Masih Konsolidasi, IHSG Membentuk Pola Symmetrical Triangle

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup menguat dan berhasil mencapai level rekor tertinggi baru pada penutupan perdangangan akhir pekan, dipicu oleh optimisme atas potensi kesepakatan perdagangan AS-China yang semakin positif, dan kenaikan besar pada saham perusahaan kesehatan yang dipicu pengumuman dari Presiden AS Donald Trump tentang transparansi harga layanan kesehatan. Dow Jones berhasil mencetak rekor dan menyentuh level 28.000 untuk pertama kalinya, setelah penasehat ekonomi pemerintah AS Larry Kudlow mengatakan bahwa China dan AS semakin dekat untuk mencapai kesepakatan perdagangan. Komentarnya yang muncul setelah beberapa laporan menyatakan kedua belah pihak berselisih mengenai persyaratan perjanjian perdagangan fase satu, menjadi dorongan bagi pasar. Dow Jones ditutup naik 222,93 poin (+0,8%) menjadi 28.004,89. Sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq juga ke level tertinggi sepanjang masa baru, setelah masing-masing naik 23,83 poin (+ 0,77%) menjadi 3.120,46 dan 61,81 poin (+0,73%) menjadi 8.540,83. Secara mingguan ketiga indeks utama saham AS berhasil membukukan penguatan dengan Dow Jones naik +1,17%, S&P 500 menguat +0,89% dan Nasdaq menguat +0,77%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup naik 29,395 poin (+0,48%) ke level 6.128,345 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy setelah membukukan pembelian senilai Rp 22 miliar di pasar reguler. Namun untuk sepanjang minggu kemaren, IHSG tercatat masih mengalami penurunan sebesar -0,8%, dengan diikuti oleh net sell investor asing sebesar Rp 1,28 triliun di pasar reguler.

Secara mingguan, IHSG melanjutkan pelemahan dalam 3 pekan berturut-turut. Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global maupun lokal. Kelanjutan drama perang dagang yang diwarnai oleh kesimpangsiuran dalam negosiasi dagang antara AS-China, masih menjadi sentimen utama penggerak indeks saham dunia. Dari regional, gerakan aksi protes massa di Hongkong yang kembali panas dan memicu kekerasan menjadi sentimen negatif bagi bursa saham kawasan Asia. Sementara dari dalam negeri, turunnya saham-saham BUMN terutama sektor perbankan yang dipicu oleh kabar bahwa emiten-emiten plat merah diminta untuk menyelamatkan Bank Muamalat dan Asuransi Jiwasraya dari permasalahan keuangan yang kini sedang menerpanya, menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Meski akhirnya IHSG mampu bangkit di akhir pekan berkat rilis data neraca perdagangan bulan Oktober yang secara tak terduga mencatatkan surplus sebesar US$ 160 juta, namun akibat koreksi di tengah pekan, membuat kinerja IHSG tercatat melemah secara mingguan.

Secara teknikal, dari weekly chart IHSG terlihat masih bergerak dalam fase konsolidasi membentuk pola symmetrical triangle, dengan level support saat ini dikisaran 6.062 dan resistance sementara dikisaran 6.305. Indikator teknikal MACD masih cenderung bergerak menurun, mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung melemah menguji area supportnya.

Weekly Chart IHSG

Apabila IHSG dapat bertahan di support 6.062 dan menguat lagi, terbuka peluang bagi indeks untuk rebound ke resistance level 6.305 lagi. Penembusan keatas 6.305 nantinya akan membuat IHSG keluar dari konsolidasinya dan mulai bergerak naik (bullish), sehingga berpeluang menuju level tertinggi sepanjang masa di 6.693. Namun apabila IHSG gagal bertahan di support 6.062 dan bergerak turun menembus ke bawah level psikologis 6.000, maka indeks berpotensi akan melanjutkan downtrendnya dengan menuju kisaran 5.750 sebagai target penurunannya.

Untuk minggu ini, pelaku pasar akan mencermati pertemuan BI pada hari kamis. Diperkirakan BI akan menahan suku bunga acuannya tetap atau tidak berubah di level 5%, setelah sebelumnya telah menurunkan 4 kali berturut-turut sebesar 25 bps. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor pada pekan ini diantaranya adalah:

  • Selasa 19 November 2019 : Kebijakan moneter Australia
  • Rabu 20 November 2019 : Rilis data perdagangan Jepang, Laporan meeting The Fed
  • Kamis 21 November 2019 : Kebijakan moneter ECB
  • Jum’at 22 November 2019 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data GDP Jerman, Pernyataan Presiden ECB Lagarde, Rilis data manufaktur zona euro, Rilis data manufaktur AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG kemungkinan berpotensi rebound di awal minggu ini, terdorong oleh penguatan bursa saham Wall Street dan efek neraca dagang surplus pada akhir pekan lalu. Perhatikan level support 6.062 dan resistance 6.305, karena akan menentukan arah IHSG selanjutnya apakah mau ke bawah (bearish) atau ke atas (bullish). Selama belum terjadi penembusan batas atas atau bawahnya, maka IHSG masih bergerak dalam pola konsolidasinya.

Tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada. Hati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi. Terus cermati arah perkembangan pasar dan selalu kontrol resiko, sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki kinerja bagus dan prospek kedepan yang cerah.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*