Jika Yunani Beres, IHSG Siap Lanjutkan Penguatannya

Sehari jelang libur perayaan Independence Day, Bursa saham AS menutup perdagangan akhir pekan dengan pelemahan tipis pada hari Kamis lalu. Investor menunggu Yunani menggelar referendum pada Minggu 5 Juli untuk meminta rakyat Yunani memilih apakah masih akan bertahan di zona euro atau keluar. Dow Jones di tutup turun 27,80 poin (-0,16%) menjadi 17.730,11, S&P 500 melemah tipis 0,64 poin (-0,03%) ke level 2.076,78 dan Nasdaq terkoreksi 3,91 poin (-0,08%) ke level 5.009,21. Dalam sepekan kemaren Wall Street berakhir turun, dengan Dow Jones melemah -1,21%, S&P 500 turun -1,18%, dan Nasdaq merosot -1,40%.

Sementara Bursa saham utama Eropa berakhir melemah pada jum’at akhir pekan, karena menunggu hasil keputusan dari referendum Yunani yang akan menentukan masa depan Yunani di zona Euro. Bursa DAX Jerman ditutup turun 40,96 poin (-0,37%) ke level 11.058,39, CAC 40 Prancis melemah 27,34 poin (-0,57%) menjadi 4.808,22, sedangkan FTSE Inggris juga melemah 44,69 poin (-0,67%) ke level 6.585,78. Sepanjang pekan kemaren, pasar saham Eropa anjlok turun, dengan FTSE turun -2,49%, DAX melorot -3,78% dan CAC 40 anjlok -4,96%.

Sebaliknya dari dalam negeri, akhir pekan kemaren IHSG berhasil menguat 38,129 poin (+0,77%) ke level 4.982,910, dengan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 160 milyar dipasar reguler. Dalam sepekan IHSG berhasil naik +1,22% dengan pemodal asing mencatatkan net buy sekitar Rp 725 milyar di pasar reguler.

Saat ini seluruh bursa saham utama dunia menunggu hasil referendum Yunani. Jika rakyat Yunani menolak permintaan penghematan yang diajukan para kreditur dalam referendum yang digelar hari Minggu ini, maka Bursa Global akan kembali tertekan pada pekan depan. Sebaliknya jika menerima bantuan kreditur, maka Bursa saham global akan kembali rebound. Dari hasil jajak pendapat pada akhir pekan, mengindikasikan hasil referendum akan tipis, membuat investor masih hati-hati dan waspada. Semoga Yunani akan berakhir indah seperti sebelum-sebelumnya.

Faktor window dressing dan rilis data ekonomi yang cukup postif di awal bulan membuat IHSG berhasil rebound pada pekan kemaren. Untuk pekan depan, pelaku pasar juga masih menanti perkembangan terakhir tentang Yunani terkait hasil referendumnya. Hasil referendum Yunani pada hari Minggu ini akan menjadi faktor penting penggerak IHSG pada pekan depan. Jika rakyat Yunani memilih “NO” (tidak setuju dengan proposal bail out yang diajukan oleh negara kreditur), maka Yunani berpeluang keluar dari zona Euro dan pasar akan kembali bergolak, memberikan peluang bagi IHSG untuk kembali melemah. Namun jika hasilnya “YES” maka IHSG berpeluang break out area resisten konsolidasi 4992, sehingga kembali dalam trend naik jangka pendek. Hingga tulisan ini dirilis, hasil jajak pendapat sementara menyatakan pendukung “YES” lebih unggul walaupun hanya tipis.

“Dari kondisi teknikal terakhir IHSG sudah kelihatan mulai kondusif dan tampak condong menguat menuju level psikologis 5000”

Seperti kita ketahui bahwa penurunan IHSG dari level tertingginya di 5524 hingga di bawah level psikologis 5000, terjadi setelah pemerintah merilis pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 yang turun jauh di bawah 5%. Nah, dengan keyakinan pemerintah saat ini bahwa pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II-2015 bakal lebih baik daripada kuartal pertama yang hanya tercatat 4,71%, maka IHSG pun condong kembali menguat keatas level 5000 lagi.

Optimisme pemerintah tersebut dapat terlihat dari pernyataan BI yang memperkirakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5% di Kuartal II-2015. BI mengatakan bahwa hal tersebut didasari oleh kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah yang menjanjikan akan mengoptimalkan belanja pemerintah terutama belanja infrastruktur. Pernyataan BI pada bulan Mei lalu tersebut serasa “mendapat peneguhan” dari pernyataan Menkeu Bambang Brodjonegoro pada awal bulan ini, yang memproyeksikan pada Semester I-2015 pertumbuhan ekonomi akan berada pada kisaran 4,9%. Dengan perhitungan matematika sederhana, jika pertumbuhan kuartal I sebesar 4,7% dan proyeksi pertumbuhan Semester I menjadi 4,9%, maka secara tidak langsung pemerintah sudah memberikan contekan bahwa pertumbuhan di kuartal II akan diatas 5% lebih sedikit.

Sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi yang membaik, maka dana asing sudah mengalir masuk lagi ke Bursa Indonesia yang mulai terlihat konsisten semenjak akhir bulan lalu, walaupun belum terlihat signifikan. Kami yakini jika masalah krisis Yunani berakhir indah, maka dana asing akan kembali mengalir deras ke market kita. Terlebih lagi jika nanti data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2015 yang rencananya akan dirilis pada pertengahan bulan yaitu sebelum libur panjang lebaran , benar-benar tumbuh diatas 5%. Jadi kesimpulannya: jika Yunani beres, tidak ada yang dapat menghalangi IHSG untuk tembus keatas level 5000 lagi..!!

Secara teknikal, short term IHSG masih konsolidasi dikisaran 4826-4992. Jika IHSG mampu menembus keatas resisten konsolidasi di 4992, maka indeks akan mengkonfirmasi teknikal rebound pola reversal W-shapped formation dengan target menuju kisaran 5125 hingga 5200 yang merupakan area MA 200 nya. Kenaikan diatas MA 200 di level 5200, akan menembus down trend resisten dan membuat IHSG kembali ke dalam trend bullish!! Dari indikator teknikal masih condong menguat lebih lanjut. Stochastic masih bergerak naik, sedangkan MACD mulai menguat di bawah centerline dengan histogram bar positif. Dalam kondisi normal, untuk besok senin IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4946, sedangkan untuk resistennya akan berada di 5025.

 05Juli15-IHSG

IHSG memang masih terlihat berkonsolidasi dengan bergerak sideways dalam jangka pendek. Akan tetapi dari beberapa saham sudah terlihat mulai keluar dari area konsolidasi jangka pendeknya. Bahkan beberapa diantaranya sudah rebound setelah mengkonfirmasi pola double bottoms, terutama saham-saham sektor konstruksi. Dari saham-saham yang saya amati telah confirm rebound diantaranya WIKA, ADHI, PTPP, WSKT, NRCA dan AISA. Sedangkan yang bakalan menyusul akan rebound beberapa diantaranya adalah BBRI, BBNI, BBCA, BMRI, UNVR, INDF dan BSDE. Memang banyak saham yang mulai memunculkan sinyal rebound, namun sekali lagi tetap berhati-hati karena sentimen negatif terutama dari Yunani masih belum selesai. Jadi tetap kontrol resiko dan selalu disiplin serta atur money management dengan bijaksana.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis untuk pekan ini. Mengenai detail support dan resisten, serta target dari saham-saham yang menarik untuk di tradingkan maupun diakumulasi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*