Mencoba Melanjutkan Rebound Ke 5000, Akankah IHSG Mengalami Dead Cat Bounce?

Bursa saham Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan, setelah juru bicara House of Representative Nancy Pelosi berbicara dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada hari jum’at terkait paket bantuan stimulus lanjutan. Isu stimulus menjadi faktor penentu sikap para pelaku pasar dalam beberapa hari perdagangan terakhir. Saham-saham teknologi kembali menjadi penyelamat bursa Wall Street, dengan saham Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com memimpin penguatan, diikuti oleh saham Nvidia Corp dan Facebook Inc yang naik setidaknya +2,1%. Dow Jones ditutup naik 358,52 poin (+1,34%) menjadi 27.173,96, S&P 500 menguat 51,87 poin (+1,60%) menjadi 3.298,46 dan Nasdaq melonjak 241,30 poin (+2,26%) ke level 10.913,56. Dalam sepekan terakhir Wall Street bervariatif, dengan Indeks Dow Jones dan S&P 500 membukukan koreksi mingguan terpanjang dalam setahun terakhir, seiring kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi yang memicu koreksi hampir selama sebulan. Sepanjang minggu lalu, Dow Jones turun -1,75%, S&P 500 melemah -0,63%, sedangkan Nasdaq berhasil naik +1,11%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG bangkit dan ditutup menguat 103,035 poin (+2,13%) ke posisi 4.945,791 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp 555 miliar. Meski berhasil naik di akhir pekan namun secara mingguan kinerja IHSG masih tercatat melemah -2,24%, akibat pelemahan yang terjadi pada 4 hari beruntun sebelumnya. Sepanjang pekan lalu dana asing yang keluar dari bursa Indonesia tercatat sebesar Rp 2,17 triliun di pasar reguler.

Pelemahan IHSG pada pekan lalu disebabkan oleh banyaknya sentimen negatif yang beredar di market. Diturunkannya proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh pemerintah dari perkiraan awal dan bocornya dokumen The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) yang menekan turun saham-saham perbankan, serta terus meningkatnya kasus baru harian Covid-19 di Eropa yang membuka peluang terjadinya lockdown periode kedua menjadi sentimen yang menggulung turun IHSG sepanjang pekan lalu. Tekanan jual pada IHSG sedikit mereda pada perdagangan akhir pekan, setelah mengekor pergerakan bursa saham global dan regional yang juga bergerak ke zona hijau. Pasar saham regional terangkat di akhir pekan oleh sentimen kabar dari vaksin buatan China yang memperoleh restu dari WHO.

Secara teknikal, IHSG terlihat masih bergerak dalam tren turun jangka pendek (di bawah garis downtrend warna merah), meski masih berada di dalam uptrend channel jangka menegah (dua garis paralel uptrend warna biru). IHSG mengalami teknikal rebound setelah menyentuh area support dari uptrend channelnya di 4.820. Dan IHSG masih berpeluang melanjutkan reboundnya dengan bergerak naik menguji area downtrend resistline dikisaran 5.070.

Untuk pekan ini IHSG diproyeksikan masih akan melanjutkan konsolidasinya dengan perkiraan bergerak dikisaran area trading 4820 hingga 5070. Apabila mampu melewati 5070, maka IHSG akan melanjutkan reboundnya menguji area resistance level 5.187 lagi. Penembusan ke atas 5.187 akan mengkhiri tren turun jangka pendek IHSG dan akan mulai bergerak naik. Namun sebaliknya apabila gagal menembus keatas 5070 dan turun lagi di bawah 4820, maka IHSG berpeluang melanjutkan dowtrendnya menuju kisaran 4754 hingga 4650 sebagai target terdekat. Dan jika tren bearish berlanjut, maka IHSG dapat menuju target pelemahan berikutnya di level 4460-4400.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi yaitu data manufaktur dan inflasi bulan september pada hari kamis tanggal 1 Oktober 2020. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor pada pekan ini antara lain :

  • Senin 28 September 2020 : Pernyataan presiden ECB Lagarde
  • Rabu 30 September 2020 :  Rilis data manufaktur China, Rilis data GDP Inggris, Pernyataan presiden ECB Lagarde, Rilis data GDP AS
  • Kamis 1 Oktober 2020 : Rilis data manufaktur AS
  • Jum’at 2 Oktober 2020 : Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan melanjutkan teknikal reboundnya di awal pekan, dengan mencoba kembali ke level psikologis 5000. Pasar saham Indonesia akan mendapatkan katalis dari penguatan bursa saham Wall Street pada akhir pekan lalu, yang didorong oleh sentimen positif dari pembicaraan lanjutan stimulus fiskal AS dan perlombaan percepatan vaksin virus korona di dunia. Meski masih ada peluang rebound namun pelaku pasar disarankan tetap berhati-hati karena secara short term IHSG masih bearish selama belum dapat naik dan bertahan diatas level 5.187. Tetap disarankan safe trading karena market masih volatile dan bisa sewaktu-waktu turun apabila ada sentimen negatif terkait Covid-19 dan melemahnya pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu disarankan selalu waspada dan disiplin, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/