Masih Konsolidasi, Pekan Ini IHSG Berjuang Kembali Ke Level Psikologis 5000

Bursa Wall Street mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari Kamis sebelum libur long weekend merayakan Independence Day pada hari Jum’at. Penguatan tersebut didorong oleh laporan ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa ada 4,8 juta pekerjaan tercipta pada Juni, jauh lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang memprediksikan akan ada penambahan 2,9 juta pekerjaan. Tingkat pengangguran turun menjadi 11,1% dari 13,3% pada bulan Mei, diatas perkiraan ekonom sebesar 12,4%. Dow Jones ditutup naik 92,39 poin (+0,36%) menjadi 25.827,36, S&P 500 bertambah 14,15 poin (+0,45%) menjadi 3.130,01 dan Nasdaq menguat 53,00 poin (+0,52%) ke rekor tertinggi di level 10.207,63. Kenaikan yang dicatatkan oleh indeks saham utama AS pada hari Kamis menyebabkan kinerja mingguan Wall Street meningkat. Dalam sepekan, Dow Jones naik +3,25%, S&P 500 menguat +4,02%  dan Nasdaq melonjak +4,62%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup naik tipis 7,014 poin (+0,14%) ke level 4.973,794 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 108 miliar di pasar reguler. Sepanjang minggu lalu, IHSG berhasil menguat sebesar +1,42%, meski investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp 1,38 triliun.

IHSG kembali naik pada pekan lalu sejalan dengan penguatan bursa saham global, seiring membaiknya rilis data perekonomian dunia yang berada di atas ekspektasi konsensus. Rilis data PMI manufaktur di berbagai negara menunjukan mulai ada sinyal pemulihan ekonomi global, setelah dibukanya kembali perekonomian dengan pelonggaran lockdown. Sementara dari AS, rilis data tenaga kerja terus menunjukan perbaikan, karena kegiatan dunia usaha mulai menggeliat di seluruh AS, meski juga diiringi dengan meningkatnya jumlah kasus baru virus korona. Disisi lain, kabar mengenai vaksin potensial untuk Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer, yang diberitakan dapat menciptakan antibodi penawar yang dapat menetralkan virus korona, turut menjadi katalis positif penggerak pasar pada pekan lalu. Sementara dari dalam negeri, katalis positif datang dari rilis data inflasi bulan Juni yang angkanya berada diatas ekspektasi konsensus pasar, sehingga menunjukan bahwa daya beli masyarakat Indonesia perlahan mulai pulih.

Secara teknikal IHSG saat ini berada di fase konsolidasi dalam jangka pendek dengan kecenderungan menguat, setelah mampu bertahan diatas uptrend line jangka menengahnya. IHSG terlihat masih bergerak dalam rentang terbatas, masih sama persis dengan ulasan pada minggu sebelumnya. Setelah mampu bertahan di support dari uptrend line di level 4.879, IHSG akan mencoba untuk melewati minor resistance di 5.018, yang apabila dapat ditembus akan membawa indeks menguji level resistance 5.139 lagi. Sementara apabila IHSG turun dan gagal bertahan di support 4.879, maka indeks akan bergerak melemah menuju level support berikutnya di 4.712 kembali. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bergerak positif. 

Untuk perdagangan minggu ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data keyakinan konsumen bulan Juni pada hari Senin. Sedangkan pada hari selasa akan dirilis data cadangan devisa akhir periode Juni 2020. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian investor di pekan ini antara lain :

  • Senin 6 Juli 2020 : Rilis data ISM non manufaktur AS
  • Selasa 7 Juli 2020 : Kebijakan suku bunga dan pernyataan Bank Sentral Australia (RBA)
  • Kamis 9 Juli 2020 : Rilis data inflasi China, Rilis data perdagangan Jerman, Pertemuan Euro Group

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih bergerak volatile dan berada di penentuan apakah rebound yang terjadi sejak akhir maret akan terus berlanjut naik, ataukah akan kembali turun dan memasuki fase konsolidasi. Saat ini IHSG tengah berjuang untuk menembus level psikologis 5.000 lagi. Jika dapat bertahan diatas level psikologis tersebut dan menerobos keatas minor resistance 5.018, maka terbuka peluang bagi IHSG untuk menguji resistance 5.139 lagi. Namun sebaliknya jika IHSG gagal bertahan di level support 4.879, maka indeks berpotensi melemah ke level 4.712 dan masuk fase konsolidasi kembali.

Melihat IHSG masih berada di persimpangan, maka disarankan untuk tetap safe trading dan selalu waspada, serta berhati-hati apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/