Outlook IHSG Tahun 2017

A businessman looking through binoculars, seeing conflicting trends in earnings prediction, can be used for business vision or business prediction concept

Bursa saham Wall Street merosot pada penutupan perdagangan terakhir tahun 2016, hari jum’at lalu waktu setempat. Investor melakukan aksi profit taking hampir di semua sektor, setelah rilis indeks aktivitas manufaktur wilayah Chicago bulan Desember sebesar 54,6, lebih rendah dari perkiraan 56,8, dan bulan sebelumnya 57,6, yang menjadi data ekonomi terakhir yang dirilis AS di tahun 2016. Dow Jones turun 57,18 poin (-0,29%) ke level 19.762,6, S&P 500 melemah 10,43 poin (-0,46%) ke 2.238,83 dan Nasdaq menyusut 48,97 poin (-0,9%) menjadi 5.383,12. Sepanjang pekan terakhir di tahun 2016, Bursa AS melemah dengan Dow Jones turun -0,86%, S&P500 merosot -1,1% dan Nasdaq berkurang -1,46%. Sedangkan untuk sepanjang tahun 2016, Dow Jones mengalami kenaikan +13,4%, S&P 500 bertambah +9,5%, dan Nasdaq menguat +7,5%.

Sementara dari dalam negeri, setelah menguat tajam di 3 hari awal perdagangan pekan lalu, IHSG akhirnya di tutup melemah tipis 5,85 poin (-0,11%) ke level 5.296,711. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 171 Milyar di pasar reguler. Dalam sepekan yang berlangsung 4 hari perdagangan, IHSG berhasil menguat tajam +5,35%, dengan investor asing tercatat membukukan net sell sekitar Rp. 686 milyar di pasar reguler. Untuk sepanjang tahun 2016 lalu, IHSG membukukan penguatan sebesar +15,32%, dengan dana asing yang masuk ke bursa sekitar Rp. 3 Triliun dipasar reguler.

Sepanjang tahun 2016, IHSG mencatatkan kinerja yang sangat baik. Terbukti IHSG berhasil menduduki bursa saham terbaik kedua dikawasan Asia Pasifik dibawah Thailand. Jika kita flashback dengan melihat kilas balik kinerja IHSG sepanjang 2016, terlihat bahwa IHSG bergerak dalam trend naik. Sejak dari awal tahun hingga akhir bulan Agustus, IHSG terus bergerak naik didorong oleh reboundnya harga komoditas dunia dan keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan program tax amnesty periode pertama. Memasuki bulan September hingga awal November, IHSG bergerak sideways. Baru pada pertengahan November IHSG mengalami koreksi yang cukup massive, setelah terpilihnya  Donald Trump sebagai Presiden AS secara mengejutkan dan diikuti oleh kenaikan suku bunga The Fed, serta gangguan politik dari dalam negeri, membuat IHSG cenderung melemah hingga akhir tahun. Namun pada pekan terakhir sebelum penutupan perdagangan akhir tahun, IHSG berhasil rebound cukup signifikan didorong oleh aksi window dressing.

Lalu bagaimana dengan perkiraan IHSG sepanjang 2017 ini?

Memasuki tahun ke-2 perjalanan pemerintahan Jokowi-JK, ekonomi nasional berhasil mendapatkan kembali momentum pertumbuhannya. Setelah pada tahun 2015 ekonomi nasional hanya tumbuh 4,79%, maka di tahun 2016 kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik dengan kembali ke jalur yang benar. Ekonomi Indonesia diyakini akan bertumbuh dikisaran 5%-5,1% pada tahun 2016. Sementara untuk tahun 2017 menurut pemerintah, BI, bappenas, bank dunia maupun IMF, ekonomi Indonesia diprediksikan akan tumbuh dikisaran 5,1% hingga 5,4%. Dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi, maka IHSG diyakini dapat kembali bertumbuh pada tahun 2017 ini.

Realisasi hasil paket kebijakan ekonomi pemerintah dan tax amnesty diharapkan mulai menunjukan hasilnya dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini. Sektor konsumsi domestik, investasi asing di sektor riil dan pembangunan infrastruktur, masih akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara mulai pulihnya harga komoditas dunia seiring menguatnya harga minyak, diharapkan dapat mendongkrak sektor pertambangan.

Seperti kita ketahui, harga minyak telah melewati titik terendahnya. Di awal tahun lalu harga minyak dunia sempat turun ke kisaran level US$ 26/barrel. Namun pada penutupan perdagangan akhir tahun 2016 kemaren, mampu ditutup di level US$ 53,9/barrel, berkat kesekapatan pemangkasan produksi OPEC dan non-OPEC yang akan dimulai 1 Januari 2017. Menurut sejumlah analis, harga minyak akan menguat kekisaran US$60-70/barrel pada tahun ini.

Sementara itu, tantangan bagi IHSG tahun ini datang dari ketidakpastian global. Rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed sampai tiga kali, kebijakan presiden terpilih AS Donald Trump, berlanjutnya perlambatan ekonomi China yang merupakan mitra dagang utama Indonesia dan kelanjutan brexit yang diperkirakan akan mulai dirasakan oleh kawasan eropa pada pertengahan tahun ini serta aksi terorisme global, diperkirakan akan menjadi sentimen negatif yang mempengaruhi gerak IHSG. Sementara dari dalam negeri, dinamika politik jelang pilkada khususnya Jakarta masih akan menyandera market hingga pertengahan Februari. Belum lagi potensi naiknya suku bunga BI mengikuti kenaikan fed rate, dan potensi naiknya inflasi akibat kenaikan harga BBM, cukai rokok dan listrik, akan menjadi faktor penghambat laju IHSG. Faktor lainnya adalah belum optimalnya penerimaan pendapatan negara dari pajak, yang berdampak pada penurunan belanja dan konsumsi pemerintah.

Walaupun kemungkinan masih dihadapkan pada berbagai gejolak, ketidakpastian dan tantangan baik dari global maupun domestik, namun investor tampaknya masih optimis dengan kondisi Indonesia. Dari kumpulan riset yang dikeluarkan oleh berbagai sekuritas besar baik asing maupun lokal, banyak yang memprediksikan IHSG akan mencapai level 6000 di tahun ini. Salah satu alasan adalah masih stabilnya makro ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dari terjaganya pertumbuhan ekonomi diatas level 5%, masih rendahnya tingkat inflasi tahun lalu, stabilnya nilai tukar rupiah, dan terkendalinya defisit neraca berjalan. Faktor-faktor lainnya adalah perkembangan harga komoditas yang menunjukan ke arah positif dan usaha pemerintah untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur dan pembangkit listrik.  Kondisi ini membuat kami yakin bahwa IHSG masih dapat bertumbuh di tahun ini.

Selain didukung oleh fundamental Indonesia yang  masih stabil, dari chart IHSG secara bulanan terlihat bahwa kondisi IHSG masih dalam trend naik. Kami memperkirakan tahun ini IHSG dapat melanjutkan kenaikannya ke kisaran 5750-5840 sebagai target konservatif. Sementara apabila market menjadi optimis, maka IHSG dapat mencapai kisaran 6250-6390 pada tahun 2017 ini.

Sementara mengawali perdagangan tahun ini, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi yang dirilis di awal bulan, yaitu angka inflasi dan data manufaktur. Secara teknikal, kenaikan yang tajam dalam waktu singkat yang terjadi pada pekan lalu, berpotensi menimbulkan aksi profit taking pada pekan ini. Hal ini terlihat dari penutupan IHSG pada pekan lalu yang gagal melanjutkan penguatannya menembus resisten 5308. IHSG di tutup terkoreksi tipis dan malah membentuk pola shooting star yang merupakan pola bearish reversal. Apalagi kenaikan yang cepat pada pekan lalu meninggalkan gap bawah dikisaran 5112-5139. Gap ini berpeluang untuk menjadi support IHSG bersama MA200 yang saat ini berada dikisaran 5122. Apabila pekan ini terjadi technical correction, maka IHSG berpeluang besar menguji area support level tersebut.

Nantinya setelah mengalami koreksi, IHSG masih mampu bertahan diatas MA200, maka akan membuka harapan bagi keberlanjutan trend naik IHSG. Terutama jika IHSG dapat melanjutkan penguatannya dengan bertahan diatas level 5308, maka IHSG berpeluang menuju gap atas dikisaran 5380-5443 yang akan menjadi area resisten selanjutnya.

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Bagi trader disarankan untuk tetap berhati-hati dengan melakukan safe trading, karena melihat kenaikan IHSG yang cepat dalam waktu singkat pada pekan lalu membuka potensi untuk terjadinya koreksi. Selalu kontrol resiko dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor jika terjadi koreksi, dapat melakukan buy on weakness dengan cara beli bertahap pada saham-saham yang diperkirakan masih memiliki prospek kinerja cemerlang kedepan.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*