Jelang Libur Lebaran, IHSG Diperkirakan Akan Melanjutkan Konsolidasinya

Consolidate Word Combining Companies Consolidation Organization

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, setelah secara tak terduga data ketenagakerjaan terbaru AS melambat, sehingga meredakan kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga The Fed. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan nonfarm payrolls naik hanya 266.000 di bulan April 2021, jauh lebih kecil dari perkiraan sebanyak 1 juta. Sementara tingkat pengangguran naik menjadi 6,1% bulan lalu, lebih tinggi dari ekspektasi 5,8%. Investor berspekulasi data lapangan kerja bulan April yang rendah dapat mempertahankan kebijakan dovish The Fed, termasuk mempertahankan suku bunga acuan rendah dan program pembelian obligasi secara masif. Dow Jones ditutup naik 229,23 poin (+0,66%) menjadi 34.777,76 dan S&P 500 menguat 30,98 poin (+0,74%) ke level 4.232,6, keduanya mencapai rekor penutupan tertinggi baru. Sedangkan Nasdaq meningkat 119,40 poin (+0,88%) menjadi 13.752,24. Selama sepekan ketiga indeks saham utama AS bergerak variatif, dengan Dow Jones naik +2,67%, S&P 500 bertambah +1,23%, sedangkan Nasdaq turun -1,51%

Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 41,931 poin (-0,70%) ke level 5.928,309 pada akhir pekan. Investor asing membukukan net buy sebesar Rp. 75 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG mengalami penurunan sebesar -1,12%, meski investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp. 881 milyar di pasar reguler.

Pelemahan IHSG pekan lalu terjadi seiring dengan antisipasi pelaku pasar jelang libur panjang lebaran, ditengah kondisi ketidakpastian akibat peningkatan kasus Covid-19 dan mutasinya di berbagai negara, sehingga menyebabkan lockdown kembali di beberapa negara khususnya terjadi di Asia dan negara-negara tetangga sekitar Indonesia. Meski rilis data ekonomi dalam negeri Indonesia pada minggu lalu bisa dikatakan cukup baik dan harga-harga komoditas juga cenderung menguat, namun kondisi tersebut gagal dimanfaatkan oleh IHSG. Perkembangan krisis Covid-19 di India yang melaporkan rekor jumlah penularan virus Covid-19, memberikan dampak pada psikologis pelaku pasar yang mengkhawatirkan Indonesia bakal mengalami hal yang sama setelah libur panjang lebaran nanti.

Mendekati libur Lebaran 2021, IHSG kembali melanjutkan pelemahannya sehingga semakin menjauh dari level psikologis 6.000. Meski tertekan dan cenderung bergerak turun, namun  IHSG masih berada di fase konsolidasi dengan bergerak sideways dalam jangka pendek. IHSG masih terjebak di area konsolidasi 5.883 hingga 6.115, melanjutkan pola yang sama seperti pekan sebelumnya. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Cermati area support 5.883, apabila dijebol ke bawah, perlu waspada.

Minggu ini, menjelang libur Idul Fitri 2021 tidak ada data ekonomi penting dari dalam negeri yang akan dirilis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 11 Mei 2021 : Rilis data inflasi China, Pernyataan Gubernur BOE Bailey
  • Rabu 12 Mei 2021 : Rilis data perdagangan dan GDP Inggris, Pernyataan Gubernur BOE Bailey, Rilis data inflasi AS
  • Jum’at 14 Mei 2021 : Rilis data penjualan ritel AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Dengan hanya menyisakan 2 hari perdagangan sebelum libur lebaran, maka diperkirakan pergerakan pasar saham Indonesia tidak akan kemana-mana. IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam pola sideways melanjutkan pola konsolidasinya. Investor masih menunggu IHSG menunjukkan arah yang lebih jelas, apakah akan menjebol area support 5.883 ataukah resistance 6.115 untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/