IHSG Mulai Cenderung Bergerak Ke Arah Short Term Uptrend, What Next?

Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan, setelah rilis data lapangan kerja AS lebih rendah dari perkiraan, sehingga meredakan kekhawatiran tentang ekonomi yang berjalan terlalu panas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan ada penambahan 559.000 pekerjaan pada bulan Mei, sedikit lebih rendah dari perkiraan 671.000, namun naik dibandingkan bulan April sebesar 278.000. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,8% dari 6,1%, dan lebih baik dari perkiraan 5,9%. Pelaku pasar percaya bahwa data laporan lapangan pekerjaan yang dirilis meskipun solid, namun tidak cukup kuat untuk memicu The Fed untuk menghentikan program pembelian obligasinya. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun sedikit setelah rilis data laporan pekerjaan, sehingga mendorong naik saham teknologi dan saham pertumbuhan lainnya. Dow Jones ditutup naik 179,35 poin (+0,52%) ke level 34.756,39, S&P 500 menguat 37,04 poin (+0,88%) ke posisi 4.229,89 dan Nasdaq melesat 199,98 poin (+1,47%) menjadi 13.814,49. Dalam sepekan, ketiga indeks saham utama AS ditutup menguat dengan Dow Jones naik +0,66%, S&P 500 bertambah +0,61% dan Nasdaq meningkat +0,48%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 26,346 poin (-0.43%) ke level 6.065,167 di akhir pekan. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp. 251 miliar di pasar reguler. Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil melesat +3,7% dengan diikuti oleh net buy  investor asing senilai Rp. 2,85 triliun dalam sepekan.

Pasar saham Indonesia melesat nyaris +4% pada pekan lalu, menyusul kembalinya selera mengambil risiko para pelaku pasar di tengah optimisme pulihnya pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 dan perbaikan ekonomi AS. PMI tercatat mengalami kenaikan menjadi 55,3 pada Mei 2021, atau lebih tinggi dari 54,6 pada bulan sebelumnya. Sedangkan data inflasi Mei 2021 sebesar 0,32% secara bulanan atau 1,68% secara tahunan. Penguatan IHSG selama pekan lalu juga terdorong oleh meredanya kekhawatiran investor terhadap inflasi AS serta potensi The Fed menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, adanya foreign inflow investor asing yang cukup besar sepanjang minggu lalu, ditengah rilis data-data ekonomi yang membaik dan pemberitaan pemulihan ekonomi Indonesia yang positif menjadi sentimen yang mendukung penguatan IHSG sepekan terakhir.

Secara teknikal IHSG pada minggu lalu berhasil melanjutkan rebound dengan penguatan cukup tajam. IHSG berhasil breakout dari downtrend resistline jangka pendeknya dan mulai cenderung bergerak ke arah short term uptrend. Namun kenaikan IHSG untuk sementara tertahan dikisaran area resistance 6.115, setelah rally cukup tajam pada minggu lalu sehingga ada kemungkinan bergerak dalam pola konsolidasi sebelum melanjutkan penguatannya lagi. Jika terjadi koreksi sehat, diperkirakan IHSG akan mencoba untuk bertahan di support gap 5.947-5.991. Indikator teknikal MACD yang bergerak naik diharapkan mampu cross up keatas centreline sehingga tren pergerakan positif IHSG dapat berlanjut. Apabila kenaikan berlanjut dan dapat menembus resistance 6.115 terbuka ruang bagi penguatan IHSG menuju resistance berikutnya dikisaran level 6.240. 

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa akhir Mei pada hari senin dan penjualan ritel pada hari kamis. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 8 Juni 2021 : Rilis data GDP Jepang, Rilis data perdagangan AS
  • Rabu 9 Juni 2021 : Rilis data inflasi China
  • Kamis 10 Juni 2021 : Kebijakan moneter dan pernyataan ECB, Rilis data inflasi AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG diperkirakan akan cenderung berkonsolidasi setelah bergerak menguat signifikan sepanjang pekan lalu. Terlihat ada potensi IHSG akan mengalami koreksi jangka pendek setelah rally cukup tajam, karena kemungkinan pelaku pasar akan melakukan aksi profit taking. Tetapi walaupun terjadi koreksi, selama mampu bertahan diatas support gap 5.947-5.991 maka penurunan IHSG masih wajar dan berpotensi melanjutkan penguatannya lagi terutama jika mampu breakout 6.115. Meski demikian disarankan untuk tetap waspada karena masih ada ketakutan pasar soal taper tantrum, sambil menunggu rilis data inflasi AS pada tengah pekan dan hasil rapat The Fed di bulan ini.

Untuk itu tetap safe trading dan kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/