Rencana Merger Bank BUMN Syariah, Saham BRIS Berpotensi Reli Menguat

Bola panas rencana Kementerian BUMN untuk menggabungkan semua bank syariah yang dimiliki Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) menjadi satu entitas, membuat saham BRIS kembali menguat. Realisasi penggabungan bank syariah plat merah yang terdiri dari BRIS, Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah dan Unit Usaha Syariah BBTN ditargetkan dapat terjadi pada Februari tahun depan. Merger ini nantinya akan menghasilkan satu entitas bank syariah baru dengan total aset sebesar Rp 207 triliun, sehingga bank ini nantinya akan berada di posisi ke-8 bank dengan aset terbesar di Indonesia, di atas BDMN yang memiliki total aset sebesar Rp 203 triliun.

Ada 2 kemungkinan yang akan terjadi apabila rencana ini direalisasikan, dimana keduanya akan menjadi sentimen positif bagi BRIS:

  1. Karena BRIS merupakan satu-satunya bank syariah yang sudah menjadi perusahaan publik dan melantai di bursa efek, maka ada kemungkinan BRIS lah yang akan menjadi induk dari entitas baru dari bank syariah gabungan ini. Jika ini terjadi maka BRIS akan naik kelas dari Bank buku III menjadi Bank buku IV, karena penggabungan ini akan membuat aset bank ini meningkat drastis.
  2. Namun jika melihat besaran total aset dan total ekuitas, bisa saja Bank Syariah Mandiri yang memiliki total aset dan total ekuitas paling besar yang menjadi entitas bank syariah gabungan ini. Jika hal ini terjadi, maka BBRI sebagai induk usaha BRIS harus melakukan tender offer terlebih dahulu pada 18,33% pemegang saham publik BRIS untuk membeli saham-saham yang beredar di publik baru BRIS dapat melakukan voluntary delisting dari BEI. Melihat nilai buku BRIS sebesar Rp. 532/lembar dan saat ini BRIS diperdagangkan di PBV 0,6x, maka ada peluang bagi saham ini untuk di tender offer minimal 1x dari nilai bukunya tersebut.

Erick Thohir Wujudkan Mega Merger Bank Syariah BUMN. Ikuti perkembangannya di sini : https://www.cnbcindonesia.com/market/topik/erick-thohir-wujudkan-mega-merger-bank-syariah-bumn-1958/all

Secara fundamental, BRIS berhasil mencetak kinerja positif sepanjang kuartal I 2020 dengan membukukan laba bersih senilai Rp 75,15 miliar, atau melonjak hingga 150% secara year on year (YoY) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya membungkus keuntungan senilai Rp 30,05 miliar. Bahkan kinerja dalam tiga bulan pertama tahun ini lebih tinggi dibandingkan kinerja sepanjang tahun 2019 lalu, dimana laba bersihnya hanya sekitar 74 miliar, menjadikan EPS Q1/2020 sebesar Rp 8/lembar, sama dengan pencapaian kinerja sepanjang tahun 2019 lalu. Sehingga apabila kinerja di kuartal berikutnya menurun akibat Covid-19, maka BRIS tidak akan terlalu terpukul dibandingkan kinerja tahun lalu, sebab telah mengantongi hasil positif di 3 bulan pertama tahun ini.  Selain itu, membaiknya kinerja BRIS terlihat dari menurunnya rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) bank syariah ini. Secara gross turun jadi 5% dari 5,68% dibandingkan dengan kuartal I 2019, dan secara net turun dari 4,35% jadi 2,95%.

Secara teknikal, BRIS berhasil break out dari downtrend resistance 310, sehingga membuka peluang bergerak naik menuju target terdekat dikisaran 336 hingga 350. Apabila kenaikan saham ini mampu berlanjut, maka BRIS berpeluang melanjutkan reli penguatannya menuju target berikutnya dikisaran 374 hingga 408.

Rekomendasi : Buy. Batasi resiko jika turun dan gagal bertahan di 300.

Disclaimer ON       

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihat infonya disini: http://step-trader.com/member-area/

Join our Channel telegram at:https://telegram.me/steptrader

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*