IHSG: The Outlook of 2015

Di hari perdagangan pertama tahun 2015, Bursa saham AS cenderung bergerak flat dan di tutup mixed. Dow Jones berhasil di tutup naik tipis 9,92 poin (+0,06%) di level 17.832,99. Namun S&P 500 turun tipis 0,07 poin (-0,03%) menjadi 2.058,2 dan Nasdaq melemah 9,24 poin (-0,2%) ke level 4.726,81. Mayoritas saham di AS meluncur turun dari rekor tertingginya pada 2 hari terakhir penutupan tahun, sehingga dalam sepekan membuat Dow Jones ditutup turun -1,22%, S&P 500 melemah -1,46% dan Nasdaq anjlok -1,67%.

Sementara itu dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan hari pertama tahun 2015 dengan penguatan 15,82 poin (+0,3%) ke level 5.242,77, dengan investor asing mencatatkan net buy sebsar Rp. 278 Milyar di pasar regular. Dalam sepekan yang hanya berlangsung 3 hari perdagangan, IHSG berhasil menguat +1,46% dan investor asing tercatat membukukan net buy tipis Rp. 82 milyar.

Untuk awal pekan depan, IHSG berpeluang mengalami profit taking. Selain telah berada dikisaran resisten dari up trend channelnya, kenaikan 4 hari berturut-turut membuat short term IHSG menjadi rawan aksi profit taking. Apalagi terdapat resisten kuat area all time high di kisaran 5250-5262. Technically, untuk besok senin IHSG diperkirakan akan bergerak dengan level support di 5207, sedangkan untuk resistennya diperkirakan akan berada di 5255.

03Jan15-IHSG

Okey, seusai janji saya diawal tahun untuk memberikan ulasan mengenai prediksi arah pergerakan IHSG sepanjang 2015, maka langsung aja saya mulai… Diawali dari ancaman apa saja yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG di tahun ini.

 

THE THREATS

Ancaman yang paling utama adalah dari membaiknya kondisi ekonomi AS, sehingga mereka menarik stimulusnya pada akhir tahun 2014 kemaren. Kita tahu bahwa sepanjang 2008-2014, AS mengeluarkan stimulus berupa Quantitative Easing (QE) besar-besaran untuk merangsang pertumbuhan ekonomi mereka setelah dihantam oleh krisis pada 2008 lalu. QE ini dilakukan dengan memompakan jumlah Dollar beredar ke pasar, yaitu dengan melakukan pembelian berbagai aset investasi termasuk surat-surat berharga dan saham sehingga meningkatkan likuiditas USD. Dan seperti kita ketahui, QE tersebut telah diakhiri pada bulan Oktober 2014 lalu oleh The Fed dalam program Tappering Off.

Lalu dengan semakin membaiknya perekonomian AS, The Fed berencana untuk menaikkan suku bunganya setelah kwartal pertama tahun ini hingga menjadi 1,125% pada akhir 2015 nanti. Kenaikkan suku bunga yang pertama kalinya sejak 16 Desember 2008, diperkirakan akan menimbulkan “Shock Therapy” pada market. Tentu kita masih ingat awal dari shock therapy itu terjadi pada tanggal 16-17 Desember 2014 lalu, ketika FOMC meeting digelar terakhir kalinya untuk tahun 2014. Banyak rumor dan issue yang beredar kala itu, kalau The Fed bakal mempercepat kenaikkan suku bunganya, sehingga sempat menimbulkan krisis nilai tukar mata uang emerging market. Rupiah kita pun sempat terdepresiasi hingga diatas Rp. 12.900,-/USD dan IHSG juga sempat meluncur turun hingga 2-3% an.

Jadi jika dengan rumor/issue saja sudah bisa bikin shock therapy sedemikian, maka ada bijaknya kita perlu mengantisipasi kenaikkan suku bunga yang sesungguhnya. Setidaknya kita perlu mencermati jadwal rapat FOMC. Karena di rapat tersebut itulah rencana The Fed untuk menaikan suku bunganya akan diumumkan. Dan jadwal FOMC yang terdekat adalah tanggal 27-28 Januari nanti. Biasanya seminggu sebelum FOMC berlangsung market sudah mulai mengantisipasinya.

Jika suku bunga AS dinaikan, maka bisa dipastikan duit bakal lari kembali ke AS. Saham dan Obligasi yang non-US, sebagian besar bakal akan dicairkan dan dikembalikan kedalam USD lagi untuk dibawa kembali ke negara asalnya karena kenaikan fed fund rate tersebut.

Rencana The Fed untuk menaikkan bunga acuannya membuat Dollar AS menjadi perkasa. Di sisi lain, ekonomi Negara besar lain seperti China, negara-negara Eropa dan Jepang masih menunjukkan pelambatan ekonomi, sehingga Dollar AS semakin mempertahankan tren penguatannya terhadap mata uang dunia. Ekses dari makin menguatnya USD dan perlambatan ekonomi Negara maju lainnya (selain AS) adalah harga komoditas energi mengalami depresiasi luar biasa, terutama harga minyak mentah dunia beserta substitusinya seperti batu bara. Turunnya harga komoditas energi ini makin diperparah karena Negara-negara penghasil minyak dunia sepeti Arab, Iran , Irak, Rusia dan Negara-negara yang tergabung dalam OPEC tidak berencana menurunkan produksi minyak mereka.

Dampak dari anjloknya harga komoditas energi dan penguatan USD memunculkan potensi krisis baru, yang mana bibitnya mulai terlihat di Russia. Bukan rahasia umum, kalau Rubel Russia telah kehilangan separuh lebih dari nilainya terhadap nilai tukar USD sepanjang tahun 2014 kemaren. Pada 16 Desember 2014 lalu, bertepatan dengan FOMC meeting, Russia menaikkan suku bunga mereka dari 10,5% menjadi 17% dalam waktu satu hari, namun ironisnya mata uang mereka kembali terpuruk. Betul, ekonomi Russia dapat dikatakan sedang babak belur saat ini dan Pemerintah Russia memprediksikan bahwa mereka akan memasuki resesi pada tahun ini.

Lalu kenapa Russia bisa setengah mati seperti saat itu? Hal ini disebabkan karena Minyak dan Gas Bumi menyumbang 68% pendapatan Russia. Bisa dibayangkan jika harga minyak yang ambrol hampir separuh hanya dalam waktu 3 bulan terakhir di tahun 2014 kemaren. Pendapatan mereka jelas sangat terpukul !! Hal ini cukup mengerikan, karena jika harga komoditas energi tertekan lebih dalam lagi, maka bukan tidak mungkin Presiden Putin akan kembali bikin rusuh sana sini (setelah Ukraina)… bikin perang sana-sini supaya harga minyak naik lagi. Karena perang akan membuat harga minyak dan emas meroket, itu sudah rumus umum. Dan yang lebih mengerikan lagi, Russia itu adalah ekonomi terbesar kedelapan di dunia. Bayangkan jika ekonomi kedelapan terbesar di dunia sedang memasuki masa resesi, maka efek dominonya pasti ada. Negara-negara yang punya hubungan dagang bilateral dengan Rusia akan terkena dampaknya. Dan hal ini akan merembet ke Negara-negara lainnya lagi yang juga mengadakan hubungan bilateral dengan Negara-negara tersebut.

threats_opportunityItulah ancaman-ancaman yang berpotensi menghambat dan menjadi rintangan bagi laju kenaikan IHSG pada tahun 2015 ini. Lalu bagaimana dengan peluang-peluang dan propek bagi IHSG?

 

THE OPPORTUNITIES

Melalui kebijakan fiskal, Pemerintah di akhir tahun kemaren menghentikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis premium mulai 2015. BBM yang disubsidi oleh pemerintah hanya minyak tanah ditetapkan Rp 2.500/liter, dan solar disubsidi dengan jumlah tetap Rp 1.000/liter. Dengan dihapusnya subsidi untuk Premium, pemerintah dapat menghemat anggaran hingga Rp 200 triliun. Dana penghematan tersebut dapat dialokasikan ke sektor yang lebih produktif sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Pemerintahan baru dibawah Presiden Jokowi, memberikan optimisme dan ekspektasi positif atas peluang suksesnya reformasi struktural pemerintahan dalam pembangunan infrastruktur pada tahun ini. Pemerintah juga berupaya untuk melakukan pendanaan infrastruktur yang lebih efisien dan efektif melalui dana dari investasi asing untuk mendongkrak proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Dalam beberapa pertemuannya dengan para pemimpin negara lain, Presiden Jokowi sudah membuat beberapa kesepakatan untuk menarik investor dari Negara tersebut agar mau berinvestasi di Indonesia.

Gairah investasi yang sangat besar baik di sektor riil maupun di pasar modal terlihat dari mengalirnya “capital inflow” dana asing ke dalam kedua sektor tersebut pada tahun lalu. Optimisme pada pemerintahan baru yang dapat membawa perubahan, membuat kami optimis bahwa IHSG dapat mencapai kisaran 6000 pada akhir tahun nanti. Ya itu artinya kenaikan sekitar 15% dari posisi penutupan IHSG di akhir 2014 lalu di level 5.226,947.

 

THE CONCLUSION

conclusionWalaupun kemungkinan terjadi banyak gejolak di tahun ini akibat dari potensi kenaikan suku bunga AS dan menguatnya USD, namun hal tersebut sudah diketahui sejak dari 2013 lalu dan sudah mulai diantisipasi. Kemungkinan terjadinya capital outflow seiring kenaikan suku bunga AS dan melebarnya Current Account Deficit (CAD) dan resiko tertundanya proyek-proyek infrastruktur juga telah diantipasi dari kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah, seperti pencabutan subsidi premium dan tarif listrik, serta aktif menarik investor asing untuk berinvestasi di sektor riil.

Mengenai Rusia, dikabarkan China siap membantu “saudara tua”nya tersebut. Kedua negara saat ini berupaya untuk meningkatkan perdagangan non-denominasi dollar melalui perluasan perjanjian “currency-swap line agreement” . Bloomberg mencatat bahwa peningkatan perdagangan non-denominasi dollar antara kedua negara tersebut akan membantu untuk menstabilkan rubel. Dengan kesepakatan tersebut, China juga mendapatkan keuntungan dari diperluasnya jangkauan global yuan sebagai cadangan mata uang alternatif terhadap dollar AS.

Selain itu murahnya harga komoditas energi dapat membantu pulihnya ekonomi dunia lebih cepat. Coba kita bayangkan jika yang terjadi adalah perlambatan ekonomi tapi harga komoditas energi yang tinggi, maka yang terjadi adalah “stagflasi”. Dan jika ini yang dialami maka pemulihan ekonomi akan jauh lebih berat.

Ok, dari berbagai ulasan tersebut, maka tidak salah jika kami dari step-trader masih optimis bahwa IHSG akan dapat naik sebesar 15% untuk tahun ini dan mencapai level 6000. Untuk itu jika terjadi gejolak/shock therapy jelang FOMC meeting, gunakan kesempatan tersebut untuk melakukan akumulasi. Tentu saja juga harus memperhatikan kinerja fundamental dan manajemen dari tiap emiten-emitennya. Tidak lupa pentingnya mengatur money manajemen, sehingga ketika terjadi gejolak kita memiliki modal untuk mengakumulasi saham-saham yang terdiskon turun.

Selengkapnya mengenai saham-saham apa saja yang menarik dan berpotensi untuk memberikan profit akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading dan ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Untuk info selengkapnya dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*