Menunggu Respon IHSG Atas Kenaikan Fed Rate

Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, usai merilis data tenaga kerja yang solid, menunjukkan penguatan ekonomi AS. Kenaikan jumlah tenaga kerja AS sebesar 235 ribu melebihi dari yang diharapkan pada bulan Februari, ditambah upah juga cenderung stabil memberi harapan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 14-15 Maret 2017. Dow Jones ditutup naik 44,79 poin (+0,21%) ke level 20.902,98, S&P 500 mendaki 7,73 poin (+0,33%) menjadi 2.372,6 dan Nasdaq bertambah 22,92 poin (+0,39%) ke angka 5.861,73. Secara mingguan, Bursa saham AS di tutup turun, dengan Dow Jones tergelincir -0,49%, S&P 500 berkurang -0,44%, dan Nasdaq melemah -0,15%.

Dari dalam negeri, mengakhiri perdagangan akhir pekan IHSG ditutup melemah 11,709 poin (-0,22%) ke level 5.390,677, karena investor masih memilih wait & see dan menanti kepastian mengenai naiknya suku bunga The Fed. Walaupun transaksi cenderung sepi, namun investor asing malah membukukan net foreign buy sebesar Rp. 238 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu IHSG cenderung bergerak flat dengan melemah tipis -0,01%, meskipun dana asing mengalir masuk ke bursa sekitar Rp. 1,26 triliun di pasar regular dalam sepekan.

Kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi salah satu penghalang bagi reli kenaikan IHSG. Selain itu IHSG juga terbebani oleh turunnya harga minyak dunia dan beberapa harga komoditas utama lainnya, termasuk batu bara dan nickel. Sentimen tersebut membawa dampak bagi IHSG sehingga bergerak mixed, cenderung melemah pada pekan lalu. Meskipun demikian, IHSG mengakhiri perdagangan akhir pekan masih cukup stabil dan cenderung tidak banyak mengalami perubahan jika dibandingkan pekan sebelumnya.

Membaiknya ekonomi dan data pekerjaan AS yang jauh melebihi ekspektasi semakin memperkuat peluang naiknya suku bunga AS dalam pertemuan The Fed yang dijadwalkan pada rabu pekan ini.  Menurut survey FedWatch CME Group seperti yang ditunjukan oleh gambar dibawah, ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed bulan Maret ini telah mencapai 88,6%, atau naik dari pekan sebelumnya 79,7%. Itu artinya semakin mendekati meeting Federal Reserves pekan ini, potensi naiknya fed rate sebesar 25 bps semakin besar terjadi.

Secara teknikal, kondisi IHSG masih bergerak sideways dan tidak banyak mengalami perubahan. IHSG masih membentuk pola rising wedge, namun cenderung melemah menembus kebawah supportnya. Indikator teknikal Stochastic telah death cross dan cenderung menurun. Sedangkan MACD masih bergerak mendatar diatas centreline. Sementara volume transaksi cenderung menurun. Dari kondisi teknikal tersebut menunjukkan bahwa IHSG masih mengalami konsolidasi dalam jangka pendek dengan kecenderungan melemah terbatas. IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam rentang 5331-5431 hingga pertengahan pekan ini. Pergerakan signifikan IHSG kemungkinan baru akan terjadi setelah rilis meeting The Fed. Jika menembus kebawah support 5331, maka IHSG berpotensi melemah menuju kisaran 5250 lagi. Tapi apablia IHSG mampu melewati resisten 5431, maka IHSG berpeluang menutup gap di 5443 dan akan menuju resisten dikisaran 5490.

Sentimen dari dalam negeri yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar pada pekan ini adalah data neraca perdagangan bulan februari  yang diperkirakan akan kembali mencatatkan surplus senilai US$ 1,6 miliar atau naik dari US$ 1,39 miliar pada bulan Januari di hari rabu, dan rapat dewan gubernur BI yang akan memutuskan suku bunga dengan perkiraan tetap tidak berubah pada hari kamis. Sementara dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang diperkirakan akan menjadi perhatian para investor adalah:

  • Hari Senin: Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi
  • Hari Selasa: Rilis data industri China, Rilis data indeks harga produsen AS
  • Hari Rabu: Rilis data inflasi & data penjualan ritel AS, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Meeting Keputusan suku bunga & Konferensi pers The Fed, Pernyataan & Keputusan suku bunga BOJ, Meeting & Keputusan suku bunga serta stimulus QE dari BOE, Rilis data klaim pengangguran AS
  • Hari Jumat: Rilis data sentimen konsumen AS

Minggu ini cukup banyak agenda penting terutama dari  kebijakan moneter yang akan dikeluarkan oleh sejumlah Bank Sentral. Selain Bank Indonesia, bank sentral sejumlah negara seperti Jepang, Inggris dan AS juga memiliki agenda pertemuan. Salah satunya yang paling ditunggu adalah pertemuan The Fed yang akan menaikan suku bunga acuannya. Namun demikian, bukan kenaikan fed rate yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar, karena hal ini sudah diantisipasi, sebab sejak akhir tahun lalu The Fed telah mengisyaratkan kenaikan sebanyak 2 sampai 3 kali pada tahun ini. Diperkirakan investor akan mencari  petunjuk dari pernyataan ketua The Fed Janet Yellen dalam konferensi pers nantinya, apakah akan mengindikasikan kenaikan yang lebih aggressive atau masih sama dengan rencana akhir tahun lalu.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk senin awal pekan besok, IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan konsolidasinya dengan bergerak dalam rentang support di 5370 dan resisten di 5420. Sebaiknya tetap hati-hati dalam trading pada pekan ini, terutama apabila support 5331 gagal dipertahankan. Selalu kontrol resiko dan tetap lakukan safe trading dengan menerapkan strategi trading sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor jika terjadi pelemahan, masih bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness secara bertahap terutama pada saham-saham yang telah merilis laporan kinerja keuangan FY 2016 bagus.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*