Sanggupkah IHSG Mencetak Rekor Baru Lagi??

Meski diramaikan oleh IPO Alibaba, Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan pergerakan mendatar. Dow Jones berhasil naik tipis 13,75 poin (+0,08%) ke level 17.279,74 dan mencetak rekor baru. Sedangkan S&P 500 turun tipis 0,96 poin (-0,05%) ke level 2.010,40, dan Nasdaq melemah 13,64 poin (-0,3%) ke level 4.579,79. Keputusan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga acuan rendah selama dibutuhkan guna mendukung upaya pemulihan ekonomi AS dan rencana bank sentral China menyuntik likuiditas CNY 500 miliar pada perbankan besarnya untuk mendorong kredit, serta hasil referendum Skotlandia yang memutuskan untuk tetap bergabung dengan Inggris menjadi pendorong penguatan Bursa Global dalam sepekan. Selama sepekan kemaren, Dow Jones berhasil menguat +1,72%, S&P 500 naik +1,25%, dan Nasdaq bertambah +0,27%.

Sentimen positif global dan arus dana asing yang kembali masuk ke pasar modal menjadi pendorong penguatan IHSG pada akhir pekan kemaren. IHSG di tutup naik 19,44 poin (+0,37%) ke posisi 5.227,58, dengan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 375 milyar di pasar reguler. Meski menguat hingga level 5250, namun IHSG gagal mempertahankan momentumnya sehingga tidak mampu mencetak rekor baru. Selama sepekan kemaren, IHSG tercatat mengalami kenaikan +1,63% dan investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp. 680 milyar di pasar reguler.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih menunggu koalisi partai mana yang akan bergabung dan menambah suara fraksi pendukung Jokowi-JK di parlemen. Jika ada partai politik yang ikut bergabung ke dalam koalisi pemerintahan, maka posisi pemerintahan Jokowi akan menjadi lebih kuat sehingga keputusan di parlemen akan menjadi lebih mudah dan dapat mendukung kebijakan dan program kerja pemerintahan Jokowi-JK kedepan nantinya.

Selain itu market juga masih menunggu susunan kabinet pemerintahan baru dan juga kepastian harga kenaikan BBM subsidi serta kapan pelaksanaannya. Pemilihan sosok menteri yang tepat pada pos-nya dan kenaikan harga BBM bersubsidi dapat memperbaiki fundamental makro ekonomi Indonesia, karena bisa menurunkan anggaran subsidi dan akan mengurangi defisit anggaran pemerintah, sehingga akan membantu penguatan rupiah dan arah gerak IHSG kedepan.

Technically dari pola yang terbentuk, dimana volatilitas IHSG yang membentuk higher-high dan lower-low, mengindikasikan IHSG sedang membentuk formasi broadening pattern (garis warna biru), dengan target short term ke 5300. Untuk besok senin, IHSG akan kembali mencoba mencetak rekor harga baru dengan perkiraan menguji resisten dikisaran 5250-5262, sedangkan untuk level supportnya diperkirakan berada di level psikologis 5200. Indikator teknikal Stochastic yang bergerak naik, sedangkan MACD yang berpeluang untuk terjadi golden cross lagi, mengindikasikan kecenderungan indeks untuk bergerak positif. Namun kenaikan dalam 3 hari berturut-turut dan telah mendekati area level tertingginya, membuat potensi profit taking begitu menggoda. Jika gagal menembus rekor tertingginya di level 5262, maka IHSG berpotensi kembali melemah.

21Sept14-IHSG

Jika kita perhatikan chart diatas dengan lebih cermat, indikator MACD membentuk pola divergence negatif (garis warna hitam). Pola bearish divergence ini terjadi ketika trend harga bergerak naik akan tetapi indikator MACD menunjukkan trend penurunan, sehingga bisa disimpulkan bahwa pola distribusi sedang terjadi dan indeks berpotensi akan mengalami penurunan dalam beberapa pekan mendatang. Untuk itu perlu diwaspadai dan meningkatkan kontrol resiko jika nanti IHSG kembali berbalik arah.”

Dari pergerakan saham yang saya amati, saham2 Blue Chip khususnya perbankan mulai menguat setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya. Investor asing terlihat mulai kembali mengakumulasi saham2 tersebut, namun belum dalam jumlah yang signifikan. Saham TLKM berhasil menguat dan mencapai targetnya di 2975 sesuai rekomendasi beberapa hari lalu untuk melakukan buy di 2800. Sedangkan saham-saham CPO terlihat mengalami teknikal rebound sepanjang pekan kemaren, sejak harga komoditinya yang kembali menguat dan bertahan diatas RM 2000. Selamat bagi member kami yang telah membeli AALI sejak di 23.000-23.300 dan telah melakukan profit taking setelah mencapai targetnya di 24.200-an.

Untuk saham tambang dan sektor batu bara terlihat masih terkoreksi dan indikasinya masih dalam tekanan. Sedangkan beberapa saham properti terlihat mulai rebound dengan indikator cukup bagus, walaupun tidak merata semuanya bergerak menguat, sehingga perlu diwaspadai apakah penguatan masih dapat berlanjut lagi. Untuk saham konstruksi, sinyalnya masih berada dipersimpangan sehingga dibutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

Untuk lebih lengkap mengenai support dan resisten per saham akan dibahas lebih detail di grup nantinya khusus bagi member premium kami. Bagi yang ingin entry, jangan lupa untuk selalu menerapkan kontrol resiko dan lakukan money manajemen dengan baik.

Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading atau trading plans dari saham-saham yang berpotensi memberikan profit, serta ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Bagi yang berminat untuk bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*