Bertahan Di Level Psikologis 5000, IHSG Masih Bergerak Sideways To Up

Bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir pekan, seiring kekhawatiran atas tensi politik AS-China yang makin panas, serta kegagalan Kongres menyetujui paket stimulus fiskal baru untuk mengatasi krisis korona di AS, ditengah rilis data tenaga kerja AS yang lebih baik dari yang diperkirakan. Ekonomi AS berhasil menambahkan 1,763 juta lapangan pekerjaan pada bulan Juli dan tingkat pengangguran  turun menjadi 10,2%. Semetara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemblokiran Tiktok dan Wechat, serta memberikan sanksi pada pemimpin Hong Kong akibat UU Keamanan China. Dow Jones ditutup naik 46,50 poin (+0,17%) ke level 27.433,48, S&P 500 menguat tipis 2,12 poin (+0,06%) ke 3.351,28, sedangkan Nasdaq turun 97,09 poin (-0,87%) menjadi 11.010,98. Ketiga indeks saham utama AS berhasil membukukan keuntungan mingguan, dengan Dow Jones mengalami kenaikan +3,8%, S&P 500 meningkat +2,45% dan Nasdaq menguat +2,47%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG tergelincir ke zona merah pada akhir pekan setelah turun 34,379 poin (-0,66%) ke level 5.143,893. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,08 triliun di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir IHSG mengalami koreksi tipis -0,11%, dengan diikuti oleh keluarnya dana asing senilai Rp 2,81 triliun di pasar reguler.

IHSG terkoreksi tipis dalam sepekan terakhir, setelah bergerak flutuatif sepanjang pekan lalu. Di awal pekan, IHSG sempat turun tajam karena kekhawatiran pasar jelang rilis data pertumbuhan ekonomi (PDB) kuartal kedua 2020. Tapi IHSG berhasil rebound di tiga hari selanjutnya pada tengah pekan, sebelum akhirnya terkena aksi profit taking di akhir pekan. Rilis data PDB kuartal kedua tercatat mengalami kontraksi turun ke level -5,32% (YoY), namun pelaku pasar meyakini bahwa ekonomi akan membaik di kuartal ketiga nanti dan diharapkan menjadi titik balik dalam perbaikan ekonomi Indonesia yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Secara teknikal IHSG masih berada di fase sideways to up, terlihat dari pola pergerakan chart indeks yang bergerak mendatar cenderung naik. Meski sempat anjlok ke level 4928 di awal pekan lalu, namun IHSG mampu kembali rebound dan melanjutkan uptrend-nya setelah menembus ke atas level 5.162 sehingga membentuk pola higher high lagi. Untuk pekan ini, support IHSG diperkirakan berada di level psikologis 5000. Sedangkan untuk level resistance terdekat di 5.187. Apabila masih mampu dilewati dan membentuk higher high, maka terbuka peluang bagi IHSG melanjutkan kenaikannya menuju level resistance selanjutnya di 5.288. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam tren positif.

Untuk minggu ini perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data current account kuartal II-2020 pada hari senin. Sedangkan pada hari selasa akan dirilis data penjualan retail bulan Juni. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian investor di pekan ini antara lain :

  • Senin 10 Agustus 2020 : Rilis data inflasi China.
  • Selasa 11 Agustus 2020 : Rilis data pekerjaan Inggris
  • Rabu 12 Agustus 2020 : Rilis data GDP Inggris, Rilis data inflasi AS
  • Kamis 13 Agustus 2020 : Rilis data pekerjaan Australia
  • Jumat 14 Agustus 2020 : Pernyataan Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Lowe, Rilis data penjualan ritel AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG berpotensi melanjutkan konsolidasinya dengan bergerak dalam pola sideways cenderung menguat. Faktor yang akan menjadi penggerak pasar minggu ini adalah perkembangan pandemi Covid-19 di berbagai negara, perkembangan terbaru vaksin, stimulus lanjutan dari pemerintah dan bank sentral, hingga tensi geopolitik AS-China. Selama mampu bertahan di atas support level psikologis 5.000 dan membuat higher high melewati 5.187, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya. Namun perlu diwaspadai apabila IHSG gagal bertahan dan turun ke bawah support psikologis 5000 dengan masif, maka disarankan untuk hati-hati.

Tetap disarankan safe trading. Hati-hati dan selalu waspada apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif, serta market mengalami ketidakpastian lagi. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/