Pasca Mencetak Rekor Tertinggi, IHSG Mulai Melemah.. What Next??

Jelang libur Paskah yaitu hari kamis waktu setempat, Wall Street berhasil rebound setelah terkena koreksi dua hari sebelumnya. Data neraca perdagangan dan klaim pengangguran tenaga kerja AS yang positif jadi faktor pendorong naiknya Dow Jones sebesar 65,06 poin (+0,37%) ke level 17.763,24, S&P 500 bertambah 7,27 poin (+0,35%) ke level 2.066,96 dan Nasdaq menguat 6,71 poin (+0,14%) ke level 4.886,94. Dengan penguatan tersebut, maka sepanjang pekan kemaren Wall Street berhasil rebound, dengan Dow Jones mengalami kenaikan sebesar +0,29%, S&P 500 menguat +0,29% namun Nasdaq turun tipis -0,09% dalam sepekan.

Sementara itu, IHSG menutup perdagangan akhir pekan sebelum libur panjang, dengan turun tipis 10,468 poin (-0,19%) ke level 5.456,399. Investor asing tercatat melakukan net buy senilai Rp 284 miliar di pasar reguler. Positifnya data ekonomi di awal bulan dan faktor window dressing Kwartal l-2015, membuat IHSG sepanjang pekan kemaren menguat sebesar +1,1%, dengan dana asing yang masuk ke bursa sebesar Rp 1,876 triliun dalam 4 hari perdagangan pekan kemaren.

Pelemahan yang terjadi 2 hari terakhir pasca IHSG mencapai level tertingginya tergolong masih cukup wajar. Kenaikan IHSG yang sempat mencapai level tertingginya di 5.524,036 pada 1 April lalu, didorong oleh dana asing yang kembali masuk di lantai bursa. Tercatat selama 3 hari terakhir asing terus konsisten melakukan aksi net buy kembali dan menjadi angin segar bagi laju IHSG di tengah ketidakpastian keadaan ekonomi global.

Untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan bergerak beragam cenderung melemah. Faktor eksternal dari melemahnya data ekonomi AS yang dilaporkan saat libur “Good Friday” dan belum terlihat efeknya di pasar saham AS, dimana data pekerjaan hanya bertambah 126.000 dari ekspektasi 245.000, akan menjadi sentimen negatif pada bursa global di awal pekan. Pelemahan data ini, membuat Futures indeks bursa saham AS rata-rata menunjukkan turun 1% setelah rilis data pekerjaan tersebut. Faktor lain adalah Yunani, dimana pada hari kamis depan tanggal 9 April 2015, harus membayar cicilan utang ke IMF sebesar US$ 501 juta. Hubungan Yunani dengan Uni Eropa agak kurang baik, sejak Partai Syriza yang berhaluan radikal kiri dan anti pemangkasan anggaran memenangi pemilu beberapa waktu lalu. Drama kelanjutan bailout Yunani dari Uni Eropa diperkirakan akan menjadi perhatian pelaku pasar pada pekan depan.

Technically, terlihat bahwa trend jangka panjang IHSG masih uptrend dan bergerak naik. Untuk awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak dengan area gap 5397-5411 sebagai level supportnya, sedangkan untuk resisten diperkirakan akan berada di level 5491. Indikator teknikal yang bergerak mixed, dimana MA 5 golden cross keatas MA 20, mengindikasikan trend jangka pendek IHSG yang bergerak positif. Sementara itu indikator teknikal RSI dan MACD yang bergerak mendatar, mengindikasikan bahwa indeks masih berkonsolidasi. Perkiraan kami, untuk pekan depan IHSG bergerak mixed cenderung turun, setidaknya di awal pekan.

05Apr15-IHSG

Dari beberapa saham yang saya amati, saham sektor konstruksi (ADHI, PTPP, WIKA dan WSKT) terkena tekanan jual dan melanjutkan pelemahannya, setelah berita WSKT akan menggelar right issue diharga 1100. Walaupun mampu rebound setelah sempat tertekan hingga 1550 dan berhasil close di 1700, namun dari indikator teknikalnya WSKT masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahannya. Demikian juga dengan saham ASII, terlihat tertekan dan saat ini sedang menguji support 8100-8000. Penembusan support psikologis 8000 akan membuat ASII kembali menguji support 7850, jadi bisa dipantau apakah supportnya mampu bertahan atau tidak. Untuk saham perbankan BBRI, BBCA, BMRI dan BBNI terlihat berkonsolidasi masih dalam trend menguat. Hanya BBTN yang mulai terlihat cenderung melemah terkena profit taking, sedangkan yang menarik adalah BJBR dan BJTM yang terlihat trend penguatan cukup solid, terdorong oleh sentimen deviden yang cukup besar.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis untuk pekan ini. Mengenai detail support dan resisten, serta target dari saham-saham yang menarik untuk diakumulasi akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ide trading dan ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Untuk info selengkapnya dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*