IHSG : Pave The Way For Recovery

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan dan kembali mencerak rekor baru, ditopang oleh rilis laporan laba emiten-emiten blue chips yang kuat seiring data ekonomi yang solid sebagai sinyal pemulihan ekonomi AS. Dari 6 emiten bank papan atas yang telah merilis laporan laba, Morgan Stanley membukukan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan, ditopang oleh hasil investasi dan perdagangan yang kuat. Sentimen investor juga didorong oleh banyaknya data ekonomi sepanjang minggu yang menunjukkan rebound dalam belanja konsumen, sentimen dan data lapangan pekerjaan. Dow Jones ditutup menguat 164,68 poin (+0,48%) menjadi 34.200,67, S&P 500 menanjak 15,05 poin (+0,36%) ke level 4.185,47 dan Nasdaq naik tipis 13,58 poin (+0,1%) ke posisi 14.052,34. Sepanjang minggu lalu, ketiga indeks saham utama AS berhasil ditutup menguat dengan Dow Jones naik +1,18%, S&P menanjak +1,37%, dan Nasdaq bertambah +1,09%.

Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat tipis 6,757 poin (+0,11%) ke level 6.086,258. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp. 167 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir, IHSG berhasil menguat +0,26% meski investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp. 141 miliar di pasar reguler. 

Sentimen yang mempengaruhi penguatan IHSG dalam seminggu terakhir datang dari rilis data neraca perdagangan RI bulan Maret yang kembali mengalami surplus, meskipun seidikit di bawah ekspektasi pasar. Investor mengapresiasi aktifitas ekspor dan impor yang menguat signifikan, setelah sebelumnya rilis data industri manufaktur melesat pada bulan Maret sehingga memberikan indikasi pemulihan ekonomi dari sisi perdagangan. Market juga mengapresiasi kinerja GDP kuartal I/2021 Tiongkok yang melampaui ekspektasi, serta turunnya imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke bawah level 1,6%. Namun kekhawatiran seputar efektivitas vaksin buatan China yang banyak dipakai di Indonesia, ditengah meningkatnya kasus baru Covid-19 secara global turut membatasi penguatan IHSG.

Setelah bertahan diarea support 5892, IHSG secara teknikal mencoba untuk rebound menembus keatas resistance level 6113. Indikator teknikal MACD yang telah golden cross dengan histogram bar naik diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG cenderung bergerak positif sehingga peluang untuk rebound terbuka dalam jangka pendek. Apabila mampu breakout dan bertahan diatas 6113, maka IHSG akan mengkonfirmasi terbentuknya pola bullish reversal double bottom dengan target menuju kisaran level psikologis 6300 kembali.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh Bank Indonesia pada pertemuan di hari Selasa. Diperkirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5%. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Senin 19 April 2021 : Rilis data perdagangan Jepang
  • Selasa 20 April 2021 : Rilis data tenaga kerja Inggris
  • Rabu 21 April 2021 : Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 22 April 2021 : Kebijakan moneter, suku bunga serta  konferensi pers ECB
  • Jum’at 23 April 2021 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data manufaktur dan sektor jasa zona eropa.

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Sesuai ulasan pada pekan sebelumnya, pergerakan IHSG terlihat belum stabil. Setelah sempat turun ke level 5883, IHSG berhasil rebound dan bertahan diatas level psikologis 6000 kembali. Rebound IHSG masih tertahan di resistance minor 6113 dan mulai terkonsolidasi lagi. Namun potensi berlanjutnya rebound IHSG masih terbuka seiring mulai turunnya yield treasury AS 10 tahun ke bawah level 1,6%, sehingga membuat tekanan terhadap nilai tukar Rupiah mulai renggang. Investor asing juga tampak mulai masuk ke bond dan pasar saham Indonesia meski masih dalam jumlah kecil. 

Namun tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/