Out Of Consolidation, IHSG Ready To Moving Forward To The Next Level

Naiknya harga minyak dan positifnya data laporan tenaga kerja AS berhasil membuat Bursa AS di tutup menguat pada akhir pekan. Data non farm payroll menambahkan sebanyak 242.000 pekerjaan pada bulan Februari 2016, melampaui ekspektasi. Sedangkan tingkat pengangguran AS tak berubah di level 4,9%, membuat Dow Jones di tutup naik 62,87 poin (+0,37%) ke level 17.006,77, S&P 500 bertambah 6,59 poin (+0,33%) ke level 1.999,99 dan Nasdaq menguat 9,6 poin (+0,2%) ke level 4.717,02. Bursa Wall Street memperpanjang kenaikannya menjadi 3 pekan berturut-turut, dengan Dow Jones berhasil naik +2,2%, S&P 500 menguat +2,67% dan Nasdaq bertambah +2,76% dalam sepekan.

Sementara dari dalam negeri, IHSG terus bergerak positif dan di tutup menguat 6,844 poin (+0,14%) ke level 4.850,883 pada akhir pekan. Investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp. 245 Milyar dipasar reguler. Menguatnya IHSG seiring dengan kenaikan mayoritas Bursa Saham Asia dan penguatan nilai tukar Rupiah. Dalam sepekan IHSG berhasil menguat sebesar 2,47%, dengan dana asing yang mengalir masuk ke bursa sebesar Rp. 2,22 triliun dalam sepekan.

Banyaknya sentimen positif baik dari dalam dan luar negeri terus mendorong kenaikan IHSG, sehingga menguat 8 hari berturut-turut. Pasar saham dunia mulai pulih dari kekhawatiran anjloknya harga minyak dan kecemasan akan resesi yang terjadi pada awal tahun 2016 ini. Dengan naiknya harga minyak menembus keatas level psikologis US$ 35/barrel di akhir pekan, menghilangkan kecemasan investor akan kondisi yang terjadi pada market dan tidak seburuk yang dibayangkan pada awal tahun ini. Sedangkan dari dalam negeri, turunnya BBM non subsidi dan TDL akan menekan inflasi untuk tetap rendah, sehingga membuka ruang bagi BI untuk kembali menurunkan suku bunganya dalam RDG BI pada tanggal 16 – 17 Maret nanti. Kondisi ini menumbuhkan optimisme perbaikan ekonomi kedepan, sehingga mengundang dana asing mengalir masuk dan membuat nilai tukar Rupiah menguat mendekati level psikologis 13.000/US$.

Naiknya IHSG menyentuh level 4850 sesuai dengan prediksi kami pada 3 pekan lalu dalam ulasan: “Setelah Konsolidasi, IHSG Siap Melanjutkan Kenaikannya Keatas Level 4800”. IHSG berhasil lepas dari fase konsolidasi jangka pendeknya setelah berhasil tembus resisten 4800. Kenaikan IHSG sejalan dengan pasar saham global yang juga bergerak menguat bersamaan dengan kenaikan harga minyak yang mencapai level US$ 36,32/barrel pada akhir pekan kemaren. Secara teknikal, harga minyak telah berhasil keluar dari area konsolidasinya dan membentuk pola double bottoms dengan target menuju kisaran US$ 43 per barrel.

06Maret16-OIL

Sedangkan Dow Jones juga terus bergerak naik, pasca berhasil keluar dari pola konsolidasinya. Penembusan resisten 16.510 beberapa waktu lalu telah mengkonfirmasi pembentukan pola double bottoms, sehingga Dow Jones berpotensi menuju target dikisaran 17.500.

06Maret16-DJIA

Sementara IHSG sendiri, technically telah kembali melanjutkan pola uptrend di dalam channel trend kenaikannya. Terdapat gap bawah dikisaran 4781-4808 yang akan menjadi support bagi IHSG pada pekan ini. Sedangkan untuk resisten pekan ini diperkirakan berada dikisaran 4920-4950. Indikator teknikal MACD yang kembali golden cross dengan histogram naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG dalam trend positif.

06Maret16-IHSG

Untuk pekan ini, selain menunggu rilis kinerja keuangan emiten, investor juga menunggu data cadangan devisa yang akan dirilis pada hari senin. Sementara dari luar negeri beberapa data ekonomi dan agenda penting yang akan menjadi perhatian para pelaku pasar adalah:

  • Hari Selasa: data export-import dan neraca perdagangan China, GDP growth rate zona eropa dan pidato beberapa pejabat The Fed.
  • Hari Kamis: rilis data inflasi China, konferensi pers ECB dan keputusan suku bunga zone Eropa, serta data klaim pengangguran AS.

Untuk awal pekan, perkiraan saya IHSG berpotensi menguat terbatas dan setelah itu akan cenderung konsolidasi, mengingat pada hari Rabu ada libur Hari Raya Nyepi. Selanjutnya IHSG akan rawan profit taking jelang akhir pekan. Selain karena kondisi jangka pendek yang sudah mulai overbought, mengingat IHSG telah naik 8 hari berturut-turut, juga bursa saham global akan cenderung mengalami profit taking. Seperti biasa, sepekan jelang pertemuan The Fed (jadwal FOMC meeting tanggal 15-16 Maret 2016), pelaku pasar akan mengantisipasi naiknya Fed rate, setelah data makro ekonomi AS yang dirilis pada pekan lalu cukup baik.

Apabila terjadi profit taking, IHSG berpeluang menutup gap diposisi 4781-4808. Mengingat IHSG telah masuk pola uptrend lagi, maka jika terjadi koreksi adalah kesempatan untuk kembali melakukan akumulasi. Bagi trader untuk sementara trading jangka pendek dulu pada saham-saham tertentu, mengingat kondisi short term yang telah overbought. Sementara bagi investor, wait and see sambil menunggu untuk melakukan akumulasi pada saham-saham dengan kinerja bagus jika terjadi koreksi.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Dan bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*