IHSG Consolidation After Rally, Buy On Weakness

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street berakhir flat pada akhir pekan, setelah laporan laba yang mengecewakan dari saham blue chip sektor perbankan, membatasi sentimen positif dari data penjualan ritel AS yang solid. Dow Jones menyentuh level tinggi baru dengan di tutup naik 10,14 poin (+0,05%) ke level 18.516,55. Sedangkan S&P 500 terkoreksi tipis 2,01 poin (-0,09%) menjadi 2.161,74 dan Nasdaq turun 4,47 poin (-0,09%) menjadi 5.029,59. Walaupun berakhir flat, namun bursa utama AS berhasil melanjutkan kenaikan selama 3 minggu berturut-turut dan membukukan reli terpanjang dalam 4 bulan terakhir. Dalam sepekan, Dow Jones menguat +2,04%, S&P 500 naik +1,49% dan Nasdaq bertambah +1,47%. Reli di Wall Street pekan lalu telah mendorong Dow Jones dan S&P 500 ke level tertinggi sepanjang sejarahnya.

Sementara dari dalam negeri, IHSG pada akhir pekan ditutup menguat 26,639 poin (+0,52%) ke level 5.110,178, bersamaan dengan bursa saham Asia yang juga kompak menguat. Dana asing masuk tercatat Rp. 775 Milyar di pasar reguler. Dalam sepekan, IHSG berhasil melonjak +2,79%, didukung dari bursa regional, global dan sentimen domestik masih terkait tax amnesty, serta data ekonomi yang dirilis pada pekan lalu cukup positif. Sepanjang pekan, dana asing terus mengalir deras dan tercatat membukukan net buy sebesar Rp. 5,43 triliun.

Sesuai perkiraan pekan sebelumnya, IHSG kembali melanjutkan trend kenaikannya pasca libur panjang lebaran. Bahkan IHSG terlihat mulai nyaman berada diatas level psikologis 5000. Derasnya aliran dana asing yang masuk sejak disahkannya UU Tax Amnesty oleh DPR sebelum puasa, ditambah sentimen dari kondisi bursa regional dan global yang terlihat relative positif, membuat IHSG keliatan susah untuk bergerak turun.

Saat ini IHSG masih mempertahankan tren penguatannya, walaupun dalam jangka pendek kondisi overbought masih terlihat. Tax amnesty terus menyulut aliran dana asing masuk membanjiri market, sehingga cukup sulit bagi IHSG untuk terkoreksi lama. Seperti yang kami prediksikan pekan lalu, target potensial bagi IHSG saat ini ada di kisaran level 5200-5250 dalam beberapa pekan kedepan dapat tercapai, jika tidak ada gangguan dari external. Hingga akhir bulan ini, fokus perhatian investor akan tertuju pada rilis laporan keuangan pendapatan emiten.

Tehnically, untuk awal pekan besok IHSG diperkirakan akan cenderung bergerak mixed, dengan perkiraan akan berada dikisaran 5080-5135. Indikator teknikal RSI mulai bergerak turun mencoba keluar dari area overbought, sedangkan MACD masih bergerak naik walaupun histogram bar merah cenderung menurun diarea positif. Dari kondisi teknikal tersebut menunjukan bahwa IHSG condong untuk berkonsolidasi pasca mengalami rally kenaikannya. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan berada dalam range pergerakan 5033-5171.

17Juli16-IHSG

Agenda yang akan menjadi perhatian pelaku pasar pada pekan ini adalah RDG BI pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 20-21 Juli 2016. Diperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunganya berada di level 6,5%. Sedangkan dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Selasa: Rilis Data Sentimen Ekonomi Jerman.
  • Hari Rabu: Rilis data kepercayaan konsumen zona Euro, rilis data persediaan minyak AS.
  • Hari Kamis: Pres Konferensi dan Kebijakan suku bunga ECB, Rilis data klaim pengangguran dan perumahan AS serta indeks sektor manufaktur untuk wilayah FED Philadelphia.
  • Hari Jum’at: Rilis data manufaktur PMI Jerman

Selain data dan agenda ekonomi, perhatian pelaku pasar akan mulai tertuju pada laporan kinerja keuangan emiten kwartal II yang akan segera dirilis hingga akhir bulan ini. Katalis dari laporan keuangan emiten akan mewarnai pergerakan IHSG kedepan. Jika nantinya banyak emiten yang merilis kinerja diatas ekspektasi, maka akan menjadi katalis positif tambahan bagi rally kenaikan IHSG.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kedepan aliran dana asing yang akan masuk masih cukup besar, mengingat dana hasil repatriasi dari tax amnesty belum juga dimulai. Sementara potensi kenaikan IHSG masih terbuka lebar, jadi jika terjadi koreksi akan menjadi momentum yang bagus untuk mulai mengakumulasi bagi yang sudah melakukan profit taking ataupun yang portfolionya sedang kosong. Namun demikian tetap disarankan untuk selective dalam memilih saham-saham tertentu dan selalu kontrol resiko serta disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*