Menanti Langkah The Fed & BI, Bagaimana IHSG Akan Bergerak?

Bursa AS di tutup menguat pada akhir pekan, setelah investor menyambut positif langkah ECB yang kembali memangkas suku bunga dan menambah stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Eropa. Menguatnya harga minyak yang naik lebih dari 2% ikut mendorong kenaikan bursa AS. Dow Jones ditutup melonjak 218,18 poin (+1,28%) ke level 17.213,31, S&P 500 bertambah 32,62 poin (+1,64%) ke level 2.022,19 dan Nasdaq menguat 86,31 poin (+1,85%) ke level 4.748. Dengan kenaikan tersebut, maka Wall Street memperpanjang kenaikannya menjadi 4 pekan berturut-turut, dengan Dow Jones berhasil naik +1,21%, S&P 500 menguat +1,11% dan Nasdaq bertambah +0,67% dalam sepekan.

Dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan pekan ini dengan ditutup menguat 20,576 poin (+0,43%) ke level 4.813,779. Investor asing membukukan net sell tipis sebesar Rp. 11 Milyar dipasar reguler. IHSG berhasil mengakhiri pelemahan 3 hari berturut-turut, seiring dengan penguatan bursa Asia yang merespon langkah stimulus ekonomi oleh ECB. Walaupun berhasil menguat, namun IHSG masih membukukan pelemahan -0,76% sepanjang pekan lalu, dengan dana asing yang tercatat keluar sebesar Rp. 24 Milyar dipasar reguler. Sepanjang tahun ini, IHSG masih berada di zona positif dengan kenaikan +4,81%, terbaik ke-2 di kawasan regional ASia Pasifik setelah Thailand yang membukukan kenaikan +8,12%.

Sesuai perkiraan pada pekan sebelumnya, IHSG telah berhasil menutup gap di 4781-4808, lalu rebound menguat lagi dan kembali bertengger diatas level 4800. Sentimen positif dari external dan kenaikan harga minyak, berpotensi mengangkat IHSG kembali melanjutkan pola kenaikannya didalam uptrend channelnya pada pekan ini. Indikator RSI kembali bergerak naik, sedangkan MACD bergerak mendatar dengan histogram bar turun, tapi masih diarea positif. Dari kondisi teknikal tersebut, mengindikasikan bahwa IHSG berpotensi untuk kembali menguat didalam pola uptrend jangka pendeknya. Untuk pekan ini, kami perkirakan IHSG akan bergerak dengan support dikisaran 4761-4780. Sementara untuk resisten terdekat di 4870, jika dapat dilewati akan menuju resisten selanjutnya dikisaran 4920-4950.

13Maret16-IHSG

Untuk pekan depan, perhatian pelaku pasar global akan tertuju pada langkah The Fed yang akan menggelar pertemuan tanggal  15-16 Maret, untuk menentukan arah suku bunganya. Menurut survei Bloomberg, diperkirakan The Fed tidak akan menaikan suku bunganya pada bulan ini dan baru akan menaikkan pada Juni mendatang. Namun yang lebih penting adalah pernyataan Jannet Yellen, terkait kebijakan Fed rate kedepan, apakah selanjutnya akan dipercepat atau tidak. Analis memperkirakan setidaknya akan ada dua kali kenaikan di tahun ini. Ditengah suku bunga global yang cenderung rendah, bahkan negatif interest rate, diharapkan pernyataan Yellen akan lebih kondusif, sehingga akan mendukung penguatan pasar saham dunia lebih lanjut.

Selain menunggu pernyataan The Fed, berikut data-data ekonomi dan agenda yang dinggap penting dan dapat mempengaruhi pergerakan market global pada pekan ini:

  • Hari Selasa: konferensi pers BOJ, rilis data penjualan ritel AS dan data ketenagakerjaan zona eropa.
  • Hari Rabu: rilis data inflasi AS, data persediaan minyak AS, Keputusan Fed Rate, proyeksi ekonomi AS dan Konferensi pers The Fed serta ECB Non Monetary Policy Meeting
  • Hari Kamis: rilis data klaim pengangguran AS dan data neraca perdagangan zone eropa.

Selain data dari eksternal, data dari dalam negeri yang tidak kalah pentingnya serta dapat mempengaruhi gerak IHSG adalah data export-import dan neraca perdagangan bulan Februari yang akan rilis pada hari selasa, serta keputusan BI rate pada hari kamis. Ada spekulasi BI rate akan kembali diturunkan guna mengimbangi penguatan nilai tukar Rupiah yang telah menguat sekitar 5,5% sepanjang tahun ini. BI dan pemerintah berupaya untuk menjaga stabilitas agar Rupiah tidak menguat terlalu cepat. Selain itu, dengan turunnya BI rate akan mendukung rencana pemerintah dan OJK agar suku bunga kredit perbankan dapat ditekan ke Single Digit. Jika BI rate kembali diturunkan akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG hingga akhir bulan ini.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meskipun trend IHSG masih berupa trend naik dalam jangka pendek, namun jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Untuk trader, tetap lakukan safe trading, dengan trading jangka pendek pada saham-saham tertentu sambil menunggu keputusan The Fed dan BI rate. Sementara bagi investor dapat melakukan akumulasi pada saham-saham yang telah merilis kinerja bagus dan mempunyai prosepek kinerja kedepan yang cemerlang tapi harganya sedang terdiskon turun.

Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*