Jelang Libur Panjang, IHSG Diperkirakan Melanjutkan Konsolidasinya

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan akhir pekan di tengah negosiasi paket stimulus AS. Ketidakpastian timeline dari undang-undang paket stimulus korona telah membuat Wall Street bergerak volatile. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan masih memungkinkan untuk mendapatkan bantuan Covid-19 lagi sebelum pilpres AS 3 November, tetapi terserah kepada Presiden Donald Trump untuk bertindak termasuk berbicara dengan Senat Partai Republik yang menolak. Dow Jones ditutup turun 28,09 poin (-0,10%) ke level 28.335,57. Sementara S&P 500 ditutup menguat 11,90 poin (+0,34%) ke posisi 3.465,39 dan Nasdaq naik 42,28 poin (+0,37%) menjadi 11.548,28. Selama sepekan, ketiga indeks bursa saham utama AS berakhir turun, dengan Dow Jones melemah -0,95%, S&P 500 berkurang -0,53% dan Nasdaq melorot -1,06%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG berhasil ditutup menguat +20,372 poin (+0.40%) ke level 5.112,188 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 63 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir, IHSG berhasil naik tipis +0,17%, meski investor asing masih terus mencatatkan net sell di pasar reguler senilai Rp 962 miliar.

IHSG bergerak volatile dalam rentang terbatas dan cenderung berkonsolidasi dengan bergerak menyamping sepanjang pekan lalu. Sejumlah faktor yang mempengaruhi IHSG bergerak sideways diantaranya adalah tarik ulur stimulus fiskal untuk menanggulangi dampak Covid-19 di AS. Sementara dari dalam negeri, kabar mengenai kenaikan tarif cukai rokok tahun depan sebesar 17% membebani laju IHSG. Selain itu pasar juga tengah menanti rilis data GDP kuartal ketiga serta hasil pemilu AS di awal November.

Untuk pekan ini seiiring hari perdagangan bursa yang hanya 2 hari, karena ada libur Maulid Nabi dan cuti bersama dari tanggal 28-30 Oktober 2020, kemungkinan besar pergerakan IHSG masih akan tipis-tipis saja melanjutkan fase konsolidasinya. Secara teknikal IHSG masih bergerak naik di dalam uptrend channelnya. Namun saat ini IHSG tengah mengalami konsolidasi jangka pendek di antara garis moving average (MA) 100 sebagai level support dan garis MA 200 sebagai level resistance. IHSG memasuki fase konsolidasi jangka pendek dikisaran 5063 hingga 5135. Penembusan batas bawah atau batas atas area tersebut akan menetukan arah pergerakan IHSG selanjutnya. Apabila turun di bawah 5063, maka IHSG akan menguji area support 4991. Namun jika IHSG dapat melewati 5135, maka IHSG akan menguji area resistance 5187.

Minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang ditunggu. Pelaku pasar mencermati rilis kinerja keuangan emiten kuartal ketiga yang mulai dirilis mendekati akhir bulan Oktober ini. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor pada pekan ini antara lain :

  • Selasa 27 Oktober 2020 : Rilis data durable goods orders AS
  • Rabu 28 Oktober 2020 : Rilis data inflasi Australia
  • Kamis 29 Oktober 2020 : Kebijakan moneter dan konferensi pes BOJ, Rilis data GDP AS, Kebijakan suku bunga Eropa dan Pernyataan ECB
  • Jum’at 30 Oktober 2020 : Rilis data GDP zona eropa, Rilis data pendapatan dan pengeluaran pribadi AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih cenderung berkonsolidasi di range terbatas, mengingat hanya tersedia 2 hari perdagangan bursa pada minggu ini. Diperkirakan IHSG masih akan melanjutkan pergerakan sideways di area trading 5063-5135. Kemungkinan pasar akan cenderung sepi dan berpotensi terkena profit taking jelang libur panjang.

Tetap disarankan untuk safe trading. Hati-hati karena pasar masih berpotensi mengalami volatilitas jelang pilpres AS. Selalu waspada apabila kondisi pasar kembali menjadi tidak kondusif dan dipenuhi ketdakpastian lagi. Tetap kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca pandemi Covid-19. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/