Bertahan Diatas MA 200, IHSG Mulai Rebound, What Next?

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan setelah  investor mengabaikan perkiraan kenaikan inflasi AS. Harga konsumen yang diukur dengan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) tidak termasuk komponen makanan dan energi, mengalami kenaikan 0,7% pada bulan April, melampaui perkiraan analis 0,6% dan lebih tinggi dari kenaikan 0,4% pada bulan Maret. Meskipun data menunjukkan inflasi AS cenderung naik, namun imbal hasil Treasury AS turun, sehingga membantu mengangkat Wall Street. Dow Jones ditutup naik 64,81 poin (+0,19%) menjadi 34.529,45, S&P 500 menguat tipis 3,23 poin (+0,08%) menjadi 4.204,11 dan Nasdaq bertambah 12,46 poin (+0,09%) menjadi 13.748,74. Dalam sepekan terakhir, ketiga indeks bursa saham utama AS berhasil ditutup menguat dengan Dow Jones mengalami kenaikan sebesar +0,94%, S&P naik +1,16% dan Nasdaq melesat +2,06%. Sedangkan untuk sepanjang bulan Mei, Dow Jones berhasil menguat +1,94%, S&P naik +0,55% dan Nasdaq turun -1,53%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup naik tipis 6,788 poin (+0,12%) ke level 5.848,616 pada akhir pekan. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp. 343 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan terakhir, IHSG berhasil menguat sebesar +0,88%, dengan diikuti oleh foreign net buy di pasar reguler senilai Rp. 861 miliar.

Pasar saham Indonesia terangkat pada pekan lalu. Sejumlah sentimen dari dalam negeri dan global turut mewarnai pergerakan IHSG, meski dibayangi oleh perkembangan kasus Covid-19 yang mulai meningkat di Indonesia. Optimisme pelaku pasar mulai bangkit setelah pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua 2021 akan lebih tinggi dari target sebelumnya diatas 7%. Mentri keuangan Sri Mulyani mengatakan pada sidang kongres pada pekan lalu dengan komisi IX DPR RI, bahwa perekonomian Indonesia diperkirakan akan mencapai pertumbuhan antara 7,1% hingga 8,3% pada kuartal kedua tahun ini, lebih tinggi dari proyeksi 7% oleh Presiden Jokowi karena kepercayaan konsumen semakin meningkat. Sementara rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS yang membaik menjadi sinyal pemulihan ekonomi global, turut menjadi penggerak IHSG. Pergerakan IHSG pekan lalu sejalan dengan pergerakan bursa saham global yang juga cenderung menguat.

Secara teknikal, IHSG pada minggu lalu masih bertahan diatas garis MA 200 harian dan support level 5.735, dengan berhasil rebound dan bergerak menguat. Namun kenaikan IHSG masih tertahan oleh downtrend resistline jangka pendeknya dikisaran level 5.892. Apabila mampu melewati resistance tersebut, terbuka potensi bagi IHSG menuju resistance selanjutnya di level 6.030. Indikator teknikal MACD yang mulai golden cross mengindikasikan bahwa IHSG cenderung mulai bergerak positif.

Untuk minggu ini seperti biasa di awal bulan, pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan mei pada hari rabu. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 1 Juni 2021 : Rilis data Caixin manufaktur China, Kebijakan suku bunga Australia, Meeting OPEC, Rilis data manufaktur AS, Pernyataan Gubernur BOE Bailey
  • Rabu 2 Juni 2021 : Rilis data GDP Australia
  • Kamis 3 Juni 2021 : Rilis data perdagangan Australia, Rilis data sektor jasa AS
  • Jumat 4 Juni 2021 : Pernyataan Ketua The Fed Powell, Rilis data pekerjaan dan tingkat pengangguran AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Kemungkinan IHSG pekan ini akan mencoba melanjutkan kenaikannya dengan bergerak keluar dari short term downtrend resistance line-nya masih terbuka. IHSG akan mencoba melewati 5.892 dan menuju kembali ke leval psikologis 6.000 dengan perkiraan resistance selanjutnya di level 6.030. Namun jika gagal melanjutkan penguatannya, maka IHSG berpeluang masih bergerak dalam pola sideways dengan mencoba bertahan diatas support 5.735 dan garis MA 200 hariannya. Waspadai apabila IHSG jebol ke bawah support tersebut karena akan melanjutnya trend bearishnya.   

Perdagangan IHSG pekan ini akan diwarnai oleh perkembangan kasus Covid-19 yang mulai meningkat setelah libur panjang lebaran lalu, meski belum terlihat ada lonjakan kasus secara luar biasa. Oleh karena itu tetap disarankan untuk safe trading dan selalu waspada, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/