Hasil Simposium Jackson Hole Dianggap Positif Oleh Pasar, IHSG Siap Rebound Sementara

Bursa Wall Street kembali mencetak rally dan ditutup menguat, mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq ke level rekor tertinggi untuk ke-4 kalinya dalam sepekan, setelah pidato Chairman The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole menenangkan ketakutan pasar atas jadwal tapering. Powell memberi sinyal tak akan buru-buru menaikkan suku bunga, dengan alasan tekanan inflasi saat ini akan bersifat sementara serta mengatakan bahwa Covid-19 varian Delta tetap menjadi risiko. Namun Powell tetap mengisyaratkan akan memulai proses pengurangan pembelian obligasi besar-besaran di tahun ini. Dow Jones ditutup menguat 242,68 poin (+0,69%) menjadi 35.455,8, S&P 500 naik 39,37 poin (+0,88%) ke level 4.509,37 dan Nasdaq melonjak 183,69 poin (+1,23%) ke posisi 15.129,50. Dalam sepekan ketiga indeks bursa saham utama AS ditutup menguat dengan Dow Jones naik +0,96%, S&P 500 menigkat +1,52% dan Nasdaq melonjak +2,82%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG pada akhir pekan ditutup melemah 16,714 poin (-0,28%) ke level 6.041,366. Investor asing membukukan net buy di pasar reguler senilai Rp 111 miliar. Sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat tipis +0,18%, dengan diikuti pembelian bersih oleh investor asing sebesar Rp. 811 miliar di pasar reguler.

Sepanjang pekan lalu IHSG bergerak volatile namun akhirnya mampu ditutup naik tipis dibandingkan penutupan pekan sebelumnya. Selama sepekan, pergerakan IHSG diwarnai oleh sikap hati-hati dari pelaku pasar karena menunggu gelaran simposium tahunan dari Federal Reserves di akhir pekan. Pelaku pasar khawatir The Fed bakal melakukan tapering untuk mengontrol laju tingkat inflasi AS, sehingga dapat berdampak terhadap emerging market termasuk Indonesia, karena dapat menyebabkan terjadinya capital outflow. Adapun hasil simposium The Fed yang berakhir di akhir pekan kemaren direspon cukup positif oleh pasar, meski kebijakan tapering itu akan dilakukan tahun ini namun akan dilakukan bertahap dan hati-hati. Selain itu, The Fed juga menegaskan bahwa kebijakan tapering tersebut bakal dijalankan terpisah atau tidak bersamaan dengan kebijakan kenaikan suku bunga acuan AS, sehingga hal ini dianggap bisa lebih menenangkan pasar.

Secara teknikal IHSG pada pekan lalu berkonsolidasi dengan mencoba bertahan diatas garis rata-rata MA 200 hariannya. Selama dapat bertahan diatas MA 200, terbuka ruang bagi IHSG untuk rebound ke area resistance di level 6.135. Dan jika skenario bullish berlanjut, maka IHSG akan menuju target berikutnya di 6.250. Namun jika IHSG turun di bawah MA 200 nya, maka akan berjalan skenario bearish dengan target menuju area support 5.947 hingga 5.884. Indikator teknikal MACD yang cenderung bergerak menurun dan bertahan diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dan cenderung bergerak negatif dalam jangka pendek.

Untuk minggu ini, seperti biasa di awal bulan pelaku pasar akan mencermati rilis data manufaktur dan inflasi bulan Agustus pada hari rabu. Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah : 

  • Rabu 1 September 2021 : Rilis data GDP Australia, Rilis data Caixin manufaktur China, Meeting OPEC, Rilis data manufaktur AS
  • Kamis 2 September 2021 : Rilis data perdagangan Australia, Rilis data perdagangan AS
  • Jum’at 3 September 2021 : Rilis data tenaga kerja, tingkat pengangguran dan data sektor jasa AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis di pekan ini. Hasil simposium Jackson Hole disambut positif oleh pasar karena ada kemungkinan The Fed baru akan mulai melakukan pemotongan jumlah pembelian obligasi pada akhir tahun. Tapering kemungkinan bakal segera diumumkan setelah pertemuan The Fed pada 21-22 September mendatang, sehingga masih ada waktu bagi market untuk mengalami rebound di pekan ini, sebelum kembali tertekan dua minggu sebelum pertemuan The Fed tersebut. Rebound IHSG di awal pekan semakin terbuka seiring turunnya angka kasus Covid-19 di dalam negeri, sehingga dapat membuka ruang bagi pemerintah untuk semakin melonggarkan kebijakan PPKM setelah 30 Agustus nanti.

Meski potensi rebound bagi IHSG terbuka di awal pekan, tapi tetap disarankan untuk safe trading dan hati-hati, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/