Jelang Rapat FOMC, IHSG Bertahan Di Atas Garis MA 200

Bursa Wall Street ditutup mixed pada akhir pekan, dengan Nasdaq mencatat rekor tertinggi baru. Sementara Dow Jones dan S&P 500 melemah, menyusul sentimen beragam yang berasal dari data laporan pekerjaan AS yang mengecewakan. Data nonfarm payrolls AS hanya naik sebanyak 235.000 di bulan Agustus, jauh di bawah perkiraan konsensus sebanyak 720.000. Tekanan yang dialami pasar tenaga kerja AS karena kemunculan varian delta Covid-19 yang menyebabkan pembatasan diberlakukan kembali di beberapa negara bagian dan kota di AS. Dow Jones ditutup turun 74,73 poin (-0,21%) ke level 35.369,09, S&P 500 melemah tipis 1,52 poin (-0,03%) ke posisi 4.535,43, sedangkan Nasdaq berhasil naik 32,34 poin (+0,21%) menjadi 15.363,52. Secara mingguan ketiga indeks bursa saham utama AS bervariatif, dengan Dow Jones melemah -0,24%, sedangkan S&P 500 naik +0,58% dan Nasdaq menguat +1,55%.

Sementara dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 48,692 poin (+0,80%) ke posisi 6.126,921 pada akhir pekan. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp. 245 miliar di pasar reguler. Selama sepekan, IHSG berhasil menguat +1,42% dengan diikuti oleh aksi beli investor asing di pasar reguler senilai Rp 1,58 Triliun.

Pekan pertama awal di bulan September, IHSG berhasil bergerak menguat. Kenaikan IHSG ditopang oleh membaiknya data PMI sektor manufaktur Indonesia bulan Agustus 2021 yang berada di angka 43,7. Meski masih di bawah 50 dan mengalami kontraksi namun angka tersebut membaik dibandingkan dengan bulan Juli 2021 yang sebesar 40,1. Sementara itu BPS mengumumkan data laju inflasi bulan Agustus 2021 sebesar 0,03% (MoM), dan inflasi tahunan menjadi 1,59% (YoY). Meski laju inflasi masih lambat, namun hasilnya tidak jauh dari ekspektasi. Sementara dari ekternal, perkembangan dari keputusan kebijakan bank sentral AS untuk melakukan tapering di tahun ini masih menjadi perhatian dari para investor. Pelaku pasar masih cenderung wait and see menunggu hasil rapat The Fed pada tanggal 21-22 Septenber 2021. 

Secara teknikal IHSG masih melanjutkan fase konsolidasinya dengan bertahan diatas garis rata-rata MA 200 hariannya (garis warna merah pada gambar chart di bawah ini). Selama dapat bertahan diatas MA 200 serta mampu bergerak naik dan breakout ke atas resistance 6.160, terbuka ruang bagi IHSG menjalani skenario bullish menuju level 6.250 lagi. Namun jika IHSG turun di bawah MA 200 nya, maka akan berjalan skenario bearish dengan target menuju area support  dikisaran 6.021 hingga 5.947. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar dan bertahan diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berkonsolidasi dalam jangka pendek.

Untuk minggu ini, pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa akhir Agustus pada hari selasa dan rilis data keyakinan konsumen pada hari rabu serta penjualan ritel di hari kamis.  Sedangkan dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 7 September 2021 : Kebijakan suku bunga bank sentral Australia RBA
  • Rabu 8 September 2021 : Laporan kebijakan moneter bank sentral Inggris BOE
  • Kamis 9 September 2021 : Rilis data inflasi China, Rilis data perdagangan Jerman, Pernyataan kebijakan moneter dan konferensi pers ECB
  • Jum’at 10 September 2021 : Rilis data perdagangan Inggris, Rilis indeks harga produsen AS

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Pasar saham global tampaknya masih akan terus terombang-ambing jelang rapat FOMC tanggal 21-22 September untuk mencari kejelasan kapan waktu The Fed akan mulai memutuskan mengurangi pembelian aset surat hutang pemerintah AS. Pelaku pasar juga akan mencermati pernyataan kebijakan moneter dari bank sentral Australia (RBA), Inggris (BOE) dan ECB pada pekan ini. Hasil keputusan mereka tentang suku bunga serta komentar tentang prospek dan kondisi ekonomi masing-masing akan mempengaruhi pergerakan pasar.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan hati-hati, serta kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi. Bagi anda yang berminat untuk memperoleh ulasan market outlook, arahan dan ide trading/investasi, serta ingin bergabung ke dalam group kami dengan menjadi member premium dari Step-trader.com, dapat melihat info lengkapnya pada bagian MEMBER REGISTRATION diatas.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Ingin bergabung menjadi member premium kami dapat melihatnya infonya disini: http://step-trader.com/member-area/