Masih Berkonsolidasi, IHSG Mencari Peluang Untuk Pemulihan

Bursa Wall Street berhasil rebound dan ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, mendorong indeks S&P 500 mendekati rekor penutupan tertinggi, setelah data manufaktur dan penjualan rumah baru di AS menggarisbawahi indikasi booming ekonomi yang didorong oleh langkah pelonggaran kebijakan dari The Fed dan stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah AS. Rebound di bursa saham AS terjadi usai aksi jual yang terjadi sehari sebelumnya, ketika adanya laporan bahwa Presiden AS Joe Biden berencana untuk melipatgandakan pajak capital gain yang membuat takut investor. Dow Jones ditutup naik 227,59 poin (+0,67%) menjadi 34.043,49, S&P 500 menguat 45,19 poin (+1,09%) ke level 4.180,17, dan Nasdaq melonjak 198,4 poin (+1,44%) ke posisi 14.016.81. Meski berhasil menguat di akhir pekan, namun dalam sepekan ketiga indeks saham utama AS berakhir turun, dengan Dow Jones melemah -0,46%, S&P 500 berkurang -0,13% dan Nasdaq menyusut -0,25%. 

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat +22,68 poin (+0,38%) ke level 6.016,864 di akhir pekan. Investor asing membukukan penjualan bersih senilai Rp 3 miliar di pasar reguler. Walaupun menguat di akhir pekan, namun untuk sepanjang pekan lalu IHSG mengalami pelemahan sebesar -1,14%. Dalam sepekan investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 1,09 triliun di pasar reguler.

IHSG kembali mengalami tekanan pada pekan lalu seiring melemahnya sebagian besar bursa saham global, yang dipicu oleh kekhawatiran lonjakan kenaikan kasus Covid-19 di berbagai negara. Meski tertekan, namun IHSG masih sanggup bertahan di atas level psikologis 6.000. Aksi jual investor asing, ditengah kebijakan pengetatan mobilitas perjalanan dalam negeri menjelang masa mudik lebaran selama periode H-14 hingga H+7, berlaku dari tanggal 22 April 2021 sampai 24 Mei 2021 turut menjadi katalis negatif yang membebani laju pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu

Secara teknikal IHSG terlihat masih melanjutkan pola konsolidasinya dengan bergerak sideways dalam jangka pendek dikisaran area trading 5890 hingga 6115. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar mengindikasikan bahwa IHSG masih cenderung terkonsolidasi. Penentuan pergerakan arah IHSG selanjutnya akan ditentukan apakah level support 5890 ataukah resistance 6115 yang akan ditembus.

Untuk minggu ini tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Pelaku pasar hanya menunggu kinerja emiten yang akan banyak keluar jelang akhir bulan Mei sebagai batas akhir perpanjangan rilis laporan keuangan full year 2020.  Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah : 

  • Selasa 27 April 2021 : Kebijakan moneter dan suku bunga serta pernyataan bank sentral Jepang (BOJ)
  • Rabu 28 April 2021 : Rilis data inflasi Australia, Pertemuan OPEC, Pernyataan Presiden ECB Lagarde
  • Kamis 29 April 2021 : Kebijakan suku bunga dan pernyataan The Fed, rilis data GDP AS
  • Jum’at 30 April 2021 : Rilis data NBS manufaktur China

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan masih akan berkonsolidasi dengan bergerak fluktuatif dalam rentang area support 5.890 hingga resistance 6.115. IHSG masih mencari peluang untuk pemulihan, mencoba melanjutkan reboundnya dengan menembus keatas 6.115. Pergerakan IHSG pekan ini akan diperngaruhi oleh rilis kinerja keuangan emiten full year 2020 dan kuartal pertama 2021. Selain itu peningkatan kasus Covid-19 secara global, khususnya yang terjadi di India masih akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/