Konsolidasi Sejenak Pasca IHSG Mencapai Level 5600

Bursa Wall Street melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan, terpicu oleh penurunan saham di sektor keuangan yang dipimpin oleh pelemahan saham JP Morgan Chase dan Wells Fargo. Investor sekarang tengah menanti hasil pendapatan kuartalan pertama perusahaan yang akan segera dirilis. Dow Jones turun 65,27 poin (-0,31%) menjadi 20.663,22 poin, S&P 500 tergelincir 5,34 poin (-0,23%) menjadi 2.362,72 dan Nasdaq kehilangan 2,61 poin (-0,04%) menjadi 5.911,74. Walaupun melemah diakhir pekan, namun sepanjang pekan lalu Wall Street berhasil menguat, dipengaruhi oleh penguatan data ekonomi AS dan kenaikan pertumbuhan pendapatan perusahaan. Dalam sepekan, Dow Jones berhasil naik +0,32%, S&P 500 bertambah +0,8% dan Nasdaq melonjak +1,42%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun 24,846 poin (-0,44%) ke level 5.568,106 pada akhir pekan. Sempat mencetak rekor intraday tertinggi ke posisi 5.606,025, jelang penutupan perdagangan IHSG akhirnya berbalik arah menjadi melemah, tertekan oleh aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp. 315 milyar dipasar reguler. Dalam sepekan terakhir, laju IHSG cenderung mendatar dengan hanya naik tipis +0,02%, ditopang oleh net buy investor asing sebesar Rp. 695 miliar dipasar reguler. Sementara sepanjang kuartal I/2017, IHSG tercatat mengalami penguatan +5,12% .

Sesuai analisa pekan sebelumnya, IHSG masih terus mencetak rekor dan berhasil menembus keatas level 5600. Namun penguatan IHSG memudar jelang penutupan perdagangan di akhir pekan. Setelah sempat menguat di pertengahan pekan, IHSG tergelincir oleh faktor akhir pekan dan aksi demonstrasi 313 yang membuat investor melakukan aksi profit taking. Selain itu, aksi beli investor asing nampak mulai berbalik arah di akhir pekan dengan mencatatkan net sell, seiring kabar adanya pesimisme S&P untuk menaikan rating Indonesia ke investment grade.

Memasuki perdagangan di awal bulan April, seperti biasa pelaku pasar sepertinya akan mulai  mencermati rilis data ekonomi. Adapun sentimen yang akan menjadi perhatian di awal pekan adalah data manufaktur dan inflasi bulan maret pada hari senin. BI memperkirakan inflasi Maret 2017 hanya 0,05% month on month (MoM). Sedangkan konsensus ekonom memperkirakan inflasi maret diperkirakan sekitar 0,15%-0,2% MoM. Sementara itu, tingkat keyakinan konsumen diperkirakan akan naik ke level 117,7 dari 117,1 pada hari kamis dan cadangan devisa diproyeksikan naik tipis menjadi US$ 120 Milyar dari US$ 119,9 milyar pada hari jum’at.

Dari luar negeri, beberapa agenda dan data ekonomi penting yang diperkirakan akan menjadi perhatian para investor adalah:

  • Hari Senin: Rilis data manufaktur Inggris, Rilis tingkat pengangguran zona eropa, Rilis data manufaktur AS
  • Hari Selasa: Rilis data konstruksi Inggris, Rilis data neraca perdagangan AS
  • Hari Rabu: Rilis data sektor jasa Inggris, Rilis data persediaan minyak AS
  • Hari Kamis: Laporan meeting The Fed, Rilis data keyakinan konsumen Jepang, Meeting kebijakan moneter ECB, Rilis data klaim penganguran AS
  • Hari Jum’at: Rilis neraca perdagangan dan data produksi manufaktur Inggris, Rilis data neraca perdagangan Jerman, Rilis data pekerjaan AS

Diperkirakan untuk awal bulan April ini, IHSG akan bergerak cenderung sideways. Setelah mencapai level 5600, IHSG berpotensi untuk berkonsolidasi sejenak sebelum melanjutkan penguatannya lagi. Secara teknikal, kondisi IHSG saat ini masih terlihat uptrend. Indikator teknikal Stochastic terlihat bergerak relatif mendatar diarea overbought, sedangkan kenaikan MACD mulai melambat dengan histogram bar terlihat mulai menurun walaupun masih diatas centreline. Dari kondisi teknikal ini menunjukan bahwa penguatan IHSG sedikit mulai melambat dan cenderung berkonsolidasi dalam jangka pendek terlebih dahulu. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 5531 hingga 5640 pada pekan ini.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Untuk senin awal pekan besok, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan masih melemah terbatas, dalam rentang kisaran support di 5550 dan resisten di 5600. Tetap safe trading dan selalu kontrol resiko dengan menerapkan strategi trading sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi dengan melakukan buy on weakness secara bertahap terutama pada saham-saham yang telah merilis laporan kinerja keuangan FY 2016 cemerlang.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Join layanan messaging satu arah di Channel Telegram Messenger kami untuk mendapatkan update rekomendasi langsung melalui smartphone Anda. Silahkan download Telegram Messenger di Playstore atau Appstore anda. Temukan kami dengan search: @steptrader

atau…

klik link berikut: https://telegram.me/steptrader

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*