Mencari Titik Keseimbangan Baru, IHSG Mencoba Bertahan Di Level Psikologis 5.000

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street berakhir melemah pada perdagangan akhir pekan, tertekan oleh aksi jual saham-saham teknologi seperti Apple Inc, Microsoft Corp, Amazon.com dan Alphabet Inc. Investor melakukan rotasi portofolio saham, dengan melepas saham-saham sektor teknologi yang telah terbang tinggi ke sektor-sektor lainnya. Pergeseran portofolio ini merupakan profit taking, penyesuaian, dan rotasi antar sektor. Sektor material dalam indeks S&P 500 adalah sektor dengan performa terbaik bulan ini, sementara sektor teknologi adalah yang terburuk. Dow Jones turun 244,56 poin (-0,88%) menjadi 27.657,42, S&P 500 kehilangan 37,54 poin (-1,12%) ke level 3.319,47 dan Nasdaq melemah 116,99 poin (-1,07%) ke posisi 10.793,28. Ketiga Indeks saham utama AS menorehkan pelemahan mingguan untuk pekan ketiganya secara berturut-turut, setelah Dow Jones melemah -0,03%, S&P 500 turun -0,64% dan Nasdaq berkurang -0,56%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil menguat 20,822 poin (+0,41%) ke level 5.059,22 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 996 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir IHSG berhasil menguat +0,85%, meski investor asing masih terus membukukan net sell sebesar Rp 3,75 triliun di pasar reguler.

Gerak IHSG dalam sepekan bervariatif, namun akhirnya berhasil menguat di tengah tren koreksi bursa saham global. Sejumlah faktor mempengaruhi IHSG diantaranya adalah keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 4% sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, rilis data neraca perdagangan Indonesia di bulan Agustus yang mencatatkan surplus US$ 2,33 miliar turut menjadi katalis positif bagi IHSG, meski nilai ekspor dan impor masih mencatatkan penurunan. Di sisi lain, tingginya kasus baru harian Covid-19 di Indonesia yang terus bertambah, membuat investor asing kembali mencatatkan net sell sehingga membuat penguatan IHSG terbatas.

Pasar saham Indonesia masih bergerak dalam fase konsolidatif pasca penurunan tajam setelah pengumuman PSBB Total Jakarta. Secara teknikal IHSG masih di fase downtrend dalam jangka pendek karena bergerak di bawah garis turun warna merah, seperti terlihat pada gambar chart di bawah ini. IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran area trading 4.816 hingga 5.187 di minggu ini. Apabila mampu melewati ke atas 5.187 maka IHSG akan mengakhiri tren turun jangka pendek dan cenderung bergerak dalam uptrend channel yang baru (dua garis sejajar tren naik warna hitam seperti gambar di bawah ini).

Minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor pada pekan ini antara lain :

  • Senin 21 September 2020 : Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Selasa 22 September 2020 : Pernyataan Gubernur BOE Bailey, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Rabu 23 September 2020 : Rilis data manufaktur dan jasa zona euro, Rilis data manufaktur AS, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Kamis 24 September 2020 : Pernyataan Ketua The Fed Powell, Pernyataan Menkeu AS Mnuchin, Rilis data durable goods orders AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan bergerak sideways dan mencoba bertahan diatas level psikologis 5.000, dengan kecenderungan melemah terbatas. Saat ini pasar saham terlihat tengah berada dalam fase konsolidasi mencari titik keseimbangan baru. Untuk itu disarankan lebih berhati-hati, terutama apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan market mengalami ketidakpastian lagi.  

Disarankan tetap safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/