Kembali Loyo, IHSG Cenderung Bergerak Turun

Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan setelah delegasi pertanian China membatalkan kunjungan mereka ke Montana. Delegasi China yang telah dijadwalkan mengunjungi negara-negara pertanian AS minggu depan, memutuskan akan kembali ke China lebih cepat dari yang dijadwalkan. Pembatalan kunjungan ini mengurangi optimisme pembicaraan perdagangan AS-China yang membuat Wall Street sebelumnya menanjak pada pembukaan perdagangan tiba-tiba anjlok. Dow Jones turun 159,72 poin (-0,59%) menjadi 26.935,07, S&P 500 melemah 14,76 poin (-0,49%) menjadi 2.992,03 dan Nasdaq merosot 65,21 poin (-0,8%) menjadi 8.117,67. Dalam sepekan ketiga indeks saham utama AS berakhir melemah, dengan Dow Jones mengalami penurunan sebesar -1,05%, S&P 500 berkurang -0,51% dan Nasdaq jatuh -0,72%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 12,99 poin (-0,21%) ke level 6.231,47 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing melepas saham dengan membukukan net sell sebesar Rp 718 miliar di pasar regular. Dalam sepekan terakhir, IHSG terkoreksi sebesar -1,63%, dengan diikuti oleh keluarnya dana asing senilai Rp 2,62 triliun di pasar regular.

Berbagai sentimen baik dari dalam dan luar negeri campur aduk mewarnai perdagangan IHSG selama sepekan terakhir. Mulai dari kenaikan cukai rokok, pengumuman kebijakan moneter BI serta bank-bank sentral dunia seperti AS, Australia, Inggris dan Jepang, perkembangan perang dagang AS-China, hingga memanasnya tensi geopolitik di timur tengah. Namun faktor yang membuat kondisi pasar saham dunia dan IHSG dilanda tekanan jual pada pekan lalu adalah nada hawkish yang dilontarkan oleh Gubernur The Fed Jerome Powell saat konferensi pers di akhir FOMC tengah pekan lalu, yang membuat pelaku pasar kecewa. Nada hawkish tersebut menepis ekspetasi pelaku pasar bahwa masih akan ada pemangkasan tingkat suku bunga acuan AS lagi hingga akhir tahun. Pernyataan The Fed  yang lalu diikuti dengan penarikan dana asing yang relatif besar dalam sepekan, turut berkontribusi pada pelemahan IHSG.

Secara teknikal IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak melemah menguji area kisaran support 6.190. Apabila gagal bertahan di support tersebut, maka terbuka peluang bagi IHSG untuk kembali bergerak turun menuju support selanjutnya di level 6.022 lagi. Sementara area gap dikisaran 6.282-6.318 akan menjadi level resistance IHSG pada pekan ini. Indikator teknikal MACD yang telah death cross dan bergerak turun ke bawah centreline, mengindikasikan bahwa IHSG sedang bergerak dalam tren negatif. 

Untuk minggu ini tidak ada data dan kejadian ekonomi penting domestik yang akan ditunggu oleh pelaku pasar. Sementara dari luar negeri, cukup banyak data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian para investor pada pekan ini, diantaranya adalah:

  • Senin 23 September 2019 : Rilis data manufaktur zona euro, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi
  • Selasa 24 September 2019 : Pernyataan Gubernur BOJ Kuroda, Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data keyakinan konsumen AS
  • Rabu 25 September 2019 : Rilis data persediaan minyak AS
  • Kamis 26 September 2019 : Rilis data GDP AS, Pernyataan Ketua ECB Mario Draghi, Pernyataan Gubernur BOE Carney, Konferensi Pers dari The Fed
  • Jum’at 27 September 2019 : Rilis data durable goods orders, data pengeluaran dan pendapatan personal AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Sentimen dari eksternal diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan IHSG pada pekan ini. Perkembangan negosiasi dagang AS-China jelang pertemuan kedua negara pada awal Oktober 2019, kondisi situasi geopolitik di Timur Tengah yang dapat mempengaruhi harga minyak dunia, serta pergerakan harga komoditas logam, emas dan batu bara, akan turut mempengaruhi pergerakan IHSG sepekan kedepan.

Melihat kondisi IHSG yang masih berkonsolidasi dengan kecenderungan bergerak turun, maka disarankan untuk tetap safe trading. Selalu waspada dan tetap berhati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan mengalami ketidakpastian lagi. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*