Jelang Penembusan Level All Time High, IHSG Lanjutkan Konsolidasinya

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street pada akhir pekan terkoreksi terpicu oleh anjloknya mata uang pound sterling dan laporan data tenaga kerja AS yang lemah. Data nonfarm payrolls AS meleset dibawah estimasi, ekonomi AS hanya menambahkan 156,000 tenaga kerja di bulan September, dibawah proyeksi sebesar 170,000 dan merupakan pertumbuhan terkecil sejak bulan Mei. Sedangkan tingkat pengangguran naik ke 5,0%. Namun laporan tenaga kerja AS tersebut tidak cukup untuk memupuskan harapan akan kenaikan suku bunga di bulan Desember. Dow Jones turun 28,01 poin (-0,15%) ke level 18.240,49, S&P 500 kehilangan 7,03 poin (-0,33%) ke posisi 2.153,74 dan Nasdaq melemah 14,45 poin (-0,27%) menjadi 5.292,41. Semua indeks utama AS membukukan kinerja mingguan negatif pada pekan lalu , dengan Dow Jones turun -0,37%, S&P 500 melemah -0,67% dan Nasdaq berkurang -0,37%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup pada posisi 5.377,149 pada akhir pekan, melemah 32,195 poin (-0,60%), dengan investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp. 421 miliar di pasar reguler. Koreksi pada IHSG ini selaras dengan tren pelemahan bursa saham Asia yang juga kompak melemah. Namun pelemahan IHSG pada akhir pekan kemaren tidak mengurangi laju kenaikannya dalam sepekan. Sepanjang pekan lalu IHSG masih tercatat mengalami pertumbuhan +0,23%, dengan investor asing masih tercatat membukukan net sell sebesar Rp. 438 miliar di pasar reguler.

Setelah sempat naik di awal pekan dan menguji area resisten kuat dikisaran 5476, IHSG kembali terkena aksi profit taking dan berbalik arah di akhir pekan. Keberhasilan amnesty pajak periode pertama gagal membuat IHSG melanjutkan penguatannya. IHSG tertahan dan terlihat masih berkonsolidasi, jelang penembusan level tertinggi sepanjang sejarahnya. Faktor sentimen global diduga sebagai alasan IHSG belum mampu melanjutkan penguatannya. Setelah pada akhir bulan lalu kasus Deutche Bank membuat IHSG tertekan, akhir pekan kemaren jatuhnya Poundsterling hingga 6,1% dalam sehari, setelah PM Inggris menginisiasi proses keluarnya Inggris dari Zona Euro (Brexit), menjadi penekan turunnya IHSG dan bursa regional. Investor cemas anjloknya nilai Poundsterling yang terlalu cepat dapat mengakibatkan terjadinya Hard Landing Brexit.

Secara teknikal, koreksi yang dialami oleh IHSG masih tergolong konsolidasi wajar menjelang tembusnya level all time high. Kondisi IHSG saat ini masih sama dengan analisa pekan sebelumnya. Selama IHSG terjaga di support 5295-5305, maka IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan bullish rally-nya. Terlebih nanti jika IHSG mampu melewati level 5476 dengan volume yang meyakinkan, maka IHSG berpeluang membentuk pola bullish inverted Head & Shoulder dengan target menuju kisaran 5820-5850, dan minor target di 5690-5700.

10oktober16-ihsg

Kondisi IHSG saat ini masih berkonsolidasi cenderung turun dalam jangka pendek. Hal ini dapat dilihat dari indikator teknikal Stochastic yang mulai turun dan keluar dari area overbought. Sementara MACD bergerak mendatar diatas centreline dengan kecenderungan death cross. Support IHSG terdekat berada di 5364. Jika gagal bertahan maka IHSG akan turun uji support selanjutnya di kisaran 5295-5305. Sedangkan untuk resisten IHSG masih berada di level 5476.

Setelah mengalami koreksi dalam 3 hari terakhir secara berturut-turut, kemungkinan IHSG awal pekan ini bisa rebound dulu, karena ada sentimen positif dari kenaikan cadangan devisa pada akhir pekan kemaren. Namun dengan minimnya sentimen positif dari dalam negeri, sebaiknya pelaku pasar tetap mencermati kondisi global yang lebih kuat mempengaruhi IHSG saat ini. Kasus-kasus seperti Deutche Bank, Hard Brexit dan lanjutan debat capres AS, serta kasus2 lainnya yang dapat muncul sewaktu-waktu, berpotensi menjadi penghalang bagi laju kenaikan IHSG. Investor diperkirakan akan bertindak hati-hati, ditengah aksi menantikan kinerja keuangan emiten di kuartal ketiga. Diperkirakan IHSG relatif akan melanjutkan konsolidasinya pada pekan ini, hingga ada sentimen positif yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan lebih lanjut.

Pekan ini tidak ada agenda penting dari dalam negeri. Sementara dari luar negeri, beberpa agenda dan data ekonomi penting yang perlu diperhatikan adalah:

  • Hari Selasa: Rilis data sentimen ekonomi Jerman
  • Hari Rabu: Laporan meeting The Fed
  • Hari Kamis: Rilis data perdagangan China, Rilis data klaim pengangguran dan data persediaan minyak AS
  • Hari Jumat: Rilis data inflasi China, Rilis data penjualan ritel dan data sentimen konsumen AS serta pidato Ketua Fed Janet Yellen

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Bagi trader, tetap lakukan safe trading dengan selalu kontrol resiko dan disiplin pada trading plans yang telah dibuat. Selalu berhati-hati dalam menerapkan strategi trading jangka pendeknya, sampai level konfirmasi 5476 dapat ditembus keatas. Sementara bagi investor disarankan untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang, jelang publikasi laporan keuangan kwartal 3/2016.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*