Belum Mampu Lanjutkan Penguatannya, IHSG Cenderung Berkonsolidasi

Bursa Wall Street melemah dan US dollar menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, seiring ekspektasi para investor atas spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun ini paska komentar beberapa pejabat The Fed. Dow Jones ditutup melemah 45,13 poin (-0,24%) ke level 18.552,57, S&P 500 kehilangan 3,15 poin (-0,14%) menjadi 2.183,87 dan Nasdaq turun 1,77 poin (-0,03%) ke 5.238,38. Dengan pelemahan tersebut, maka dalam sepekan Bursa AS di tutup bervariasi, dengan Dow Jones tercatat melemah -0,13%, S&P 500 turun tipis -0,01%, sementara Nasdaq berhasil naik tipis +0,1%.  Pekan depan,  fokus investor akan tertuju pada simposium di Jackson Hole, Wyoming dimana Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen dijadwalkan akan memberikan gambaran mengenai rencana kenaikan suku bunga AS pada pertemuan antara gubernur bank sentral.

Dari dalam negeri,  aksi profit taking membuat IHSG di tutup turun 45,415 poin (-0,83%) ke level 5.416,035 pada akhir pekan. Investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp. 448 miliar di pasar reguler. Walaupun melemah diakhir pekan, tapi dalam sepekan IHSG masih tercatat menguat +0,72% berkat penguatan 2 hari di tengah pekan.  Sepanjang pekan kemaren dana asing juga masih mengalir dan tercatat net buy sebesar Rp. 1,98 triliun.

Setelah hampir tidak terlihat aksi jual investor asing dalam jumlah yang cukup besar dalam beberapa pekan terakhir, akhirnya pemodal asing mulai keluar dengan mencatatkan penjualan bersih hampir setengah triliun rupiah pada akhir pekan kemaren. Tampaknya IHSG masih cukup berat menyentuh level tertingginya di 5524.  Aksi profit taking dari para pelaku pasar kembali membuat IHSG gagal menuju level 5500. Pelemahan ini dipengaruhi oleh isu negatif akan kegagalan program tax amnesty setelah melihat realisasi yang masih jauh dari target pemerintah.

Dari target uang tebusan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp. 165 triliun, hingga akhir pekan kemaren baru terkumpul sekitar Rp. 858 Milyar atau sebesar 0,52%. Padahal telah lewat 1,5 bulan lebih sejak program ini dijalankan. Memang masih ada waktu hingga 30 September 2016 sebagai batas waktu akhir peiode I, dengan denda terkecil yaitu 2% untuk pengungkapan harta yang dialihkan ke atau berada di NKRI dan 4% untuk pengungkapan harta luar negeri dan tidak dialihkan ke dalam NKRI. Jika sampai berakhirnya periode I tidak tercapai target 1/3 nya, maka dikhawatirkan market akan turun.

Untuk sementara tidak perlu terlalu khawatir berlebihan, karena kita bisa memantau program tax amnesty ini secara live dengan mengunjungi link berikut ini: “http://www.pajak.go.id/statistik-amnesti”. Selain itu, selama investor asing tidak melakukan aksi jual lanjutan secara besar-besaran, maka saya perkirakan market akan lebih cenderung untuk melakukan wait & see.

Akselerasi kenaikan IHSG yang terlihat sejak akhir bulan Juni terkesan mulai melambat. Sementara ini, IHSG masih dalam fase konsolidasi jangka pendek. Technically, IHSG terlihat pulled back dan tertahan di level 5470, setelah gagal menembus resisten harga tertinggi sebelumnya di 5476. Ini merupakan sinyal negatif jika terus melemah dan menembus kebawah level 5300, karena berpotensi membentuk pola double top. Dari indikator teknikal, Stochastic telah golden cross dan bergerak naik. Sementara MACD masih bergerak flat cenderung melemah dengan histogram bar diarea negatif. Kondisi teknikal yang bervariasi ini menunjukan kecenderungan IHSG masih berkonsolidasi dalam jangka pendek. Untuk pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak flat di area trading 5296-5476.

21Agusutus16-IHSG

Perkiraan kami untuk besok senin, IHSG akan melanjutkan pola konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas. IHSG diperkirakan akan bergerak di support 5377 dan resisten di 5449. Investor akan mencermati respon pasar terhadap penerapan BI 7-Day Repo Rate yang ditetapkan di level 5,25%, sebagai pengganti suku bunga acuan BI rate dalam jangka pendek. Sementara pasar saham dunia juga cenderung bergerak konsolidatif, menanti arah kebijakan The Fed yang akan disampaikan dalam Jackson Hole Symposium pada 26 Agustus 2016.

Berikut data ekonomi dan agenda penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah:

  • Hari Selasa: Rilis data manufaktur Jerman, Rilis data Kepercayaan Konsumen Zona Eropa, Pernyataan Ketua BOJ Kuroda, Rilis data penjualan rumah baru AS
  • Hari Rabu: Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Rilis iklim usaha Jerman, rilis data durable goods orders dan klaim pengangguran AS
  • Hari Jum’at: Rilis data kepercayaan konsumen Jerman, rilis data GDP AS, pernyataan ketua Fed Janet Yellen

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Walaupun kondisi teknikal IHSG masih relatif belum mengkhawatirkan, namun tetap disarankan untuk tetap safe trading. Selalu selective dalam memilih saham-saham baik untuk trading maupun investasi. Dan jangan lupa untuk kontrol resiko serta disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*