminggu terakhir IHSG hanya bergerak flat, dan cenderung tidak memberikan sinyal apa-apa. Bahkan terhitung sejak 3 pekan terakhir, IHSG hanya bergerak mondar-mandir dalam kisaran lebar 4865-5000, dimana kisaran 4865-4875 sebagai level supportnya, sedangkan kisaran 4970-5000 sebagai resistennya. Dimulainya Piala Dunia dan tidak adanya sentimen baru yang cukup kuat yang dapat menggerakan market, menjadi alasan mengapa market bergerak lesu. Investor lebih memilih untuk melakukan aksi tunggu sampai ada sentimen positif baru yang dapat menggerakan market.

15Juni14-IHSG

Sebenarnya sentimen positif itu ada, berupa sentimen positif dari dalam negeri. Dan saat ini sentimen yang paling dominan adalah sentimen politik, terutama menanggapi hasil debat capres pada malam ini (minggu malam) yang akan memasuki kegiatan Debat PilPres babak kedua. Jika pelaku pasar menilai hasil debat tersebut sesuai dengan ekspektasi mereka, maka market bisa saja bergerak menguat dalam 1-2 hari kedepan, mendekati level 5000 lagi. Namun untuk menembus keatas level 5000 hingga akhir bulan ini koq saya masih sangsi yach.. Terutama debat pilpres tersebut masih menyisakan 3 debat lagi. Still long way to go… Apalagi mendekati akhir bulan kita akan memasuki awal puasa, dimana biasanya volume transaksi akan menurun pada hari-hari pertama dimulainya puasa.

Saya perkirakan market baru akan mulai bergerak seminggu sebelum pilpres tanggal 9 Juli 2014. Karena pada saat itu debat capres udah selesai. Market juga sudah mulai dapat membaca siapa yang bakal lebih unggul, baik itu dari hasil debat, maupun dari lembaga-lembaga survei mengenai pasangan capres-cawapres mana yang lebih didukung oleh publik. Jika nantinya pasangan capres-cawapres yang dikehendaki market (Jokowi-JK) terlihat unggul, maka IHSG bisa saja mulai bergerak menembus keatas level 5000, bahkan 5100 saya pikir tidak susah juga untuk ditembus. Namun sebaliknya jika pasangan capres-cawapres yang kurang dikehendaki oleh market (Prabowo-Hatta) lebih unggul, bisa jadi IHSG akan “ndelosor” (merosot) duluan bahkan sebelum pemilu pilpress digelar.

Jadi untuk saat ini, tidak banyak yang bisa saya berikan dalam rekomendasi. Tinggal jagain dan maintain posisi yang sudah ada. Sambil menunggu semua rangkaian debat capres-cawapres selesai digelar, kita nikmati aja pesta dunia dalam pertandingan-pertandingan world cup 2014 di Brazil. Enjoy The Game & Relaks..

Good Luck & GBU All..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*