IHSG: Testing Level All Time High

Akhir pekan kemaren Bursa saham AS mengalami profit taking, pasca kenaikan tajam 2 hari sebelumnya. Mixednya data ekonomi yang dirilis, khususnya data tenaga kerja membuat investor melakukan aksi ambil untung. Dow Jones melemah 170,5 poin (-0,95%) ke level 17.737,37, S&P 500 turun 17,33 poin (-0,84%) ke level 2.044,81 dan Nasdaq berkurang 32,12 poin (-0,68%) ke level 4.704,07. Dalam sepekan, Dow Jones mengalami penurunan -0,54%, Nasdaq berkurang -0,48%, dan S&P 500 melemah -0,65%

Dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat tipis 4,837 poin (+0,09%) ke level 5.216,66 di akhir pekan. Investor asing terlihat mulai kembali masuk ke bursa dengan membukukan net buy sebesar Rp. 436 Milyar di pasar reguler. Sepanjang pekan kemaren, IHSG cenderung dipengaruhi oleh sentimen dari luar negeri ketimbang dalam negeri. Sentimen yang menjadi sorotan adalah penurunan harga minyak dunia, kisruh politik di Yunani dan FOMC meeting. Dalam sepekan IHSG mengalami penurunan sebesar -0,50%, dengan pemodal asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 220 Milyar di pasar regular.

Keluarnya dana asing di awal tahun karena para pemodal asing mulai menyesuaikan portfolio jelang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini. Net sell asing diperkirakan akan kembali meningkat apabila The Fed mulai mengeksekusi kenaikan suku bunganya yang diperkirakan di kwartal kedua nanti. Walaupun demikian, keluarnya dana asing diperkirakan hanya akan sementara. Hal ini terjadi karena bersamaan dengan dinaikannya suku bunga AS oleh The Fed, justru bank sentral di Eropa dan Jepang mulai memperluas stimulusnya.

Banjir likuiditas dari Eropa dan Jepang ini diperkirakan juga akan masuk ke Indonesia, karena Indonesia masih menarik untuk jadi tujuan investasi investor global. Terlebih harapan investor terhadap peringkat surat utang Indonesia kembali meningkat, setelah kebijakan pemerintah yang mencabut subsidi BBM jenis premium. Kebijakan ini, memicu harapan bahwa lembaga pemeringkat S&P akan meningkatkan peringkat surat utang Indonesia dari BB ke level investment grade BBB.

Salah satu indikator bahwa investor masih nyaman dengan profil risiko Indonesia adalah hasil penawaran awal Global Bond 2015 atau surat utang denominasi dollar AS yang mengalami oversubscribed hingga 4,8 kali lipat, menjadi senilai US$ 19,3 miliar dari target penerbitan yang hanya sebesar US$ 4 miliar. Investor tertarik dengan global bond Indonesia karena investor masih optimistis terhadap defisit transaksi berjalan kedepan, stabilnya iklim politik dan ekonomi di Indonesia, serta meredanya resiko dari isu-isu global.

Berkurangnya resiko di bursa global, meningkatkan kembali minat beli pada market. Hal ini terlihat, setelah berhari-hari melakukan aksi jual, investor asing kembali memborong saham di Bursa Efek Indonesia pada akhir pekan kemaren. Oleh karena itu, kami memprediksikan IHSG akan kembali menguat pada pekan depan. IHSG berpeluang untuk menguji area resisten kuat dikisaran 5250-5262 dan mencoba untuk mencetak rekor harga baru. Namun pelaku pasar sebaiknya tetap berhati-hati ketika pergerakan IHSG disekitar area resisten kuatnya, dimana diperkirakan minat jual akan cenderung meningkat disekitar level tersebut.

Technically, IHSG masih bergerak naik di dalam up trend channelnya. Indikator teknikal Stochastic kembali golden cross di area over bought, sedangkan MACD masih bergerak naik, mengindikasikan bahwa indeks masih bergerak positif. Untuk besok senin, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan level support terdekat di 5207, sedangkan untuk level resistennya diperkirakan berada di level 5250.

11Jan15-IHSG

Dari saham-saham yang saya amati, saham-saham konstruksi terlihat mulai berat untuk melanjutkan kenaikannya dan berpotensi untuk terkoreksi, tapi masih bisa dipantau untuk BoW. Demikian juga dengan sebagian saham perbankan, setelah berhasil menembus resistennya sekarang terlihat mulai akan konsolidasi dulu walaupun terlihat masih dapat melanjutkan penguatannya. Sedangkan saham2 properti terlihat bergerak mixed. Untuk saham mining batu bara terlihat mulai reversal mencoba menguat, namun masih terlalu dini sehingga diperlukan konfirmasi lebih lanjut. Sedangkan saham-saham CPO mulai melambat namun masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Selengkapnya mengenai saham-saham apa saja yang menarik dan berpotensi untuk memberikan profit akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading dan ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Untuk info selengkapnya dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*