Outlook IHSG Tahun 2016

Saham-saham di Wall Street berakhir turun dengan volume perdagangan yang tipis pada penutupan perdagangan akhir tahun (31 Desember 2015 waktu setempat). Dow Jones turun 178,84 poin (-1,02%) ditutup di level 17.425,03, S&P 500 melemah 19,42 poin (-0,94%) berakhir di 2.043,94, dan Nasdaq berkurang 58,44 poin (-1,15%) menjadi 5.007,41. Sepanjang pekan terakhir di tahun 2015, Bursa AS melemah dengan Dow Jones turun -0,72%, S&P500 berkurang -0,83% dan Nasdaq merosot -0,81%. Sedangkan untuk sepanjang tahun 2015, Dow Jones mengalami penurunan -2,23%, S&P 500 kehilangan -0,71%, namun Nasdaq berhasil naik +5,73%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan hari terakhir tahun 2015 dengan penguatan 23,647 poin (+0,52%) ke level 4.593,008, dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 60 Milyar di pasar reguler. Dalam sepekan yang hanya berlangsung 3 hari perdagangan, IHSG berhasil menguat +1,56% dan investor asing tercatat membukukan net sell sekitar Rp. 298 milyar. Sedangkan untuk sepanjang tahun 2015 lalu, IHSG membukukan penurunan sebesar -12,13%, dengan dana asing yang keluar dari bursa hampir sekitar Rp. 25 Triliun.

Jika kita flashback dengan melihat kilas balik sepanjang 2015, IHSG bergerak dalam 4 fase, yaitu:

  1. Bergerak naik di awal tahun dari Januari-Maret 2015. IHSG sempat mencatatkan level tertinggi sepanjang sejarahnya di 5.524,036.
  2. Sepanjang April-September 2015, IHSG terus turun dan memasuki trend bearish. IHSG sempat menyentuh level terendahnya tahun lalu di 4.033,587 pada akhir september 2015.
  3. IHSG mengalami rebound di bulan Oktober 2015.
  4. IHSG mengalami konsolidasi di 2 bulan terakhir tahun lalu.

02Januari16-IHSG2015

Sebagian besar bursa dunia cenderung melemah pada tahun 2015 lalu. Tapi IHSG termasuk bursa dengan kinerja terburuk. Bursa Efek Indonesia mencatatkan kinerja terburuk kesepuluh di dunia dan ke tiga di kawasan Asia, setelah STI Singapura -14,34% dan SET Thailand -14,0%.

Global Market 2015Penyebab turunnya IHSG tidak luput dari perkembangan ekonomi global yang berpengaruh pada kondisi perekonomian dalam negeri. Drama kenaikan suku bunga The Fed yang membuat nilai USD menguat terhadap mayoritas mata uang dunia dan memicu keluarnya dana asing dari bursa saham Indonesia, serta anjloknya harga komoditas khususnya minyak dunia akibat kelebihan pasokan dan melambatnya ekonomi dunia terutama China, membuat Sektor Mining turun -40,75% sepanjang tahun lalu dan menjadikannya sebagai sektor dengan kinerja tahunan terburuk sejak resesi global tahun 2008. Masalah lain dari dalam negeri adalah kegaduhan politik dan masalah-masalah korupsi, serta kurang mulusnya penyerapan anggaran, rendahnya penerimaan pajak dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Lalu bagaimana dengan perkiraan kinerja IHSG untuk tahun 2016 ini? Apakah IHSG akan naik atau turun dalam tahun ini? Untuk memperkirakannya maka kami akan mencoba menganalisa dan mengulasnya dengan melihat dari sisi ancaman serta peluang apa yang akan terjadi di tahun ini.

THE THREATS

Satu-satunya ancaman serius bagi ekonomi dunia untuk tahun ini adalah terus turunnya harga komoditas dan energi, khususnya minyak dunia. Bahkan harga minyak yang saat ini berada di kisaran level terendahnya sejak 7 tahun terakhir, yaitu di US$35-37/barrel, oleh para analis diperkirakan dapat terus turun hingga level $20/barrel pada tahun ini. Penurunan harga minyak memang baik untuk pemulihan ekonomi dunia, namun disisi lain, sangat buruk bagi negara – negara dan perusahaan produsen minyak dunia.

Penurunan minyak dunia ini akibat kondisi yang oversupply, setelah Amerika Serikat yang menjadi produsen Shale Oil terbesar di dunia saat ini, terus meningkatkan kapasitas produksinya. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya rencana bagi OPEC untuk menurunkan produksi minyaknya. Ditambah lagi dengan pencabutan terhadap sanksi ekonomi Iran membuat negara penghasil minyak bumi terbesar ke-enam di dunia tersebut bebas mengekspor minyaknya. Alhasil kondisi ini makin membuat pasokan minyak mentah melimpah, ditengah turunnya permintaan akibat perlambatan ekonomi Global.

threats_opportunityDampak dari anjloknya harga energi dan komoditas jika terus berlanjut, akan memunculkan potensi krisis baru dan berpeluang menimbulkan resesi akibat kredit macet di perusahaan2 dan negara2 produsen minyak dan komoditas. Selain itu, faktor lain yang berpotensi menjadi ancaman bagi ekonomi global adalah kemungkinan meningkatnya aksi terorisme di dunia. Paska serangan terorisme di Paris yang dilakukan oleh ISIS beberapa waktu lalu, dunia menyatakan perang terhadap terorisme. Aksi perang ini diyakini akan mendapatkan serangan balasan dari ISIS sehingga berpotensi meningkatkan ancaman terorisme baru di negara-negara yang tergabung dalam koalisi internasional. Disamping itu, berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global yaitu perlambatan ekonomi yang diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun ini, khususnya China masih menjadi beban bagi perekonomian dunia.

Itulah ancaman-ancaman yang berpotensi menghambat dan menjadi rintangan bagi laju kenaikan bursa dunia pada umumnya atau IHSG pada khususnya di tahun ini. Lalu bagaimana dengan peluang-peluang dan propek bagi IHSG?

 

THE OPPORTUNITIES

Dengan dinaikannya Fed Rate pada pertengahan bulan desember kemaren, maka berakhir sudah drama ketidakpastian di market yang telah berlangsung hampir selama 2 tahun terakhir tersebut. Pelaku pasar sudah mulai dapat mengantisipasi akan kenaikan lanjutan pada periode FOMC meeting berikutnya, karena arah kebijakan AS sudah mulai dapat dibaca atau diperkirakan. Dengan mulai bangkitnya ekonomi negara dengan perekonomian terkuat di dunia ini, diharapkan dapat mulai meningkatkan permintaan akan komoditas dan energi, sehingga dapat menahan laju penurunan harga komoditas energi lebih lanjut.

Sementara dari dalam negeri, berita positif diawal tahun mulai muncul dari penurunan tarif listrik PLN dan harga BBM. Kebijakan ini akan memberikan efek dalam jangka pendek berupa rendahnya inflasi di bulan Januari, sehingga memberikan ruang fiskal bagi BI untuk menurunkan BI rate pada pertemuan RDG mendatang. Kalau BI rate turun maka akan positif bagi IHSG.

Sentimen positif lainnya adalah anggaran APBN 2016 bisa langsung dikucurkan dari sejak awal tahun ini sehingga ekonomi bisa langsung berlari. Tidak seperti tahun lalu yang tersandsera oleh permasalahan nomenklatur dan manuver politik pemerintah-DPR, sehingga sampai kuartal II dana APBN tidak mengucur. Berkaca pada permasalahan tahun lalu, maka pada Oktober 2015 banggar DPR telah menyetujui RAPBN 2016 senilai Rp 2.095,7 triliun, sehingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) yang telah melakukan lelang proyek2 untuk tahun anggaran 2016 pada bulan Agustus lalu, pemenang proyek bisa langsung mengerjakan proyeknya sejak dari awal tahun ini karena dananya telah siap.

Sebenarnya kondisi membaik sudah mulai terlihat setelah terjadinya kenaikan penjualan semen di kuartal IV-2015 yang menunjukan bahwa belanja pemerintah di bidang infrastruktur sudah mulai berjalan. Memang percepatan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu katalis yang diharapkan oleh pemerintah untuk pendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia, disamping langkah pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor swasta lebih besar dibanding kontribusi pertumbuhan dari belanja pemerintah.

Kebijakan lain yang dianggap pro pasar yaitu keluarnya berbagai paket kebijakan ekonomi dan deregulasi serta berbagai insentif bagi pertumbuhan investasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah sejak dari tahun lalu. Sentimen positif ini akan makin kuat bila terjadi sinkronisasi yang kuat antar lembaga pemerintah untuk memuluskan berbagai program pembangunan. Untuk itu diharapkan Bank Indonesia mau menurunkan suku bunga acuan lebih rendah dari perkiraan (perkiraan tahun ini BI rate dapat turun sebesar 50 bps).

Selain itu, memasuki tahun ke-dua pemerintahan Presiden Jokowi, diharapkan akan lebih solid dan kinerja lebih baik daripada tahun pertama, karena sudah lebih berpengalaman. Target pertumbuhan ekonomi, program-prgram kebijakan pemerintah dalam pembangunan ekonomi dan infrastruktur serta penerimaan negara diharapkan dapat lebih tercapai.

Jika semuanya dapat berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan dan rencana berjalan sesuai ekspektasi, maka pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang diperkirakan sekitar 4,7% akan membaik di tahun ini. Untuk tahun 2016 ini, pemerintah menargetkan ekonomi diperkirakan akan tumbuh membaik menjadi 5,3%, artinya ekonomi dapat tumbuh 12% jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2015 lalu.

 

THE CONCLUSION

conclusionWalaupun kemungkinan masih akan banyak terjadi ketidakpastian dan gejolak di tahun ini baik dari dalam dan luar negeri, namun untuk tahun depan pelaku pasar tampaknya lebih optimis. Hal ini terlihat dari kumpulan riset2 yang dikeluarkan oleh sekuritas2 besar baik lokal maupun asing yang memprediksikan IHSG akan membaik di tahun 2016 ini. Rata-rata analis sekuritas memasang target IHSG untuk tahun 2016 ini dikisaran 5000-6000. Mereka optimis akan kondisi ekonomi Indonesia di lapangan kedepan. Realisasi pembangunan infrastruktur, kinerja terbaru dan kedepan dari para emiten, normalisasi kurs Rupiah kenilai wajarnya, perkiraan reboundnya harga komoditas pada pertengahan tahun ini dan sebagainya adalah alasan2 yang dimasukan kedalam asumsi perhitungan target IHSG untuk tahun ini.

Selain itu, alasan lain penurunan IHSG hanyalah bagian dari siklus yang normal terjadi dalam jangka panjang pergerakan bursa saham suatu negara. Berdasarkan statistik, dalam jangka panjang bursa selalu mengalami pertumbuhan, karena kenaikan selalu lebih banyak dari penurunan. Kita ambil contoh di Amerika Serikat, dalam 50 tahun terakhir sejak 1965 – 2014, indeks S&P500 tercatat mengalami penurunan 15 kali pada tahun-tahun tertentu, sementara di tahun-tahun sisanya yaitu 35 tahun lainnya S&P500 bergerak naik. Dengan kata lain, indeks S&P500 rata-rata turun sekali setelah mengalami kenaikan setiap 2-3 tahunnya. Sementara sejak 2005 – 2015, IHSG total mengalami penurunan 3 kali (tahun 2008, 2013, 2015) dan selebihnya naik di 8 tahun sisanya. Ini artinya IHSG rata-rata turun sekali setiap tiga tahun.

Return IHSG

Jadi dari data statistik sederhana diatas, kami berasumsi bahwa bagian terburuk dari siklus pasar telah berlalu. Disamping juga dengan mempertimbangkan mulai membaiknya beberapa kondisi fundamental ekonomi makro dalam negeri, maka kami berharap IHSG dapat menunjukkan kecenderungan untuk bergerak menguat di tahun ini, dengan target penguatan dikisaran level 5.200-5.500. Itu artinya potensi kenaikan sekitar 13%-20% dari posisi penutupan tahun 2015 di level 4.593,01. Jadi jika terjadi penurunan, maka gunakan kesempatan tersebut untuk melakukan akumulasi. Tentu saja juga harus memperhatikan prospek kinerja fundamental dan manajemen dari tiap2 emitennya.

 

Lalu bagaimana perkiraan IHSG pada awal perdagangan tahun ini?

Setelah mengalami window dressing pada pekan akhir tahun 2015 lalu, dengan rally naik 6 hari berturut-turut, maka secara teknikal, short term IHSG menjadi rawan aksi profit taking. IHSG berpotensi turun dalam jangka pendek menguji support 4555. Sedangkan untuk resisten terdekat IHSG berada di 4621 dan resisten selanjutnya berada di level 4696. Indikator teknikal yang bergerak positif, dimana Stochastic naik diarea overbought, sedangkan MACD masih bergerak positif dengan cross up keatas centreline dan histogram bar bergerak naik, mengindikasikan bahwa indeks masih bergerak positif.

03Januari16-IHSG

Seperti biasa diawal bulan, maka pelaku pasar mencermati data-data makro ekonomi yang akan dirilis pada senin besok, antara lain data manufakturing, data inflasi dan data kepercayaan konsumen bulan desember. Sementara hari rabu depan, investor mencermati rilis data penjualan ritel bulan November dan pada hari kamisnya rilis data cadangan devisa. Jika data yang dirilis bagus maka akan menjadi sentimen positif bagi IHSG diawal tahun dan membuka peluang terjadinya sentimen January Effect.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam market outlook 2016 dan weekly strategic analysis untuk pekan depan. Selengkapnya mengenai saham-saham apa saja yang menarik dan berpotensi untuk memberikan profit sepanjang tahun 2016 akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market poutlook, ide trading dan ingin mengkonsultasikan portfolio anda, maka segera bergabunglah ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com. Untuk info selengkapnya dapat melihatnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Save Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*