IHSG Sepekan: Asing Mulai Net Sell, What Next?

Bursa Wall Street menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, setelah rilis laporan gaji pekerja AS tercatat lebih rendah dari perkiraan dan data nonfarm payrolls bulan Agustus yang berada di angka 151 ribu, jauh dibawah ekspektasi 180 ribu. Data yang lebih buruk dari ekspektasi ini diperkirakan bisa mengurangi peluang The Fed untuk menaikkan suku bunganya pada September ini. Dow Jones di tutup naik 72,66 poin (+0,39%) menjadi 18.491,96, S&P 500 menguat 9,12 poin (+0,42%) ke level 2.179,98 dan Nasdaq bertambah 22,69 poin (+0,43%) ke posisi 5.249,90. Dalam sepekan Bursa AS kembali mencatatkan penguatan dengan Dow Jones naik +0,52%, S&P 500 bertambah +0,5% dan Nasdaq meningkat +0,59%.

Dari dalam negeri, IHSG menutup perdagangan akhir pekan di zone positif, di tutup naik 18,91 poin (+0,35%) ke level 5.353,46. Investor asing tercatat membukukan net buy tipis sebesar Rp. 51 milyar di pasar reguler. Walaupun berhasil naik diakhir pekan, namun dalam sepekan IHSG mengalami penurunan sebesar -1,57%, dengan aliran modal asing tercatat net sell sebesar Rp. 1,12 triliun dipasar reguler.

Seperti perkiraan pekan sebelumnya, konsolidasi IHSG berlanjut walaupun cenderung bergerak turun. Sepanjang pekan, IHSG sempat bergerak melemah lantaran sepi sentimen.  Tampaknya pelaku pasar terlihat mulai berhati-hati dengan melakukan wait & see, serta merealisasikan profit yang telah didapat secara bertahap. Ada dua hal yang saat ini menjadai perhatian investor. Yang pertama adalah spekulasi kenaikan fed rate dalam FOMC meeting pada tanggal 20-21 September 2016. Dan kedua adalah kekhawatiran terhadap hasil tax amnesty yang tidak akan mencapai target sesuai harapan pemerintah jelang berakhirnya periode pertama di bulan September.

Namun kondisi membaik mulai terlihat diakhir pekan, dimana pasar saham dunia terlihat adanya pergerakan positif. Hal ini terjadi setelah rilis data pekerjaan AS yang dibawah ekspektasi. Pasca rilis data tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini turun menjadi 21% dari 24 % sehari sebelumnya, sesuai dengan pooling yang dilakukan oleh FedWatch CME Group seperti yang terlihat pada data dibawah ini:

Fedwatch CME

Sementara hasil pencapaian tax amnesty hingga akhir pekan, telah terkumpul uang tebusan sebesar Rp. 4,32 triliun atau 2,6% dari target yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp. 165 triliun.

dashboard tax amnesty

Walaupun masih jauh dari target, namun akselerasi kenaikan pada pekan kemaren cukup drastis jika dibandingkan dengan sepekan sebelumnya yang terkumpul hanya Rp. 2,12 triliun dalam 2 bulan awal sejak program tax amnesty bergulir. Diperkirakan peningkatan jumlah uang tebusan akan bertambah besar pada pekan ini setelah para pengusaha besar mulai mengajukan tax amnesty pada akhir pekan kemaren.

Secara teknikal, saat ini IHSG masih bergerak dalam pola konsolidasi dikisaran 5296 hingga 5476. Moving Average periode pendek MA5 di bawah MA20. Pergerakan IHSG tertahan di bawah MA5-nya. Usaha IHSG menembus keatas MA5 sejauh ini belum berhasil. Support saat ini ada di 5296 dan minor support minor di 5320 yang merupakan bolinger bawahnya. Sedangkan resistance ada di 5476, dengan minor resisten ada di MA 20-nya dilevel 5403. Indikator teknikal Stochastic bergerak turun dan mulai melandai siap untuk golden cross. Sedangkan MACD bergerak mendatar cenderung menurun, dengan histogram bar ada diarea negatif. Dari kondisi teknikal ini mengindikasikan bahwa IHSG saat ini masih berada di fase konsolidasi jangka pendek.

04September16-IHSG

Diperkirakan IHSG berpotensi bakal melanjutkan reboundnya pada awal pekan ini. Dollar AS melemah dan harga komoditas utama menguat setelah rilis data pekerja AS yang di bawah ekspektasi, meredam kemungkinan kenaikan suku bunga dari The Fed pada bulan ini. IHSG akan mencoba menguji level 5400 atau MA20 nya kembali. Jika mampu melewati MA20 nya lagi secara meyakinkan dengan volume besar, maka IHSG akan melanjutkan penguatannya menguji level tertinggi tahun ini di 5476. Namun tetap hati-hati dan lakukan antisipasi apabila IHSG malah turun dan menembus ke bawah level support 5296.

Untuk pekan ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa pada hari rabu. Sementara dari luar negeri, agenda dan data ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar adalah:

  • Hari Senin: G20 meeting, Pidato Pimpinan BOJ Kuroda
  • Hari Selasa: Rilis data GDP Zona Euro, rilis data sektor jasa AS
  • Hari Kamis: Rilis data perdagangan China, penentuan suku bunga dan konferensi pers ECB, rilis data klaim pengangguran dan cadangan minyak AS
  • Hari Jum’at: Rilis data inflasi China, rilis data neraca perdagangan Jerman

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Meskipun secara teknikal IHSG masih berkonsolidasi, namun tetap disarankan untuk lakukan safe trading. Aliran capital outflow diatas Rp. 1 triliun mulai dilakukan oleh investor asing dari lantai bursa pada pekan kemaren, ini menjadi catatan tertinggi sejak awal Juni 2016. Tetap disarankan untuk selective dalam memilih saham-saham baik untuk trading maupun investasi. Jangan lupa untuk selalu kontrol resiko dan disiplin dengan trading plans yang telah dibuat.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*