Politik Gaduh, Investor Asing Makin Meninggalkan IHSG, What Next?

Bertambahnya tenaga kerja dan turunnya tingkat pengangguran AS ke level 5,9%, membuat Wall Street berhasil rebound pada akhir pekan dan mencetak penguatan harian tertinggi dalam hampir 2 bulan terakhir. Dow Jones ditutup naik 208,64 poin (+1,24%) ke level 17.009,69, S&P 500 menanjak 21,73 poin (+1,12%) ke level 1.967,9 dan Nasdaq menguat 45,43 poin (+1,03%) ke level 4.475,62. Namun penguatan pada akhir pekan kemaren belum cukup menutupi penurunan sepanjang pekan terakhir. Dalam sepekan ini Dow Jones turun -0,6%, S&P 500 berkurang -0,8%, dan Nasdaq terpangkas -0,8%. Sentimen negatif dari kekhawatiran akan kenaikan Fed rate lebih cepat dari perkiraan dan perlambatan ekonomi China dan Eropa serta demonstrasi besar di Hong Kong hingga pasien ebola yang mulai masuk pertama kali ke AS, menjadi faktor koreksi Bursa Global sepanjang pekan kemaren.

Dari dalam negeri, IHSG kembali turun 51,463 points (-1,03%) menjadi 4.949,346 pada akhir pekan kemaren. Aksi jual ini merupakan buntut dari situasi politik Indonesia yang belum kondusif. Investor asing memutuskan untuk melepas saham lagi sebesar Rp. 830 Milyar di pasar reguler. Dengan penurunan tersebut, maka dalam sepekan terakhir IHSG terhempas turun -3,57%, dengan pemodal asing melakukan net sell sebesar Rp. 3,756 Triliun.

Koreksi tajam IHSG dipengaruhi sentimen negatif dari luar dan dalam negeri. Membaiknya ekonomi AS, memunculkan spekulasi The Fed berencana untuk menaikan suku bunga acuan lebih cepat. Hal ini membuat IHSG turun dan nilai tukar rupiah melemah terhadap USD. Faktor domestik lain yang menekan IHSG dan Rupiah adalah neraca perdagangan yang masih defisit. Namun tekanan lebih dalam terjadi gara-gara situasi politik Indonesia yang tidak kondusif.

IHSG terkoreksi cukup banyak membuka perdagangan bulan Oktober, terutama setelah hasil rapat paripurna DPR yang memilih ketua dan para wakilnya yang mayoritas dikuasai Koalisi Merah Putih (KMP). Hal ini yang memicu kekhawatiran pelaku pasar yang memprediksi berbagai kebijakan dan program Presiden Terpilih Jokowi akan dihadang oleh para anggota DPR. Jokowi harus berhadapan dengan tantangan berat dalam menjalankan kebijakan selama pemerintahannya, terutama karena pimpinan DPR dikuasai partai oposisi.

Koreksi yang terjadi pada IHSG ini udah kami prediksikan sejak 2 pekan lalu, ketika IHSG berada di posisi 5.227,58. Saat itu kami melihat adanya pola bearish divergence sedang terjadi pada IHSG, sehingga kami memberikan warning perlunya meningkatkan kewaspadaan dan kontrol resiko jika nanti IHSG kembali berbalik arah. Selengkapnya untuk mereview ulang dapat dilihat di ulasan berikut ini: “Sanggupkah IHSG Mencetak Rekor Baru Lagi??”

Situasi politik Indonesia yang memanas jadi alasan investor keluar dari lantai bursa.

Untuk mengembalikan kepercayaan pasar maka pemerintah dan anggota dewan harus menunjukan hubungan yang baik dan menjalin komunikasi politik yang harmonis. Namun hal ini seperti mustahil terjadi, terutama masih ada agenda politik kedepan seperti pemilihan ketua MPR yang akan dilaksanakan besok senin. “Politik Gaduh” yang ditimbulkan dari gejolak-gejolak dan keruwetan politik membuat pelaku pasar memilih untuk hengkang dari pasar modal.

Secara teknikal masih ada target koreksi IHSG ke area 4800-4840. Namun jika koreksi berlanjut, terbuka potensi terjadinya teknikal rebound menuju kisaran MA 100 di area 5000-5040, terutama selama IHSG mampu bertahan di level 4900. Meskipun penguatan itu sendiri menurut saya hanya sebatas teknikal rebound saja, jadi bisa dimanfaatkan untuk mengurangi portofolio.

Intinya trend IHSG masih turun, tapi saya melihat kemungkinan perlawanan dari reboundnya bursa regional, ditambah posisi indeks secara teknikal sudah terlalu oversold untuk short termnya (terlihat dari posisi candle udah keluar 1 body full dari lower bolinger band) sehingga ada peluang untuk mengalami teknikal rebound, walaupun hanya sekedar untuk dead cat bounce.”

Untuk besok senin IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran range 4900-5000. Indikator teknikal Stochastic dan MACD yang bergerak turun mengindikasikan kecenderungan indeks masih bergerak negatif.

05Okt14-IHSG

Beberapa saham sudah melemah signifikan dan mulai menguji support kuatnya, ditambah ada beberapa saham lagi yang ditutup di luar bolinger bawahnya. Jadi ada potensi terjadi teknikal rebound dari beberapa saham blue chips. Untuk detail support dan resisten akan dibahas lebih jelas di grup nantinya khusus bagi member premium kami.

Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading atau trading plans dari saham-saham yang berpotensi memberikan profit, serta ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Bagi yang berminat untuk bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*