Akankah IHSG Mengakhiri Konsolidasinya dan Melanjutkan Penguatannya?

Bursa Wall Street ditutup naik tipis pada akhir pekan, seiring penguatan di sektor keuangan terimbangi oleh penurunan di sektor kesehatan. Setelah rally di awal sesi menyusul rilis earnings kuartalan dari JP. Morgan Chase, Wells Fargo dan Citigroup yang lebih baik dari perkiraan, Bursa AS bergerak mundur terbebani oleh penurunan lebih dari 1,8% pada iShares Nasdaq Biotechnology ETF. Komentar Ketua The Fed,  Janet Yellen tentang masih adanya risiko perlambatan ekonomi AS, turut membebani sentimen pasar jelang akhir perdagangan. Dow Jones sempat melonjak lebih dari 150 poin di awal perdagangan, sebelum akhirnya ditutup hanya menguat 39,44 poin (+0,22%) ke level 18.138,38. Sedangkan S&P 500 berakhir flat, hanya naik 0,43 poin (+0,02%) ke 2132,98 dan Nasdaq juga berakhir hampir flat di 5214,16, atau naik hanya 0,83 poin (+0,02%). Walaupun menguat di akhir pekan, namun Bursa AS tetap membukukan penurunan 2-pekan beruntun, tertekan oleh ekspektasi kenaikan Fed rate pada akhir tahun. Dalam sepekan, Dow Jones turun -0,56%, S&P 500 melemah -0,96% dan Nasdaq tersungkur -1,48%.

Dari dalam negeri, IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan ditutup naik 59,485 poin (+1,11%) ke level 5.399,885.  Investor asing melakukan net sell sebesar Rp. 310 miliar di pasar reguler. Penguatan IHSG ini bersamaan dengan bursa saham Asia yang juga kompak menguat. Walaupun naik, tapi IHSG masih condong berkonsolidasi sepanjang pekan lalu dengan hanya bertambah +0,42%. Investor asing juga terlihat masih terus membukukan net sell dalam sepekan, dengan melakukan aksi jual sebesar Rp. 1,8 triliun di pasar reguler.

Selama dua minggu terakhir IHSG cenderung hanya bergerak sideways dikisaran 5295 hingga 5476. Positifnya data ekonomi Indonesia yang telah dirilis, seperti data inflasi, cadangan devisa, tingkat penjualan ritel dan meningkatnya harga komoditas, tidak mampu menahan tekanan dari eksternal yang dibayangi oleh sinyal kenaikan fed rate yang makin kuat jelang akhir tahun. Secara teknikal, menguatnya IHSG pada akhir pekan kemaren membuka harapan untuk kembali bergerak positif pada pekan ini. Setidaknya pada awal pekan, IHSG berpeluang melanjutkan reboundnya. Candle terakhir IHSG cukup cantik, membentuk pola bullish engulfing, menunjukkan bullish reversal dan optimisme pasar. Diproyeksikan IHSG pada awal pekan akan bergerak di kisaran 5365-5425. Indikator teknikal Stochastic telah golden cross, sedangkan MACD masih bergerak mendatar diatas centreline. Dari kondisi ini menunjukan IHSG masih berkonsolidasi dalam trend pergerakan positif.

16oktober16-ihsg

Sama seperti ulasan dalam 2 pekan terakhir, IHSG masih melanjutkan konsolidasinya jelang penembusan level all time highnya. Saya masih melihat, IHSG berpotensi membentuk pola inverted head & shoulder apabila mampu menembus level 5476 dengan volume yang meyakinkan. Penembusan level tersebut akan membawa IHSG melanjutkan bullish rally-nya dengan target menuju 5825, dan minor target di 5700. Tapi sebaliknya tetap berhati-hati, apabila IHSG gagal melanjutkan kenaikannya dan malah memilih untuk bergerak turun menembus ke bawah support 5295. Penembusan ke bawah support tersebut akan menggagalkan pola inverted Head & Shoulder dan berpeluang membuat IHSG turun menuju level 5135.

Sentimen pengangkatan menteri ESDM baru yang dianggap pro pasar akan membuat IHSG melanjutkan penguatannya, setidaknya di awal perdagangan pekan besok. Sementara rilis laporan kinerja keuangan perbankan seperti BBNI, BJTM & BJBR dinilai cukup positif, sehingga diasumsikan kinerja keuangan perbankan lainnya juga bakal positif. Hal ini membuat saham-saham perbankan terlihat mulai rebound dan bergerak naik pada akhir pekan kemaren. Jika sektor finance yang merupakan sektor dengan market caps terbesar di IHSG benar-benar mulai bergerak naik, maka besar kemungkinan IHSG dapat melewati level tertingginya. Apalagi jika nantinya kenaikan sektor perbankan didukung oleh emiten-emiten besar lainnya seperti UNVR, HMSP dan ASII, maka IHSG dapat dipastikan akan melanjutkan penguatannya dan mencetak rekor harga tertinggi baru. Untuk itu cermati rilis kinerja keuangan emiten di kuartal ketiga yang bakal keluar, terutama emiten-emiten besar.

Untuk pekan ini, dari dalam negeri  pelaku pasar akan mencermati data export-import dan neraca perdagangan pada hari Senin. Sementara pada hari kamis, BI akan mengumumkan kebijakan suku bunganya. Sementara dari luar negeri, beberepa agenda dan data ekonomi penting yang perlu diperhatikan adalah:

  • Hari Selasa: Pidato Ketua ECB Mario Draghi, rilis data inflasi AS.
  • Hari Rabu: Rilis data GDP dan data produksi industri China, rilis data ijin pembangunan dan data persediaan minyak AS.
  • Hari Kamis: Kebijakan suku bunga & Pernyataan ECB, rilis data klaim pengangguran AS.
  • Hari Jum’at: Rilis data kepercayaan konsumen dan rapat dewan ECB.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini.  Tetap lakukan safe trading, mengingat asing masih terus melakukan aksi jualnya. Net sell yang dilakukan oleh asing dinilai masih cukup wajar, karena mengingat sejak awal tahun asing telah melakukan net buy sekitar 30 triliun. Dan jika mereka mau menjual atau mengurangi sebagian portfolionya sebagai antisipasi naiknya Fed rate, maka mereka harus melakukan jauh hari sebelum suku bunga AS benar-benar dinaikan untuk mendapatkan posisi harga terbaik. Karena pada saat suku bunga AS naik dan pasar bergerak turun, biasanya posisi bid akan tipis-tipis dan sangat menyulitkan bagi mereka menjual dalam jumlah besar.

Untuk itu bagi trader disarankan selalu kontrol resiko dan disiplin pada trading plans yang telah dibuat, serta tetap berhati-hati dalam menerapkan strategi trading jangka pendeknya, sampai level konfirmasi 5476 dapat ditembus keatas dengan volume yang meyakinkan. Sementara bagi investor disarankan untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang, jelang publikasi laporan keuangan kwartal 3/2016.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*