Masih Dalam Tekanan, IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahannya

Wall Street kembali bergairah pada penutupan perdagangan akhir pekan kemaren. Dow Jones dan S&P 500 sama-sama ditutup di level tertinggi sepanjang masa, sedangkan Nasdaq berakhir di level tertinggi dalam 14 tahun, sejak 7 April 2000. Dow Jones ditutup naik 25,62 poin (+0,15%) ke level 16.947,08, S&P 500 menguat 3,39 poin (+0,17%) ke level 1.962,87, sedangkan Nasdaq bertambah 8,71 poin (+0,2%) ke level 4.368,04. Ekspektasi membaiknya ekonomi AS dan akan dipertahankannya tingkat suku bunga rendah jangka pendek yang ada saat ini oleh The Fed, menjadi sentimen positif pendorong menguatnya Wall Street sepanjang pekan lalu. Dalam sepekan Dow Jones berhasil membukukan kenaikan sebesar +1,02%, S&P 500 menguat +1,38%, sedangkan Nasdaq naik +1,33%.

Sementara itu, akhir pekan kemaren IHSG kembali ditutup melemah 16,572 poin (-0,34%) ke level 4.847,701. Konflik yang terjadi di Irak, membuat harga minyak mentah dunia melambung dan akan semakin berdampak pada melebarnya defisit neraca perdagangan Indonesia. Seperti kita ketahui, defisit neraca perdagangan kita dipicu oleh impor minyak. Dengan naiknya harga minyak dunia, investor khawatir akan membebani dan memperbesar subsidi negara yang berpengaruh pada kekuatan APBN Indonesia. Hal ini berdampak pada pelemahan Rupiah terhadap USD dan menjadi penyebab turunnya IHSG sepanjang pekan lalu sebesar -1,6%.

Sentimen pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, penantian pilpres dan piala dunia masih akan membayangi pergerakan IHSG sepekan mendatang. Walaupun dalam jangka pendek IHSG mulai masuk area oversold, namun dari penutupan dan indikator teknikal, masih terlihat adanya potensi pelemahan lebih lanjut. Technically, dengan ditembusnya kisaran support 4865-4880, membuka peluang IHSG untuk melemah menguji level psikologis 4800, hingga kisaran 4725 sebagai target penurunannya. Namun untuk besok senin, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan level support dikisaran gap bawah di level 4823-4827, sedangkan sebagai level resistennya diperkirakan berada dikisaran 4876-4895.

22Juni14-IHSG

Dari saham-saham yang saya review, indikasi penguatan muncul di beberapa saham yang telah mengalami tekanan jual cukup dalam. Penguatan yang terjadi pada saham ASRI dan saham sektor poultry, seperti JPFA, CPIN dan MAIN hanya sebatas teknikal rebound saja. Karena saya melihat bahwa trend saham-saham tersebut masih dalam trend turun, dan belum ada indikasi akan berubah menjadi trend naik yang kuat, jadi bisa dipantau resistennya untuk melakukan SOS. Belum adanya indikasi yang benar-benar bagus, serta minimnya sentimen positif pada market, membuat opsi trading jangka pendek dan mode wait and see lebih disarankan. Jagain saham-saham yang sudah ada dengan tetap fokus pada trading plans yang telah dibuat.

Bagi anda yang berminat untuk mendapatkan ulasan market tiap pagi seperti diatas, dan untuk memperoleh ide trading atau mendapatkan trading plans dari saham-saham yang berpotensi memberikan profit serta ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Bagi yang berminat untuk bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*