PSBB Total Jakarta Membuat Volatilitas IHSG Kembali Meningkat, What Next?

Setelah melalui perdagangan yang volatile di akhir pekan, Bursa Wall Street akhirnya ditutup bervariatif. Indeks Nasdaq berubah arah melemah dan indeks S&P 500 stagnan, setelah penguatan saham-saham teknologi di sesi awal menyusut, seiring aksi jual yang berlanjut. Sektor teknologi membukukan penurunan ke-5 dalam 6 hari terakhir dengan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Maret, sehingga mengantarkan indeks Nasdaq ke level mingguan terburuk dalam 1 bulan terakhir. Sementara itu, data terbaru menunjukkan inflasi AS meningkat pada bulan Agustus, namun kelesuan pasar tenaga kerja kemungkinan akan menahan inflasi kedepan. Dow Jones ditutup naik 131,06 poin (+0,48%) ke level 27.665,64, S&P 500 menguat tipis 1,78 poin (+0,05%) menjadi 3.340,97, sedangkan Nasdaq melemah 66,05 poin (-0,6%) ke posisi 10.853,55. Secara keseluruhan ketiga indeks bursa saham utama AS mencatatkan penurunan dalam sepekan, dimana Dow Jones turun -1,66%, S&P 500 susut -2,51% dan Nasdaq ambles -4,06%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil ditutup menguat +125,251 poin (+2.56%) ke level 5.016,712 di akhir pekan. Investor asing masih membukukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 2,1 triliun. Selama seminggu terakhir IHSG rontok -4,26% dengan diikuti oleh keluarnya dana asing senilai Rp 4,56 triliun di pasar reguler dalam sepekan.

IHSG terkapar pada pekan lalu, setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rencana akan kembali menerapkan PSBB total di wilayahnya mulai 14 September 2020, seiring terus bertambahnya jumlah kasus baru korona, serta dukungan fasilitas rumah sakit yang sudah dianggap darurat. Setelah pernyataan tersebut, pelaku pasar menjadi panik sehingga berujung kepada anjloknya IHSG sebesar -5%  lebih pada hari kamis lalu. Investor sangat khawatir bahwa kebijakan tersebut akan kembali menekan perekonomian dan dunia usaha maupun aktivitas masyarakat. Meski kebijakan PSBB total hanya berlaku di Jakarta, namun kontribusinya terhadap perekonomian nasional dikhawatirkan begitu besar, karena sebanyak 60-70% perputaran uang Indonesia ada di ibu kota, sehingga jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, investor cemas pemulihan ekonomi nasional akan menjadi lebih lama.

Namun di akhir pekan, IHSG berhasil bangkit dan rebound setelah mengikis penurunannya, karena kepanikan pasar mulai berkurang disebabkan detail pelaksanaan PSBB total tersebut belum jelas dan kurang disetujui oleh pemerintah pusat. Selain itu ada kemungkinan daerah-daerah lain juga tidak akan mengikuti kebijakan yang diberlakukan oleh Jakarta. Salah satu sebabnya pemerintah pusat dan daerah lainnya sangat mempertimbangkan dampak dan konsekuensi ekonomi dari pemberlakuan PSBB total. Meski demikian efek kejut dari pengumuman tersebut sempat membuat IHSG terjerumus ke bawah level psikologis 5.000 dan menyentuh level terendah di 4.754, sebelum akhirnya berhasil rebound di akhir minggu dan ditutup di level 5.016.

Secara teknikal, dari gambar chart di bawah ini terlihat bahwa IHSG saat ini memasuki fase downtrend dalam jangka pendek setelah tren naik indeks sejak akhir maret lalu patah (garis uptrend warna merah) akibat koreksi tajam pada pekan lalu. Sekarang ini IHSG mencoba rebound kembali menuju area kisaran gap di 5.084-5.135. Jika nantinya gap tersebut dapat di tutup dan dilewati, maka IHSG akan menguji area kisaran resistance di 5.145 hingga 5.216. Sementara untuk level support IHSG minggu ini diperkirakan akan berada dikisaran area 4.754 hingga 4.811. Apabila turun di bawah level support tersebut, maka IHSG akan melanjutkan tren penurunannya. Namun selama mampu bertahan diatas 4.811 dan kembali bergerak naik, maka IHSG akan cenderung bergerak dalam uptrend channel (dua garis sejajar warna hitam) yang baru.

Ada sejumlah sentimen yang akan dicermati oleh para pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya adalah rilis data neraca perdagangan (trade balances) dan data ekspor-impor pada hari selasa, serta Rapat Dewan Gubernur BI pada hari kamis yang diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor pada pekan ini antara lain :

  • Selasa 15 September 2020 : Rilis data tenaga kerja Inggris
  • Rabu 16 September 2020 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data inflasi Inggris, Rilis data penjualan ritel AS, Kebijakan suku bunga, proyeksi ekonomi dan pernyataan The Fed
  • Kamis 17 September 2020 : Rilis data pekerjaan Australia, Kebijakan moneter Jepang, Kebijakan moneter dan suku bunga Inggris
  • Jum’at 18 September 2020 : Rilis data inflasi Jepang

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG minggu ini diperkirakan akan bergerak sangat volatile dalam range yang cukup lebar, karena pasar masih menunggu implementasi dari kebijakan PSBB total di Jakarta benar-benar diterapkan. Namun menurut saya, penurunan IHSG tidak akan sedalam ketika PSBB pertama kali lalu, karena saat itu bersamaan dengan penurunan bursa saham global yang disebabkan hampir semua negara me-lockdown ekonominya guna menahan penyebaran Covid-19. Namun demikian tetap disarankan untuk lebih berhati-hati, karena volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat seiring dengan pemberitaan terkait pelaksanaan dan dampak dari PSBB Jakarta yang belum jelas.

Untuk itu disarankan tetap safe trading dan selalu waspada, apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi. Selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/