IHSG Melanjutkan Konsolidasinya, Wait & See

Bursa Wall Street merosot pada penutupan perdagangan akhir pekan. Penurunan harga minyak dan saham Apple menyeret pasar ke zona merah. Harga minyak turun karena pelaku pasar mengantisipasi pertemuan akhir pekan negara2 produsen minyak dunia di Doha untuk mendiskusikan pemangkasan produksi demi mengurangi melimpahnya pasokan minyak global. Sementara investor melepas saham Apple setelah penjualan iPhone 6S dan 6S Plus tak sesuai harapan. Dow Jones di tutup turun 28,97 poin (-0,16%) menjadi 17.897,46, S&P 500 kehilangan 2,05 poin (-0,1%) ke 2.080,73 dan Nasdaq melemah 7,67 poin (-0,16%) menjadi 4.938,22. Walaupun turun diakhir pekan, namun bursa utama AS masih membukukan keuntungan selama sepekan, dengan Dow Jones naik +1,82%, S&P bertambah +1,62% dan Nasdaq menguat +1,8%.

Dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan ditutup naik tipis 8,722 poin (+0,18%) ke level 4.823,568. Setelah bergerak bervariasi sepanjang perdagangan, namun akhirnya laju IHSG mampu berbalik arah ke zona hijau pada akhir perdagangan berkat aksi beli investor asing yang membukukan net buy sebesar Rp. 247 milyar dipasar reguler. Sepanjang pekan, IHSG mengalami penurunan walupun tekanan tidak terlalu besar. Tekanan pada IHSG terjadi setelah ada sejumlah institusi melakukan penyesuaian terhadap portofolio saham bank dan mengalihkannya ke instrumen investasi lainnya. Dalam sepekan IHSG melemah -0,48%, dengan disertai arus modal asing yang keluar dari bursa sebesar Rp. 785 Milyar dipasar reguler.

Ditengah penguatan pasar saham dunia  yang cukup signifikan pada pekan lalu, IHSG malah tertekan dan masih cenderung bergerak dalam pola konsolidasi. Tekanan yang dialami oleh IHSG terjadi terutama disebabkan oleh turunnya saham sektor perbankan. Saham perbankan mendapat tekanan setelah BI berencana menerapkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebagai kebijakan suku bunga menggantikan BI Rate yang akan mulai berlaku tanggal 19 Agustus 2016. BI 7-Day Repo Rate adalah suku bunga operasi moneter yang sekarang berada pada level 5,5%. Sementara BI rate adalah suku bunga 12 bulan dalam struktur suku bunga operasi moneter yang saat ini berada di 6,75%.

Kebijakan yang akan dikeluarkan oleh BI ini bertujuan agar kebijakan moneter Indonesia bisa berjalan sesuai dengan harapan pemerintah, utamanya untuk menggairahkan aktivitas ekonomi di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi di masa-masa yang akan datang. Sayangnya, kebijakan ini berpotensi menurunkan suku bunga kredit sehingga berpeluang menggerus laba perbankan. Akibat kebijakan ini, indeks sektor keuangan turun hingga -3,2% pada pekan lalu.

Technically, kondisi IHSG secara umum belum banyak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan pekan lalu. IHSG masih terlihat bergerak sideways dalam area range trading di 4760-4900. Indikator teknikal Stochastic kembali death cross, sedangkan MACD masih condong bergerak turun diatas centreline dengan histogram bar ada diarea negatif, mengindikasikan kecenderungan IHSG masih mengalami konsolidasi condong melemah. Jika turun dan gagal bertahan di support 4760, maka IHSG berpeluang melemah menuju target di 4620-4627. Sebaliknya jika IHSG dapat melewati resisten 4900-4908 dan mampu bertaham diatas level tersebut, maka IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya menuju level 4975-5050 sebagai target penguatannya.

17April16-IHSG

Untuk awal pekan besok, pergerakan pasar akan sangat dipengaruhi oleh hasil pertemuan produsen minyak di Doha yang diadakan hari ini, Minggu 17 April 2016. Untuk sementara harga minyak bergerak sideways di kisaran level US$40-an per barel. Berita terakhir (hingga tulisan ini dibuat) tidak ada deal yang jelas dari negara2 produsen minyak untuk memangkas produksinya. Perlu dicermati bagaimana respon pasar terhadap hasil pertemuan ini pada awal pekan besok.

Sementara itu beberapa data ekonomi dan agenda penting yang akan menjadi perhatian pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Minggu: Pertemuan produsen minyak di Doha dan IMF Meeting
  • Hari Senin: Rilis indeks data perumahan China
  • Hari Selasa: Rilis indeks sentimen ekonomi Jerman, rilis building permits dan data perumahan AS
  • Hari Rabu: rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis data klaim pengangguran AS, Press Conference dan keputusan suku bunga ECB

Sedangkan dari dalam negeri,  data ekonomi yang ditunggu oleh pelaku pasar adalah hari rabu rilis foreign direct investment dan hari kamis pengumuman BI rate.  Diperkirakan akan tetap (tidak berubah) di level 6,75%, mengingat sudah tiga kali berturut-turut BI menurunkan suku bunga sebesar 25 bps sejak awal tahun ini.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Tetap disarankan untuk  selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat. Bagi trader untuk sementara lebih baik trading jangka pendek dulu pada saham-saham tertentu, sambil mencermati kondisi kearah mana IHSG akan bergerak. Safe trading..!! Hati-hati jika level support 4760 tertembus dan IHSG gagal bertahan diatasnya.

Karena saya masih yakin dengan outlook ekonomi Indonesia kedepan, maka bagi investor jika ada penurunan, gunakan kesempatan ini untuk mengakumulasi saham2 yang memiliki kinerja dan prospek kedepan yang bagus. Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*